Indonesian Chinese (Simplified) English Japanese Korean

BPWS SELENGGARAKAN DISKUSI TEKNIS UNTUK PENGEMBANGAN SEKTOR KELAUTAN DAN PERIKANAN DI SURAMADU

BPWS mengambil langkah strategis untuk pengembangan sektor kelautan dan perikanan di wilayah Suramadu. Sebagai kepulauan dengan wilayah laut yang besar, wilayah Suramadu, di Kabupaten Sumenep memiliki potensi yang sangat besar dalam sektor kelautan dan perikanan.
Sebagai langkah awal dalam pengembangan sektor perikanan dan kelautan, BPWS menyelenggarakan Diskusi Teknis dengan tema Strategi Pengembangan Potensi Kelautan dan Perikanan Di Wilayah Suramadu. Diskusi teknis ini diselenggarakan pada Jumát 14 Maret 2014 di Hotel Elmi,

Surabaya dengan dihadiri peserta dari Kementerian kelautan dan perikanan, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jatim, kota Surabaya, kabupaten Sampang, Pamekasan, dan Sumenep.


Diskusi teknis ini bertujuan untuk menyusun strategi fasilitasi pengembangan sektor kelautan dan perikanan dalam rangka mendukung percepatan pengembangan ekonomi di wilayah Suramadu sebagaimana visi BPWS yaitu “Terwujudnya Wilayah Suramadu Sebagai Pusat Pertumbuhan Ekonomi Jawa Timur dan Simpul Transportasi Nasional dengan Mempertahankan Nilai Budaya Masyarakat”.
Diskusi Teknis ini membahas antara lain mengenai isu strategis, permasalahan, program prioritas masing masing kota/kabupaten. Dari diskusi ini, dirumuskan strategi dan langkah tindak lanjut yang akan diambil oleh BPWS dan instansi terkait. Antara lain peningkatan aksesibilitas dan infrastruktur yang mendukung pengembangan sektor kelautan dan perikanan bersama Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI), peningkatan jalan akses ke kawasan pelabuhan, serta pengembangan air baku dan air bersih dalam mendukung pengolahan produk kelautan dan perikanan.

Komoditas kelautan dan perikanan yang perlu menjadi prioritas yaitu Sumber Daya Perikanan, dan garam. Garam sebagai salah satu hasil sektor kelautan di Madura selama ini mengalami kendala dalam pengembangannya karena tidak stabilnya harga garam. Salah satu peran BPWS adalah ikut menfasilitasi stabilisasi harga garam nasional.
Pengembangan SDM juga merupakan hal yang harus diperhatikan. Untuk itu, BPWS akan bekerja sama dengan sektor, daerah, dan institusi pendidikan terkait, untuk mengembangkan SDM kelautan dan perikanan. Institusi Pendidikan seperti Akademi Perikanan Sidoarjo (APS), Universitas Brawijaya, ITS, dan Unair, yang juga hadir saat itu siap membantu BPWS dalam pengembangan SDM kelautan dan perikanan di Wilayah Suramadu.
Selain komoditas, infrastruktur, dan SDM, hal lain yang perlu mendapat perhatian adalah Kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil yang merupakan kawasan utama dalam sektor kelautan dan perikanan. Dengan merevitalisasi dan pemodelan pemukiman nelayan serta Pengembangan pariwisata dan pembangunan TPI di pulau-pulau kecil yang potensial.
Kesimpulan dari diskusi ini akan ditindaklanjuti oleh BPWS bersama instansi terkait dengan identifikasi program dan informasi yang lebih detail. Untuk perumusan matriks integrasi program pada masing-masing instansi di sektor kelautan dan perikanan yang akan dijadikan sebagai acuan penyusunan action plan program percepatan pengembangan sektor kelautan dan perikanan.
Kegiatan Diskusi teknis ini diharapkan akan menjadi milestones pertama dalam pengembangan sector kelautan dan perikanan di Wilayah Suramadu yang terintegrasi, sehingga dapat menjadikan Wilayah suramadu sebagai pusat pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur. (jia)

Read 854 times Last modified on Selasa, 22 April 2014 11:25
rdev

Web administrator di Badan Pengembangan Wilayah Surabaya Madura

Website: www.bpws.go.id
Login to post comments