Print this page

Libatkan Pemerintah Jerman, BPWS Komitmen Tingkatkan Produk IKM Madura

Libatkan Pemerintah Jerman, BPWS Komitmen Tingkatkan Produk IKM Madura dengan menghadirkan 30 IKM Se-Madura sebagai peserta. Selain itu, perwakilan dari empat Pemerintah Kabupaten di Madura juga turut diundang termasuk Dinas Koperasi dan UMKM Pemprop Jatim. Libatkan Pemerintah Jerman, BPWS Komitmen Tingkatkan Produk IKM Madura dengan menghadirkan 30 IKM Se-Madura sebagai peserta. Selain itu, perwakilan dari empat Pemerintah Kabupaten di Madura juga turut diundang termasuk Dinas Koperasi dan UMKM Pemprop Jatim.

SURABAYA – Produk olahan pelaku industri kecil menengah (IKM) Madura kian berkembang. Termasuk proses pengemasan yang lebih modern.

Hal tersebut menjadi salah satu program Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS). Khususnya dalam percepatan pembangunan di bidang pemberdayaan.

Kali ini, para IKM mendapat pelatihan Teknologi Terapan dengan desain modern yang dilatih langsung oleh BPWS dan Innopak Instittute sebagai lembaga yang digawangi para Mahasiswa Indonesia alumnus dari Jerman.

Tidak tanggung-tanggung program pelatihan tersebut dipusatkan di Surabaya dan didukung oleh program migration development dari pemerintah Jerman melalui _The Deutsche Gesellscahft Fur Internationale Zusammenarbeit_ (GIZ).

Pada (9/10), kegiatan tersebut digelar selama dua hari di Four Point Hotel Surabaya dengan menghadirkan 30 IKM Se-Madura sebagai peserta. Selain itu, perwakilan dari empat Pemerintah Kabupaten di Madura juga turut diundang termasuk Dinas Koperasi dan UMKM Pemprop Jatim.

Alvin Mufreni Ketua Innopak Instittute menyatakan, para IKM yang dihadirkan merupakan perwakilan dari sekitar 300 IKM se-Madura yang sudah dilatih bersama BPWS.’’Kami terus mengembangkan pelatihan. Khususnya dalam teknologi terapan dan pengemasan yang lebih modern,’’ katanya.

Alvin menyatakan, selain pemahaman teori, para IKM juga berkesempatan memamerkan produk olahan mereka yang telah dilatih.

Terkait proses pelatihan yang digelar selama ini mendapat respon positif dari GIZ. Menurut Koordinator GIZ, Makhdonal Anwar pemberian pelatihan tersebut menitik beratkan pada kualitas dan kuantitas produk olahan.

’’Konsentrasi pelatihan yang diberikan memang memfokuskan bagaimana IKM bisa mengerti teknologi pangan, pengemasan dan ramah lingkungan termasuk pengawetan tanpa bahan kimia,’’ terang dia.

Makhdonal menyatakan, kurun waktu setahun animo IKM Madura dengan adanya pelatihan cukup besar. Pasalnya, BPWS dan Innopak tidak hanya memberikan teori tentang pengolahan.

Melainkan praktek langsung bagaimana produk olahan yang biasa dijual harga murah bisa meningkat.’’Kami juga bawa langsung mesin-mesinnya, ada pendampingan dilapangan. Sehingga produk yang biasa dijual rendah bisa meningkat,’’ kata Makhdonal.

Dengan begitu, para IKM bisa meningkatkan pendapatanya dan target peningkatan ekonomi masyarakat Madura bisa tercapai. Hal senada juga disampaikan oleh Sekretaris BPWS, Sidik Wiyoto.

Ia menerangkan, program pelatihan yang diberikan ini sebagai bagian dalam percepatan pembangunan di Madura. ’’Khususnya dalam pemberdayaan SDM. Ini penting dalam meningkatkan taraf ekonomi masyarakat,’’ kata Sidik.

Selama ini program tersebut menelan anggaran sekitar Rp 1,2 miliar. Meski masih jauh dari cukup, namun BPWS terus berkomitmen dalam mengembangkan Madura.’’Kami selama ini sudah melatih 300 IKM. Harapannya kedepan bisa terus meningkat dengan kualitas produk IKM yang bisa menembus pasar nasional,’’ pungkas mantan Kepala BPKP Jatim ini. (edw)

Read 157 times
rdev

Web administrator di Badan Pengembangan Wilayah Surabaya Madura

Website: www.bpws.go.id
Login to post comments