Indonesian Chinese (Simplified) English Japanese Korean
  • Disiapkan Jadi Ahli IT

Sumenep – Setelah sebelumnya melatih ribuan Sumber Daya Manusia (SDM) Madura dalam berbagai bidang, kini Badan Pengembangan Wilayah Surabaya – madura (BPWS) kembali melakukan pelatihan yang sama. Kali ini BPWS melatih seribu (1000) pemuda Madura untuk dilatih sebagai ahli IT (Information Technology) di bidang komputer dan teknisi handphone.

Badan Pengembangan Wilayah Surabaya-Madura (BPWS) terus melakukan langkah konkrit dalam membangun Madura dengan mempererat kerjasama dengan masing-masing Pemerintah Kabupaten di Madura. Setelah menandatangani MOU dengan Pemerintah Kabupaten Sampang dan Pamekasan, kini (28/2) BPWS telah menandatangani MOU dengan Pemerintah Kabupaten Sumenep. BPWS dalam tahun 2015-2019 berdasarkan hasil kesepakatan Bappenas masing - masing Kabupaten di Madura akan memperoleh anggaran 25 milyar. Mulai tahun depan, BPWS akan merencanakan anggaran 200 milyar setiap tahunnya untuk pembangunan di Madura. BPWS mengharapkan kepada masing-masing Bupati untuk dapat memberikan informasi program yang diprioritaskan. Sampai saat ini masih terdapat perbedaan persepsi antara BPWS dengan Pemerintah Kota Surabaya dan Kabupaten Bangkalan terkait dengan tugas-tugas BPWS, oleh karena itu kebijakan BPWS lebih diarahkan ke timur Madura diantaranya Kabupaten Sampang, Pamekasan dan Sumenep. BPWS akan mempersiapkan pelatihan-pelatihan untuk SDM di Madura untuk sektor industri, diantaranya pelatihan-pelatihan IT dengan pondok-pondok pesantren yang diharapkan akan langsung dapat dipraktekan dan pelatihan perbengkelan serta service lainnya untuk bekal dalam membuka lapangan pekerjaan.

[quote align="center" color="#999999"]"Kami berharap adanya suara Madura bukan suara Kabupaten"[/quote]

BPWS juga telah melakukan koordinasi dengan Kementerian Pariwisata terkait dengan pengembangan pariwisata yang ada di Kabupaten Sumenep yaitu Pulau Giliiyang, pantai Lombang, dan Pantai Sapeken dan BPWS juga berharap dapat menjadi wisata syariah di Indonesia. Program yang oleh Kementerian Pariwisata tersebut direncanakan akan dicanangkan di Kabupaten Sumenep dengan bantuan Bappeda Kabupaten Sumenep. Dalam minggu depan, BPWS akan merencanakan rapat koordinasi guna menfinalkan program prioritas tersebut agar segera dapat diwujudkan.
Sumenep mempunyai potensi yang sangat besar diantaranya sektor industri dan pariwisata. “Kami berharap adanya suara Madura bukan suara Kabupaten”, ujar Bupati Sumenep Ahmad Busro Karim.
Kepala BPWS Ir. Mohamad Irian M.Eng, Sc., mengatakan bahwa BPWS akan mendukung; baik di bidang infrastruktur maupun SDM. Untuk sektor wisata BPWS dapat ikut mempromosikan untuk mengenalkan potensi wisata di Madura. BPWS berharap adanya wisata percontohan dengan pelatihan SDM dan manajemen wisatanya. Selain itu, Kementerian Pekerjaan Umum juga akan mengerjakan jalan nasional Pantai Utara Madura dengan panjang lintasan kurang lebih 170 km dalam RPJMN 2015-2019. (aas)

Badan pengembangan Wilayah Suramadu (BWPS) terus melakukan langkah konkrit membangun Madura dengan mempererat kerjasama dengan Pemkab-pemkab di Madura. Setelah sinergi dengan Pemkab Sumenep, kini BPWS meneken MoU dengan Pemkab Sampang dan Pemkab Pamekasan.
Penandatanganan nota kesepahaman ini merupakan langkah maju ntuk membangun Madura.
"Kami bersyukur dengan adanya BPWS ini sangat membantu daerah. ke depan, kami berharap kerjasama yang dibangun ini akan memberi manfaat bagi masyarakat Madura secara luas,"ujar Bupati Sampang, Fanan hasib.


