Indonesian Chinese (Simplified) English Japanese Korean

Provinsi Jatim Bangun Indonesia Islamic Science Park di Suramadu

Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS) tengah mematangkan sinkronisasi perencanaan pembangunan di KKJSM terkait dengan adanya rencana pembangunan Indonesia Islamic Science Park (IISP) di kawasan Suramadu sisi Madura. Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS) tengah mematangkan sinkronisasi perencanaan pembangunan di KKJSM terkait dengan adanya rencana pembangunan Indonesia Islamic Science Park (IISP) di kawasan Suramadu sisi Madura.

Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS) tengah mematangkan sinkronisasi perencanaan pembangunan di KKJSM terkait dengan adanya rencana pembangunan Indonesia Islamic Science Park (IISP) di kawasan Suramadu sisi Madura.

Rencana Pembangunan IISP itu terungkap dalam rapat bersama antara Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono di Jakarta pada pertengahan Mei 2019.

Dalam kesempatan itu diputuskan akan dibangun sebuah taman pendidikan dengan konsep IISP dikawasan Suramadu sebagai ikon pintu masuk Pulau Madura.

Ibu Gubernur berencana akan bangun IISP di atas lahan seluas 101 hektare, di Bangkalan Madura. ungkap Kepala Divisi Data dan Informasi BPWS Pandit Indrawan, Selasa (11/6/2019).

Ia menjelaskan, oleh karena itu tentunya pihaknya akan mensinergikan, gagasan Gubernur Jatim  tersebut dengan konsep yang telah dibuat oleh BPWS.

Sehingga tidak terjadi tumpang tindih atau overlap. Kami ada juga konsep wisata di pesisir pantai KKJSM (Kawasan Kaki Jembatan Suramadu sisi Madura), jelasnya.

Dalam rapat bersama di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Gubernur Khofifah Indar Parawansa menyebutkan, IISP seluas 101 hektare nantinya terdiri dari beberapa bagian.

Diproyeksikan, 20 persen untuk kawasan edukasi, 30 persen untuk kawasan seni, dan 50 persen diproyeksikan sebagai kawasan entertaiment.

Lahan 600 hektare KKJSM bisa diproyeksikan untuk maksud tersebut jika diperlukan katanya.

Seperti diketahui, pengembangan kawasan seluas 600 hektare KKJSM masuk dalam perencanaan Kementerian PUPR. Kawasan tersebut disebut mempunyai nilai potensi investasi mencapai Rp 53 triliun.

KKJSM meliputi kawasan industri dan pergudangan seluas 320 hektare, pariwisata seluas 21 hektare, Central Business District (CBD) seluas 52,6 hektare, dan pemukiman seluas 115,4 hektare, dan fasilitaa umum (rest area) seluas 67,7 hektare.

Saat ini, lanjut Pandit, BPWS telah membebaskan lahan seluas 40 hektare dari 600 hektare di KKJSM untuk pembangunan rest area.

Seluas 10 hektare di sisi barat Jembatan Suramadu telah dibangun rest area. Sedangkan 30 hektare di sisi timur belum dibangun, paparnya.

Selain membangun rest area, di kawasan 40 hektare itu BPWS akan melanjutkan pembangunan objek wisata di bibir pantai di KKJSM.

Wahana wisata pantai yang dilengkapi dengan taman rekreasi itu berada di kawasan 4 hektare, di sisi timur dan barat Jembatan Suramadu. Pandit menambahkan, BPWS masih menunggu konsep yang akan dipakai dalam pembangunan IISP.

Apakah menggunakan konsep di bibir pantai atau mereklamasi?

Landscape sudah ada. Tapi kami belum tahu plothing nya di mana. Namun yang pasti, kami akan mensinergikan dengam gagasan Ibu Gubernur Jatim. pungkasnya.(coy)

Read 72 times
rdev

Web administrator di Badan Pengembangan Wilayah Surabaya Madura

Website: www.bpws.go.id
Login to post comments