Indonesian Chinese (Simplified) English Japanese Korean

Rapat Koordinasi Tindak Lanjut Pengembangan Budidaya Rumput Laut di Kabupaten Sumenep Terkait Kerjasama Bapel-BPWS Dengan UNIDO

Kementerian Perindustrian sebagai focal point kerjasama selatan-selatan di bidang industri telah menyelenggarakan rapat koordinasi tindak lanjut pengembangan budidaya rumput laut di Kabupaten Sumenep terkait kerjasama Bapel-BPWS dengan UNIDO. Rapat dilaksanakan pada hari Selasa (14/4/2015) bertempat di Ruang Rapat Borneo, Kementerian Perindustrian. Dalam rapat tersebut membahas tentang tindak lanjut proyek pengembangan budidaya rumput laut di Kabupaten Sumenep yang difasilitasi oleh UNIDO. Rapat dipimpin langsung oleh Sekretaris Ditjen KII Kementerian Perindustrian Bapak Riris Marhadi, dan dihadiri unsur dari Direktorat Pemasaran LN Kementerian KKP, Direktorat Kerjasama Teknik Kementerian Luar Negeri, Biro Kerjasama Teknik Luar Negeri Kementerian Sekretariat Negara, Setditjen KII Kementerian Perindustrian, Setditjen IKM Kementerian Perindustrian, Setditjen Industri Agro Kementerian Perindustrian, Direktorat Hasil Makanan, Hasil Laut, dan Perikanan Kementerian Perindutrian, Kepala Divisi Perwakilan Bapel-BPWS Jakarta, Koordinator Kerjasama Selatan-Selatan, dan National Chief Technical Advisor (NCTA) UNIDO.

Bapak Riris Marhadi menyampaikan perihal proyek kerjasama terkait seaweed yang dilakukan oleh UNIDO dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui bantuan SECO memiliki locus yang sama dengan proyek yang akan dilakukan oleh BPWS dengan UNIDO yakni di Kabupaten Sumenep, untuk itu perlu pembahasan lebih mendalam agar tidak saling tumpang tindih (overlapping). Beliau juga menyoroti soal tantangan yang dihadapi yaitu bagaimana merubah mindset masyarakat secara perlahan, sebagai contoh untuk tidak melakukan ‘penggaraman’, sehingga image negatif yang telah melekat terhadap mutu produksi rumput laut Sumenep dapat berangsur pulih, dan ini termasuk juga tugas dari Bapel-BPWS dengan melibatkan seluruh masyarakat dilingkup grassroots.

Sementara Kepala Divisi Perwakilan Bapel-BPWS Jakarta menyampaikan kronologi kerjasama dengan UNIDO adalah berawal dari adanya permintaan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Sumenep terkait proyek pengembangan budidaya rumput laut Sumenep. Atas dasar hal tersebut Bapel-BPWS berusaha memfasilitasi permintaan tersebut dengan melakukan kerjasama dengan lembaga donor. Hal ini sejalan dengan tugas dan fungsi dari Bapel-BPWS yaitu melakukan fasilitasi dan stimulasi percepatan pertumbuhan ekonomi di Jawa-Timur khususnya di wilayah Suramadu, serta sesuai dengan pasal 20 Perpres Nomor 27/2008 bahwa pendanaan untuk pelaksanaan pengembangan wilayah Suramadu dapat bersumber dari APBN dan Non APBN. 

Komunikasi dengan lembaga-lembaga donor terus dilakukan dalam rangka pengembangan budidaya rumput laut di Sumenep tersebut, dan respon paling positif datang dari UNIDO. Selanjutnya pertemuan demi pertemuan intens dilakukan antara UNIDO dengan Bapel-BPWS hingga sampai pada terlaksananya kunjungan Mrs. Shadia Bakhait (UNIDO Representative for Indonesia) pada tanggal 21 – 23 Oktober 2013 ke Madura. Beliau juga mengharapkan disamping kerjasama dengan UNIDO tetap berjalan, kerjasama dengan sektor terkait yang memiliki kesamaan program/kegiatan khususnya di Sumenep agar dapat dikerjakan secara bersama-sama, karena daerah sangat membutuhkan realisasi dari proyek untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi didaerahnya.

Sedangkan Nahrudin dari UNIDO menjelaskan bahwa proyek industrialisasi rumput laut di Sumenep yang merupakan kerjasama antara BPWS dengan UNIDO terus berjalan sampai sekarang, dan saat ini team konsultan Internasional UNIDO Iain C.Neish sedang melakukan kunjungan kembali ke Sumenep setelah sebelumnya mengunjungi Sumenep tanggal 12 – 16 Maret 2015 yang lalu. Nahrudin juga menyarankan agar Iain C.Neish untuk segera dapat mempresentasikan hasil kunjungan lapangan tersebut dan kemana arah kerjasama tersebut akan dilakukan.

Pada kesempatan yang sama Hamzah SS selalu Koordinator Kerjasama Selatan-Selatan Kementerian Perindustrian menyampaikan bahwasannya terkait harga diharapkan program yang dijalankan akan memiliki standarisasi mutu yang baku, sehingga harga rumput laut di pasaran tidak akan dipermainkan, karena saat ini belum ada patokan harga yang pasti terkait rumput laut Sumenep ini, sehingga hal tersebut selalu berdampak pada kerugian para petani rumput laut itu sendiri.

Adapun kesimpulan dari rapat tersebut diantaranya adalah perlunya melakukan identifikasi proyek/kegiatan pengembangan budidaya rumput laut yang dibiayai oleh SECO, misalnya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengerjakan apa, Kementerian Perindustrian mengerjakan apa, sehingga posisi dari Bapel-BPWS akan terlihat lebih jelas untuk mengerjakan apa, maka diharapkan agar Kementerian Perindustrian dapat mengkoordinasikan dengan pihak-pihak yang terkait untuk menghindari terjadinya overlapping.

Disamping itu juga perlu membuat identifikasi bantuan sektor untuk proyek pengembangan budidaya rumput laut yang dapat memback-up kegiatan BPWS yang saat ini telah dilakukan bersama UNIDO, setelah teridentifikasi akan dibuatkan rekomendasi kepada sektor-sektor terkait untuk dapat mendukung permohonan dari Kabupaten Sumenep, mengingat untuk mendapatkan lembaga donor saat ini tidaklah mudah, sedangkan harapan masyarakat Sumenep terhadap proyek tersebut sangat tinggi. (gun)

 

Read 500 times Last modified on Senin, 27 April 2015 14:02
rdev

Web administrator di Badan Pengembangan Wilayah Surabaya Madura

Website: www.bpws.go.id
Login to post comments