Sementara itu, dalam pelaksanaan MoU dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, Bupati Pamekasan menyatakan dukungan penuh terhadap Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS) di Madura. Pernyataan dukungan tersebut disampaikan oleh Bupati Pemekasan Ach. Syafi’i setelah penandatanganan MoU kerjasama antara BPWS dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan di Aula Ringgitan Pendapa Ronggosukowati Pamekasan kemarin (14/2)
MoU tersebut ditandatangani langsung oleh kepala BPWS Ir. Mohamad Irian M.Eng, Sc. dengan Bupati Pemekasan Ach. Syafi’i disaksikan pejabat tinggi di kedua belah pihak. Selain kepala, BPWS hadir pula Wakil Kepala Drs. Herman Hidayat MM, Deputi Pengendalian Dr. Ir. Agus Wahyudi SE. MM dan beberapa rombongan lain. Sementara dari pemkab Pamekasan hadir beberapa Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan ketua komisi D DPRD pemekasan Hinsnan Achmadi.
Bupati Pamekasan Ach. Syafi’i mengatakan, mendukung sepenuhnya program pengembangan Madura yang dilakukan oleh BPWS. Hal itu sebagai salah satu langkah menunjang kemajuan pembangunan Madura demi kesejahrteraan masyarakat. Apalagi dengan peran BPWS, Madura kedepan diproyeksikan menjadi pusat ekonomi Indonesia di Timur. ”Perlu saya tegaskan disini, pemerintah dan masyarakat Kabupaten Pamekasan mendukung keberadaan BPWS,” ucapnya.


Syafi’i mengatakan, bahwa pembangunan jembatan Suramadu tidak hanya menjadi sarana penyebarangan saja. Akan tetapi pembangunan jembatan terpanjang ke dua di Indonesia tersebut dibarengi dengan pembangunan berbagai sektor yang berkelanjutan. Hal itu sudah tercantum dalam program yang direncanakan oleh BPWS. ”Rencana pemerintah pusat dan program BPWS sinergi dengan harapan dengan masyarakat Madura, dan dapat di laksanakan bersama - sama. Keberadaan BPWS dapat termanfaatkan oleh masyarakat Madura,” lanjutnya.
Sementara itu, Kepala BPWS Ir. Mohamad Irian M.Eng, Sc. dihadapan para undangan menjelaskan rencana untuk pengembangan Madura kedepan. Antara lain pengembangan di sekitar Jembatan Suramadu sisi Madura. Disana sudah disiapkan lahan dengan luas sekitar 40 hektar untuk pembangunan beberapa faslitas, antara lain taman mini yang melambangkan empat kabupaten, gedung islamic center sebagai ikon Madura dan beberapa fasilitas lain.
Sementara itu untuk pengembangan Kabupaten Pamekasan BPWS memberikan bantuan kepada pemerintah daerah untuk pengembangan infrastruktur, lokasi wisata islami, pengembangan sumbar daya manusia (SDM) dan pengembangan sumber daya alam (SDA) baik di sector peternakan, pertanian, dan perikanan. ”Untuk saat ini dana yang di anggarkan masih terbatas, namun kedepan kami akan memfasilitasi Kabupaten Pamekasan melalui dana Aanggran pendapatan negara (APBN) yang berada di kementerian,” ucapnya (coy)

