Indonesian Chinese (Simplified) English Japanese Korean

PPID BPWS ikuti sosialisasi e-monev KIP Tahun 2020

PPID BPWS ikuti sosialisasi E-Monev KIP tahun 2020 secara virtual dengan KI Pusat yg dipimpin oleh Ketua KIP Gede Narayana Senin kemarin 13 /07 di Kantor BPWS Surabaya. PPID BPWS ikuti sosialisasi E-Monev KIP tahun 2020 secara virtual dengan KI Pusat yg dipimpin oleh Ketua KIP Gede Narayana Senin kemarin 13 /07 di Kantor BPWS Surabaya.

Monitoring dan Evaluasi Keterbukaan Informasi Badan Publik Tahun 2020 kembali digelar oleh Komisi Informasi Pusat sebagaimana yang diamanahkan Undang-Undang 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik. Hal itu disampaikan oleh Ketua KI Pusat Gede Narayana di depan PPID (Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi) saat sosialisasi   e-monev (elektronik monitoring dan evaluasi) selama tiga hari, 13-15 Juli 2020 di Sekretariat KI Pusat Wisma BSG Jakarta yang dilaksanakan secara virtual dan hadir secara fisik.

Ada tujuh kategori Badan Publik (BP) yang mendapatkan sosialisasi e-monev dimulai dari 34 BP Kementerian dan 46 BP Lembaga Negara-Lembaga Pemerintah Non Kementerian serta 34 BP Lembaga Non Struktural pada hari pertama. Pada hari kedua terdiri dari  85 BP Perguruan Tinggi Negeri dan 105 BP Badan Usaha Milik Negara serta pada hari ketiga khusus untuk 9 BP Partai Politik yang lolos ke DPR RI.

Gede Narayana menjelaskan bahwa tujuan dari pelaksanaan monev yang digelar KI Pusat setiap tahun sejak 2011 untuk memantau pelaksanaan keterbukaan informasi publik pada badan publik yang telah dilaksanakan selama kurun waktu satu tahun terakhir. “Juga dimaksudkan untuk mengevaluasi pelaksanaan keterbukaan informasi publik pada badan publik yang telah dilaksanakan selama kurun satu tahun terakhir.

Dalam kesempatan yang lain, Ketua Bidang Kelembagaan KI Pusat Cecep Suryadi selaku koordinator e-monev 2020 memastikan bahwa monev dilaksanakan KI Pusat secara terukur, yaitu menggunakan metode penilaian secara kuantitatif sesuai dengan pembobotan nilai yang menghasilkan nilai matematis. Juga menurutnya, objektif karena didukung dengan data sesuai dengan keadaan sebenarnya tanpa dipengaruhi oleh pendapat atau pandangan pribadi dan juga menggunakan prinsip akuntabel, yaitu seluruh tahapan monitoring dan evaluasi keterbukaan informasi pada Badan Publik harus dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya. 

Selain itu, menurutnya e-monev juga berprinsip partisipatif, yaitu dengan melibatkan berbagai pihak yang kompeten dan berkepentingan secara proaktif, termasuk transparansinya, yaitu seluruh tahapan dilaksanakan secara terbuka dan dapat diakses oleh peserta dan terakhir berkelanjutan, yaitu dilaksanakan secara berkala dan terus-menerus.(TS)

 

Read 76 times
rdev

Web administrator di Badan Pengembangan Wilayah Surabaya Madura

Website: www.bpws.go.id
Login to post comments