Indonesian Chinese (Simplified) English Japanese Korean

Pemkab Sumenep dengan BPWS Jalin Kerjasama Pengemasan Modern Produk IKM

Sekretaris BPWS Sidik Wiyoto mendampingi Wakil Bupati Sumenep, melihat produk-produk IKM setelah           acara pembukaan pelatihan bagi Industri Kecil Menengah (IKM) di Kabupaten Sumenep, ang m Sekretaris BPWS Sidik Wiyoto mendampingi Wakil Bupati Sumenep, melihat produk-produk IKM setelah acara pembukaan pelatihan bagi Industri Kecil Menengah (IKM) di Kabupaten Sumenep, ang m

BADAN Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS) kembali menggelar pelatihan bagi Industri Kecil Menengah (IKM) di Kabupaten Sumenep.
Pengembangan industri kecil menengah (IKM) menjadi salah satu perhatian Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS). Badan ini kembali melatih pelaku usaha sektor IKM.

Dalam pelatihan ini BPWS bekerja sama dengan INOPAK Institute melalui Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit GmbH (GIZ) yang merupakan lembaga konsultan kewirausahaan yang bergerak dalam pengembangan ekonomi kawasan. Dengan diperkuat para tenaga Ahli Pengolahan Pangan, Pengembangan Bisnis, Akses Internasional, Kemasan Modern, dll, alumni Universitas ternama di Jerman. Ini kali ketiga program dari Sub Divisi Pemberdayaan, Divisi Hubungan Kelembagaan dan Komunitas Masyarakat dilakukan.

”Kami sudah beberapa kali menggandeng GIZ Jerman melalui Inopak dan bersinergi dengan Pemkab Pamekasan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis kerakyatan di Pamekasan,” terang Kepala Divisi Hubungan Kelembagaan dan Komunitas Masyarakat (HKKM) BPWS Djoni Iskandar. “Pemberian pelatihan secara gratis terhadap ratusan IKM itu merupakan upaya BPWS untuk menggenjot perekonomian Madura, Kami membantu dalam pelatihan ini untuk meningkatkan nilai produk, membangun mindset agar IKM di Madura dapat berkembang pesat, menyasar market premium dan pasar internasional. Sehingga menggerakkan sektor ekonomi kerakyatan,” ungkapnya.

Ketua INOPAK Institute, Alfin NF Mufreni mengatakan, para peserta akan dilatih membuat kemasan yang memberi nilai jual di pasar modern, manajemen, akses non perbankan, dan pemasaran hingga segmen pasar internasional. “Mindset nya kami reset ulang agar para pelaku IKM ini bisa menyesuaikan dengan segmen pasar modern. Bisa menyulap produksinya menjadi produk yang memiliki daya saing besar. Dengan demikian, keuntungan akan meningkat, pasar akan terbuka luas dan sudah barang tentu mendorong dinamika perekonomian daerah, Beberapa konten pelatihan yang diajarkan di antaranya, teknik kemasan, layout dan desain kemasan, diksi (pemilihan kata) yang sesuai dengan pasar, kualitas produk, serta teknis pemasaran. Pihaknya memberikan pendampingan cara memasarkan produk tersebut hingga mencapai pasar internasional” ungkapnya.

 

Pada Pelatihan sesi ke 3 yaitu PRAKTEK PENGEMASAN HASIL INOVASI DAN PENINGKATAN KUALITAS PRODUKSI yang telah dilaksanakan pada tanggal 19 Agustus 2019 di Hotel C1 – Sumenep ini para peserta mendapatkan pengetahuan tentang praktek menggunakan alat-alat modern yang ada di pasaran seperti stemper untuk masa berlaku produk (expired), hitgun, spinner (mesin peniris minyak), mesin vakum (menjadikan makanan kedab udara, mesin bandsiller lengkap dengan Nitrogen (mesin pengunci kemasan agar tidak bocor dan kemasan menjadi kembung.

Pada sesi terakhir pelatihan acara penutupan oleh Yth. Bapak Wakil Bupati Sumenep, Achmad Fauzi sekaligus gelar desain kemasan baru hasil inovasi kemasan modern kreasi INOPAK Institute bersama peserta pelatihan menggunakan kemasan Paper Metal, sehingga kualitas produksi IKM meningkat dan lebih menarik. “Hasil Produksi Industri Kecil Menengah (IKM) Sektor Makanan dan Minumandi Kabupaten Sumenep yang telah selesai melakukan pelatihan bersama BPWS dan INOPAK Institute kerjasama dengan Disperindag Kab. Sumenep bahwa produk dengan kemasan modern akan dipasarkan di took retail dan pusat oleh-oleh seluruh wilayah Kabupaten Sumenep”, ungkapnya.

Pemerintah kabupaten Sumenep dapat memberikan peluang dan dukungan yang dibutuhkan oleh para pengusaha Industri Kecil Menengah (IKM) Sektor Makanan dan Minumandi Kabupaten Sumenep untuk lebih berkembang dan mampu memenuhi persyaratan pasar, seperti Sertifikat P-IRT, B-POM, Uji Nutrisi, Halal MUI, dan Ijin Usaha, sehingga mereka telah siap naik kelas. (nin)

Read 95 times
rdev

Web administrator di Badan Pengembangan Wilayah Surabaya Madura

Website: www.bpws.go.id
Login to post comments