Surabaya (7/2) – Sebagai upaya menigkatkan kinerja para karyawannya, BPWS mengadakan acara bertajuk siraman rohani dan pemberian motivasi kerja dengan mengundang entrepreneur muda sekaligus seorang motivator, Dr. H. Siswanto yang memberikan sedikit pengalaman dalam memacu motivasi semangat kerja yang lebih baik. Acara yang di buka oleh kepala Bapel BPWS, Mohamad Irian ini diikuti oleh seluruh jajaran karyawan yang ada di lingkup Bapel BPWS bertempat di Kantor BPWS. Dengan suasana santai acara berjalan dengan menarik, ditunjukkan dengan antusiasme para peserta yang memberikan beberapa pertanyaan.
Dr. H. Siswanto menjelaskan prinsip tak kenal putus asa dalam menghadapi setiap masalah yang terjadi pada pekerjaan. “jangan pernah merasa putus asa jika menghadapi suatu kegagalan dalam usaha”. Semangat pantang menyerah, kejujuran dan keikhlasan adalah faktor utama dari kunci sebuah keberhasilan. Beliau juga menambahkan, “ jangan pernah lepas dari prinsip 9A, yaitu action…action..action..dan action..”, yang tak lain adalah selalu bertindak dengan rasa optimis dan selalu fokus terhadap setiap pekerjaan yang dilakukan.

[quote align="center" color="#999999"]"jangan pernah lepas dari prinsip 9A, yaitu action…action..action..dan action.."[/quote]

Menurut Siswanto, jika suatu pekerjaan tidak di kerjakan dengan fokus, maka hanya akan menunggu kehancurannya. Jadi tetap sungguh – sungguh dan focus, jujur dan ikhlas untuk mencapai suatu keberhasilan yang di inginkan. Dari acara yang di adakan ini diharapkan dapat menjadikan motivasi karyawan BPWS untuk lebih semangat lagi dalam melaksanakan tugas – tugas dan tanggung jawabnya. (pip)

Dalam tahun 2014 ini Badan Pengembangan Wilayah Surabaya-Madura (BPWS) mengalihkan alur program-programnya ke Kabupaten Sampang dan Pamekasan dalam pembangunan di bidang infrastruktur strategis. BPWS dalam Tahun Anggaran 2014 mendapatkan anggaran dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp 381.578.100 dan untuk dua Kabupaten tersebut BPWS akan menganggarkan dana sebesar Rp 111 miliar. Untuk mengkoordinasikan hal itu, BPWS mengundang Bupati dari dua Kabupaten tersebut. Dalam pelaksanannya, BPWS akan melakukan pembebasan tanah dan sebaliknya Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional V akan membuat desain dan strukturnya. Stimulasi yang dilakukan BPWS saat ini yakni melakukan penanganan sarana dan prasarana yang strategis, mendesak dan terpaksa. Tahun 2014 ini, Bappenas telah menyetujui apa yang diusulkan BPWS untuk membantu pembangunan di Kabupaten Sampang dan Pamekasan. Dana untuk Kabupaten Sampang terdiri dari Rpv 18 miliar untuk jalan, Rp 2,5 miliar untuk air minum, Rp 5 miliar untuk penerangan jalan umum (pju) dan Rp 20 miliar untuk pembebasan tanah.


“Apabila Kabupaten Sampang telah dapat dibantu oleh BPWS, maka diharapkan Kabupaten yang lain di Madura agar BPWS dapat membantu juga,”ungkap Wabup Sampang Fadhilah Budiono saat menghadiri undangan di kantor BPWS(30/1). Seperti kita ketahui Kabupaten Sampang mengalami banjir akibat curah hujan tinggi maka perlu adanya konsep penanganan banjir secara terpadu. Dalam kesempatan yang sama dan waktu yang berbeda Bupati Pamekasan Syafii juga menghadiri undangan Kepala BPWS. Tujuannya untuk membicarakan pembangunan di Madura yang berkenaan dengan tugas-tugas BPWS. Sebab, dia mendengar masih banyak terjadi kesalahpahaman antara BPWS dan Pemerintah Daerah. Bupati Pamekasan berharap kedepan bisa bekerjasama meningkatkan pembangunan di Madura dengan BPWS. (aas)

Hampir tiga tahun BPWS menjalankan tugasnya sesuai dengan amanah PerPres No.27 tahun 2008. Dalam perjalanannya, BPWS mengalami beberapa kendala dalam mengembangkan kawasan di Kaki Jembatan