Indonesian Chinese (Simplified) English Japanese Korean

Bupati Bangkalan R Makmun Ibnu Fuad, SE kembali menerima kedatangan Deputi Pengendalian Bapel-BPWS  Dr.Ir.Agus Wahyudi,SE.MM yang didampingi para stafnya dan Kepala Kantor Pertanahan Bangkalan pada Hari Minggu tanggal 14 Juni 2015 di Pendopo Bangkalan.Penerimaan Bapel-BPWS tersebut dengan acara pemaparan beberapa kegiatan yang akan dilaksanakan oleh Bapel-BPWS diantarannya tentang Tindak Lanjut Pengadaan tanah untuk Jalan menuju pelabuhan Socah, pengadaan tanah pembangunan jalan Interchange di overpass II akses Suramadu, tindak lanjut pengadaan tanah pembangunan pasar umum dan parker umum, pengadaan tanah untuk pembangunan instalasi PDAM di Tangkel, peningkatan jalan akses Kampus Universitas Trunojoyo Madura(UTM), pengadaan tanah untuk Kawasan Khusus Madura (KKM) guna pembangunan pelabuhan Tanjung Bulupandan, dan pengadaan tanah pembangunan jalan akses (Tol) ruas Tangkel-Tg Bulupandan. 

Paparan di atas disampaikan oleh Deputi Pengendalian Bapel-BPWS. Sesuai dengan permintaan Bupati, bahwa paparan tersebut sangat diperlukan agar Pemerintah Kabupaten Bangkalan  dapat mengetahui rencana kegiatan yang akan dilakukan Bapel-BPWS di wilayah Bangkalan. Oleh sebab itu, atas permintaan Ra Momon sapaan akrab Makmun Ibnu Fuad, BPWS menjelaskan secara detail rencana membangun Bangkalan ke depan. Selama ini memang akibat kekurang pahaman Pemerintah Kabupaten Bangkalan terhadap BPWS, menyebabkan beberapa kegiatan BPWS terhenti selama 4 tahun belakangan. 

Guna menindaklanjuti rencana2 BPWS,  Bupati minta agar kegiatan tersebut dilandasi dengan Memorandum of  Understanding(MoU) sebagai bentuk kesepakatan bersama dalam kemitraan antara kedua belah pihak. MoU yang draft-nya sudah diserahkan BPWS kepada Bupati langsung, sampai saat ini masih dalam pembicaraan ditingkat Pemerintah Kabupaten Bangkalan. 

Bupati Makmun sangat memahami upaya BPWS membangun Bangkalan. Terlebih harapannya agar ke depan BPWS bisa memaklumi keinginannya diantaranya BPWS bisa bekerja sama dengan baik dengan Pemerintah Kabupaten Bangkalan, memprioritaskan putra daerah atau warga masyarakat lainnya untuk membangun di wilayahnya. Hal-hal yang berkaitan dengan benefit(kemanfaatan) hasil2 pembangunan dilakukan secara sharing dalam rangka turut meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui kerja sama antara BPWS dengan BUMD Bangkalan , mengutamakan tenaga kerja lokal , menghormati budaya religius masyarakat Madura pada umumnya dan Bangkalan pada khususnya, demikian harapan Ra Momon yang didampingi para tenaga ahlinya. (Eddi Harlijadi)

 

Bapel- Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS) dalam tahun 2015 ini melanjutkan kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Sampang. Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan MoU yang dilakukan oleh Wakil Kepala Bapel-BPWS Drs Herman Hidayat,SH.MM dengan Wakil Bupati Sampang Drs Fadhilah Budiono pada tanggal 26 Mei 2015 bertempat di Ruang Pringgitan Pendopo Sampang.

Wabup Sampang dalam sambutannya sangat mengharapkan dukungan berbagai pihak untuk turut membangun wilayahnya. Partisipasi dalam membangun wilayah Kabupaten Sampang sangat kami butuhkan. Dukungan dimaksud diantaranya pengembangan Sumberdaya Manusia (SDM) serta pembangunan infrastruktur; ujar Fadhillah.

Wabup sempat menyinggung Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Sampang yang masih harus ditingkatkan agar sejajar dengan daerah lain di Jawa Timur. Di bidang infrastruktur, kami perlu dukungan adanya peningkatan kualitas jalan, jembatan, dan sarana air bersih. Pengembangan SDM dan pembangunan infrastruktur diharapkan akan mendorong masyarakat Sampang dapat meningkatkan kemampuan serta menciptakan kondisi yang kondusif bagi pertumbuhan ekonomi; kata Wabup yang pernah menjabat Bupati Sampang beberapa tahun silam.

