Indonesian Chinese (Simplified) English Japanese Korean

DARI SEMINAR PERINGATAN PENGOPERASIAN 6 TAHUN JEMBATAN SURAMADU PEMBEBANAN JALAN DAN JEMBATAN BERLEBIH MEMBAHAYAKAN

Usia Jembatan Suramadu diprediksi mencapai 100 tahun. Tetapi bukan berarti pada saat usia seabad itu lalu jembatan tersebut runtuh ! Tetapi diperlukan antisipasi pembebanan jembatan secara berlebihan, demikian kata Ir Iwan Zarkasi, MMT salah seorang narasumber dari  Kementerian PU dan Perumahan, yang disampaikan pada Seminar peringatan pengoperasian 6 Tahun Jembatan Suramadu yang diselenggarakan oleh Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS) tanggal 10 Juni 2015 di Surabaya.

Pengoperasian jembatan Suramadu dilaksanakan setelah diresmikan oleh Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono pada tanggal 10 Juni 2009 silam. Dalam usia 6 tahun pengoperasiannya memerlukan perhatian dan evaluasi terhadap pembebanan yang dipikul akibat arus lalu lintas yang melewati jembatan itu. Jembatan yang panjangnya 5,4 Km dengan biaya pembangunan mencapai 5,5 Trilyun Rupiah itu, sampai saat ini masih merupakan jembatan terpanjang di Asia Tenggara.

Seminar tersebut adalah untuk memperoleh masukan yang bermanfaat bagi kelangsungan Jembatan Suramadu. Oleh sebab itu, BPWS mengundang para Narasumber yang berasal dari mereka yang pernah terlibat langsung pada pembangunan Jembatan yang menghubungkan antara Surabaya dengan Pulau Madura tersebut.

Salah satu hal yang ditekankan oleh Iwan Zarkasih(yang pada saat pembangunan jembatan sebagai Tim Perencana Teknis) adalah bagaimana mengantisipasi pembebanan terhadap jalan dan jembatan. Antisipasi yang dimaksudkan adalah  bagaimana memberikan perhatian dan merawat jembatan tersebut dengan baik dan benar. 

Terhadap antisipasi tersebut, jembatan Suramadu telah memiliki unit kerja Structural Health Monitoring System (SHMS) yang selalu melakukan monitoring dengan perangkat CCTV dari alat detector lainnya pada bagian2 tertentu Jembatan. Apabila terjadi pembebanan yang berlebihan dan maka akan dapat terdeteksi lewat SHMS, kata Iwan . Guna melihat terjadinya overload pembebanan maka terdapat yellow box yang ditempatkan pada lokasi2 tertentu jembatan. 

Menurut Iwan yang sekarang bertugas di Ditjen Bina Marga Kementerian PU dan Perumahan Rakyat, persoalan pembebanan berkaitan erat dengan truk angkutan umum yang melintas selama ini. Angkutan Umum seperti truk angkutan container dan angkutan pasir atau semen menjadi tanggung jawab petugas kepolisian lalu lintas di jalan raya. Jika tidak batasan ada toleransi secara proporsional maka dikhawatirkan akan mengganggu kondisi jembatan dan bahkan memperpendek usia Jembatan tersebut. (Eddi Harlijadi)

 

 

Read 505 times
rdev

Web administrator di Badan Pengembangan Wilayah Surabaya Madura

Website: www.bpws.go.id
Login to post comments