Indonesian Chinese (Simplified) English Japanese Korean

SURABAYA-Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS) Pada tahun 2018 sukses melatih 180 pelaku industri kecil menengah (IKM) di Bangkalan dan Sumenep. Tahun ini BPWS kembali melatih 120 IKM di Pamekasan dan Sumenep. Program tersebut untuk menggenjot perekonomian Madura.

Namun, hal ini tidak menjadikan cita-cita untuk membangun Pulau Madura terhenti sampai program tersebut. Ketiga pihak (GIZ-CIM, BPWS, dan INOPAK Institute) sepakat bahwa langkah-langkah baru dan inovatif dan berkelanjutan untuk membangun Pulau Madura perlu dilakukan. 

Untuk menjawab tantangan tersebut, ketiga pihak (GIZ-CIM, BPWS, dan INOPAK Institute) sepakat membentuk “SEMINAR TEKNOLOGI TERAPAN DAN GELAR PRODUK IKM BPWS DESAIN KEMASAN MODERN TAHUN 2019” yang akan dilaksanakan pada tanggal 9-10 Oktober 2019 di Hotel Four Points by Sheraton, Surabaya yang akan dihadiri oleh 30 perwakilan IKM dengan membawa 300 produk yang telah memiliki kemasan modern dan layak untuk masuk pasar modern, dan juga dihadiri oleh para buyer yang memiliki gerai di Madura dan Jawa Timur.

Acara ini mengusung tema yaitu Meningkatkan Kesejahtraan UMKM Melalui Kemasan dan Pengembangan Bisnis, Teknologi Terapan untuk Pengelolaan Limbah, serta Peningkatan Nilai Tambah dari Komoditas Lokal.

Ketua Inopak Institute, Alfin NF Mufreni mengatakan ,“Dengan menghilangkan kendala keterbatasan IKM untuk memperoleh pengetahuan dan keahlian mengenai pengembangan kewirausahaan, IKM Indonesia sejatinya dapat menghadapi persaingan ekonomi dengan lebih baik, modern, dan progresif. 

Selain itu juga, akan diadakan Summit Dinner turut dihadiri pula oleh Gubernur Jawa Timur, Kedutaan Besar Jerman, GIZ-CIM, Konsulat Jerman di Surabaya, Pejabat Pemprov Jawa Timur, Pejabat Bakorwil Madura, Bupati Bangkalan, Bupati Sampang, Bupati Sumenep, Bupati Pamekasan, dan Walikota Surabaya, Kementrian terkait Dewan Pengarah BPWS, Kepala Badan Pelaksana BPWS, Pejabat BPWS dan Ketua INOPAK Institute. Hal tersebut menjadi momen yang tepat untuk menunjukan kepada daerah-daerah lain langkah pembangunan yang telah diakukan di Pulau Madura.

 “Diharapkan dapat memicu para peserta seminar untuk kemudian ikut bersinergi dalam mengembangakan ekonomi regional demi meningkatkan kesejahtraan masyarakat”, ujar Kasubdiv. Pemberdayaan BPWS, Edy Slamet Budi S. (hps)

SURABAYA – Kepala Sub Divisi Pemberdayaan Divisi Hubungan Kelembagaan dan Komunitas Masyarakat BPWS, Edy Slamet Budi menyatakan pelatihan terhadap pelaku industri kecil menengah (IKM) terus dilakukan.

’’Targetnya tahun ini mencapai 250 IKM se-Madura,’’ katanya dalam rapat evaluasi Pelaksanaan Program Pelatihan SDM wilayah Madura, Selasa (3/9).

Baru-baru ini, pihaknya sudah melakukan pelatihan terhadap pelaku IKM di Kabupaten Sumenep dan Pamekasan. Jumlahnya sekitar 180 peserta.

Masing-masing untuk Kabupaten Sumenep 120 peserta, dan Kabupaten Pamekasan sekitar 60 peserta. BPWS dikatakan Edy turut menggandeng Inopak Institute sebagai pihak ketiga.

Materi pelatihan tersebut meliputi ekonomi kreatif berbasis kompetensi.’’Terutama dalam proses teknik pengemasan yang bisa menarik minat pasar,’’ kata Edy.

Nantinya, output dari hasil pelatihan ini akan diseleksi yang terbaik untuk dipamerkan dalam Summit Meeting Sidepoll yang akan digelar di Surabaya pada Oktober mendatang. (edw)

JAKARTA – Perhatian produk industri kecil menengah (IKM) Madura tidak hanya didalam negeri. Pengembangan dan modernisasi kemasan kini mulai dilirik oleh Jerman.

Adalah  Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit GmbH atau GIZ, mulai memberikan perhatian. GIZ merupakan perusahaan internasional milik pemerintah federal Jerman yang beroperasi di berbagai bidang di lebih dari 130 negara.

GIZ umumnya bekerja sama dengan pemerintah negara, lembaga negara, dan sektor swasta. Untuk pelaksanaannya mereka menugaskan  Innopak Institutte, yakni para anak bangsa yang menjadi alumnus selama menempuh pendidikan di negeri panzer ini.

’’Memang ada beberapa point yang bisa dikerjasamakan,’’ kata Koordinator Program Migrasi Developmen GIZ, Makhdonal Anwar, kemarin.

Kerjasama dalam pengembangan produk IKM Madura selama ini dilakukan bersama Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS). Khususnya, dalam implementasi teknologi terapan masyarakat.

Pembahasan tersebut dibahas dalam Persiapan Seminar Teknologi Terapan dan Gelar Produk IKM Wilayah Madura Desain Kemasan Modern di kantor GIZ-CIM, Jakarta.  Pertemuan ini turut dihadiri oleh Sekretaris BPWS, Sidik Wiyoto; Kepala Satuan Kerja BPWS, Lukman Hakim; dan Kepala Subdiv Pemberdayaan Masyarakat Divisi Hubungan Kelembagaan dan Komunitas Masyarakat, Edi Slamet Budi S.

Teknologi baik dalam budidaya bahan dasar olahan maupun kemasan modern produk tersebut. Berbagai pelatihan telah dilakukan oleh BPWS bersama Innopak.’’Target kita adalah pelaku langsung IKM Madura, dan Pemerintah Pusat dalam penentuan kebijakan,’’ ujar Makhdonal.

Terpisah, menurut Sidik Wiyoto adanya kerjasama ini turut membantu dalam pengembangan dan percepatan di Madura.

Ia mengatakan,  dengan adanya sentuhan dari GIZ menjadi penunjang dalam proses pembangunan di Madura. Terlebih, rencana program Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam membangun Indonesia Islamic Science Park (IISP) tengah dipersiapkan.

’’Ini bisa terkoneksi dengan program Pemprov. Dimana pengembangan produk IKM bisa menjadi salah satu bagian dari memajukan Madura,’’ ujar Sidik.(edw)