Indonesian Chinese (Simplified) English Japanese Korean

Peran BPWS Dinilai Membantu PKL Suramadu

Pemindahan Ratusan PKL yang telah digusur untuk masuk kedalam Rest Area. Sebelum menempati lokasi stan, BPWS memberikan pelatihan kepada para PKL Kawasan Kaki Jembatan Suramadu (KKJSM). Pemindahan Ratusan PKL yang telah digusur untuk masuk kedalam Rest Area. Sebelum menempati lokasi stan, BPWS memberikan pelatihan kepada para PKL Kawasan Kaki Jembatan Suramadu (KKJSM).

Bangkalan – Peran Badan Pelaksana Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS) dinilai cukup membantu pedagang kaki lima (PKL). Terutama diwilayah Desa Pangpong, Kecamatan Sukolilo yang menjadi kawasan terdampak.

Itu dirasakan dalam persiapan realisasi proyek Tanean Lanjeng Suramadu. Yakni, pemindahan Ratusan PKL yang telah direlokasi untuk masuk kedalam Rest Area. Sebelum menempati lokasi stan, BPWS memberikan pelatihan kepada para PKL Kawasan Kaki Jembatan Suramadu (KKJSM). Proses tersebut dilakukan dua tahap. Yakni, tahap seleksi hingga tahap pelatihan.

Saat ini sekitar 58 PKL yang terdata untuk mengikuti proses seleksi. Seleksi ini dilakukan oleh Sub Divisi Pemberdayaan BPWS bersama Tim Seleksi internal yang dibentuk Pengurus Desa Pangpong, Kecamatan Sukolilo,  pada bulan November tahun 2018 kemarin.

Puluhan calon peserta ini adalah pemilik stan PKL di KKJSM sisi barat yang sudah dibongkar. ’’telah ada sekitar 50-an PKL yang lolos seleksi untuk mengikuti pelatihan,’’ terang Kepala Sub Divisi Pemberdayaan BPWS, Edy Slamet Budi S.

Sedangkan sisanya akan masuk kedalam cadangan untuk pelatihan berikutnya. Dikatakan Edy, pelatihan ini akan terbagi menjadi dua sesi. Yakni sesi pertama tanggal 23-25 November 2018, untuk peserta lolos seleksi nomor urut 1 sampai 25, dan tanggal 4-6 Desember 2018 untuk sisanya.

Proses seleksi dilakukan oleh empat anggota Tim Seleksi didampingi pihak BPWS. Satu persatu para PKL mengisi kuisoner dalam tahapan ini. Pertanyaan yang diberikan seputar BPWS, serta kondisi usaha yang mereka jalani.

Para PKL tersebut lebih difokuskan dalam penajaman kewirausahaan. Termasuk didalamnya, bagaimana cara berjualan dan etika dalam berdagang serta proses pengemasan dagangan untuk menarik minat konsumen.

Menurut Edy, etika dan manajemen berdagang dinilai penting. Sebab, para PKL tersebut nantinya akan menempati stan di area Tanean Lanjeng Suramadu.’’Ini tujuannya meningkatkan pendapatan dari PKL serta memberikan daya tarik kepada konsumen,’’ ujar dia.

 Disisi lain, peran BPWS terhadap para PKL sendiri dinilai cukup membantu. Itu disampaikan Ketua Paguyuban PKL Suramadu, Abdul Kadir. Terutama program pelatihan yang diberikan sebagai salah satu seleksi.

’’Saya pribadi merasakan cukup membantu. Nanti, kalau ada yang kontra biar saya jelaskan. BPWS sudah banyak memberikan ilmu selama ini. Coba kalau dihitung sudah berapa biaya yang dikeluarkan,’’ terangnya.

Ia mengatakan, BPWS sudah banyak melakukan pembenahan dan perubahan. Terutama lebih sering turun kepada pedagang dan membantu memfasilitasi melalui pelatihan saat ini.’’Justru kalau ada yang kontra malah rugi sendiri,’’ imbuh Kadir.

Terpisah, Camat Sukolilo, H. Mahfud merespon hangat dengan tahapan tersebut. Ia berharap materi pelatihan bisa diikuti serius oleh para PKL. Tahapan awal pelatihan  ini bisa menjadi daya tarik kepada konsumen.

 

’’Ilmu ini seharusnya bisa dimanfaatkan. Ini demi kesejahteraan masyarakat dan PKL sendiri khususnya,’’ kata Mahfud. (edw) 

Read 119 times
rdev

Web administrator di Badan Pengembangan Wilayah Surabaya Madura

Website: www.bpws.go.id
Login to post comments