Indonesian Chinese (Simplified) English Japanese Korean

BPWS CANGKRUKAN BARENG DPD RI DAN REKTOR UTM DI JTV

BPWS mendapat kesempatan di acara Cangkrukan Bareng(bincang santai bersama) anggota Dewan Perwakilan Daerah(DPD) RI dan Rektor Universitas Trunojoyo Madura (UTM)   yang disiarkan secara live oleh JTV tanggal 10 Mei 2015 malam. Tema acara tersebut tentang Percepatan Pembangunann dan Pengembangan Kawasan Suramadu yang dipandu oleh host acara Cangkrukan Taufik Monyong.

Para pembicara yang mewakili lembaganya masing2 dari BPWS Deputi Pengendalian Dr.Ir. Agus Wahyudi,SE.MM, DPD RI Drs Achmad Nawardi,Msi, dan Rektor UTM Dr.Drs. M Sjarief, MM.Msi. Mereka tampil sebagai narasumber sesuai dengan perannya dalam melihat perkembangan yang terjadi pasca pembangunan Jembatan Suramadu dalam kurun waktu tujuh tahun ini. Disamping itu,  kehadiran lembaga atau badan yang dibentuk Pemerintah pusat yakni Badan Pelaksana – Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS) terhadap pengembangan wilayah Madura dan  Surabaya, yang sudah berjalan sejak enam tahun yang lalu itu, menurut sebagian masyarakat menilai bahwa BPWS belum berdampak positif terhadap perubahan pada kesejahtaraan masyarakat Madura.

Permasalahan di atas ini menjadi topik dialog yang penting dan membutuhkan solusi yang tepat bagi upaya pengembangan wilayah Suramadu ke depan. Acara yang boleh dikatakan amat santai yang diselingi canda khas Suroboyoan itu mampu menghadirkan apresiasi publik pemirsa, yang ditandai dengan telepon ke acara itu sebagian besar dari masyarakat Madura. 

Menurut Agus Wahyudi, sejak dibentuknya BPWS pada tahun 2009 belum memiliki struktur organisasi yang lengkap dan anggaran BPWS masih tergantung anggaran Kementerian PU. Baru pada tahun 2011 sampai dengan 2014, BPWS memiliki anggaran sendiri yang berasal dari APBN. Rencana Induk BPWS tetap memperhatikan perencanaan Kabupaten dan Kota di wilayah Suramadu serta menjadikan pedoman perencanaan di BPWS.

Kiprah BPWS selama ini, kata Agus dalam menjalankan tugasnya selalu berkoordinasi dengan beberapa Kementerian (sektoral) yang menjadi bagian dari Dewan Pengarah, dan sering mendorong sektor-sektor terkait lainnya tersebut untuk mendukung pembangunan infrastruktur di Madura dan Surabaya. Hasilnya bisa dilihat antara lain Jalan Lintas Utara Madura yang dikerjakan oleh Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) V Surabaya-badan di bawah Ditjen Bina Marga – atau stimulasi melalui anggaran BPWS untuk peningkatan jalan di Sampang dan pemasangan PJU di Jalan ruas Pamekasan-Sumenep.

Menurut Achmad Nawardi anggota DPD RI asal Jawa Timur, untuk melakukan percepatan pembangunan dan pengembangan wilayah Suramadu memerlukan perhatian semua pihak yang terkait di wilayah ini. Tidak semata kebutuhan anggaran tetapi lebih dari itu perlu juga dibangun harmonisasi antara empat Kabupaten di Madura, Kota Surabaya, Pemerintah Provinsi Jatim, dan BPWS, ujar Nawardi .

Rektor UTM M Sjarief sependapat dengan Nawardi terkait perlunya harmonisasi antar semua pihak yang ada. Sejauh ini pihaknya melalui lembaga pengabdian masyarakat UTM telah melakukan kajian2 tentang bagaimana pengembangan wilayah Suramadu yang erat dengan penataan ruang wilayah. BPWS kata dia, harus tetap berpedoman kepada penataan ruang wilayah di seluruh Madura. 

Bebasis ABPD  empat Kabupaten di Madura yang rata2 sebesar Rp. 200 milyar itu, masih perlu dukungan untuk memfasilitasi kegiatan2 di masyarakat dengan anggaran yang memadai, sehingga wilayah Suramadu tetap menjadi sasaran pengembangan yang benar2 menyentuh kebutuhan masyarakat serta dapat memberi manfaat yang besar, kata Rektor UTM mengakhiri acara Cangkrukan JTV. (eddi harlijadi)

 

Read 739 times
rdev

Web administrator di Badan Pengembangan Wilayah Surabaya Madura

Website: www.bpws.go.id
Login to post comments