Melalui MoU dengan Bapel- BPWS sangat diharapkan dapat melanjutkan kerja sama selama ini, sehingga apa yang dilaksanakan oleh kedua belah pihak memiliki landasan yang kuat guna mengikat Pemkab dengan BPWS dalam setiap kegiatan, katanya.

Sementara itu, Wakil Kepala Bapel-BPWS mengatakan kerja sama bahwa antara BPWS dengan Pemkab Sampang sudah pernah dilakukan tahun-tahun sebelum ini. MoU ini sangat penting dan strategis agar masing-masing pihak dapat melaksanakan setiap kegiatan yang dikerjasamakan memberi kontribusi yang optimal dan bermanfaat bagi masyarakat Madura pada umumnya dan Sampang pada khususnya; kata Wakil Kepala BPWS Herman Hidayat.

Pada bagian lain dari penandatanganan tersebut, secara bersamaan juga dilakukan penandatanganan MoU antara Pemkab Sampang dengan Badan Informasi Geospasial(BIG) dan antara Pemkab Sampang dengan Universitas Trunojoyo Madura (UTM). (Eddi Harlijadi)

 

Peringatan Hari kebangkitan nasional pada 20 mei lalu, menjadi momentums eluruh elemen Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS)) untuk meng-apgrade  semangat kerja. Ini disampaikan Wakil Kepala BPWS irjen (purn) Drs Herman Hidayat SH MM dalam upacara peringatan Harkitnas di halaman parkir BPWS, Rabu (20/5).

“Ini harus menjadi momentum bagis eluruh komponen BPWS untuks emakin giat bekerja dan mengabdi demi kemajuan bangsa ini. Jangan ada lagi plintat plintut, tegakkan disiplin kerja dan teguhkan komitmen yang kuat dan bermental baja dalam menjalani pengabdian,”tegasnya.

Dalam upacara itu, Herman Hidayat juga membacakan sambutan tertulis Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara. Dimana dalam harkitnas tersebut ia mengajak segenap masyarakat untuk mengenang kembali semangat perjuangan para pendiri bangsa (The Founding Fathers) bangsa besar ini untuk diambil teladan bagi kita semua.

Ia menyebutkan, Dokter Wahidin Sudirohusodo dan Dokter Sutomo telah menanamkan konsep perjuangan intelektual lewat pembentukan organisasi untuk membangun kebersamaan dan persatuan antar elemen bangsa.

“Proses panjang perjuangan mereka yang dilanjutkan para pejuang lain, telah menghasilkan lahirnya bangsa besar Negara Kesatuan Republik Indonesia,” kata Rudiantara.

Namun Menkominfo menegaskan, bahwa perjuangan bangsa Indonesia belum berakhir. Menurutnya, perjuangan ini adalah abadi untuk menuju Indonesia maju dan modern, berkeadilan, sejahtera, berdemokrasi, serta bermartabat.

Menkominfo berharap, momentum Harkitnas mampu membangkitkan kembali nilai kebersamaan, persatuan dan kesatuan bangsa dalam menghadapi tantangan yang ada dengan menggelorakan rasa bangga dan cinta tanah air.

“Tidak ada bangsa yang maju tanpa kerja keras. Tidak ada bangsa tanpa pengorbanan,” kata Rudiantara sebagaimana dikutip Inspektur Upacara Harkitnas Herman Hidayat. 

Tampak hadir dalama upacara itu seluruh karyawan dan para pejabat BPWS. (coy) 

Pameran 15th Agro & Food Expo 2015 yang dilaksanakan pada tanggal 14 – 17 Mei 2015, bertempat di Hall B Jakarta Convention Center (JCC) Jakarta adalah pameran bisnis (B to B), serta sarana untuk membangun jaringan bisnis bagi industri berbasis Agro dan pengolahan makanan. Adapun pameran kali ini diikuti oleh hampir 200 peserta lokal dan Internasional dengan menampilkan berbagai produk dan teknologi terbaru di bidang pertanian dan industri makanan. Agro & Food Expo sendiri merupakan pameran dagang dan investasi yang dikunjungi para buyer dan investor nasional maupun mancanegara sehingga merupakan sarana business to business yang efektif bagi para stakeholder industri terkait.

Dalam pameran yang diselenggarakan selama 4 hari tersebut diantaranya memamerkan produk-produk dari hasil pertanian baik segar maupun olahan, produk tanaman holtikultura, produk perkebunan, produk perikanan, produk hasil kelautan, serta produk tanaman rempah. Sedangkan untuk produk industri makanan dan minuman meliputi produk organik, makanan beku, makanan kaleng/kemasan, produk susu dan lain-lain.

Pameran 15th Agro & Food 2015 dibuka langsung oleh Menteri Pertanian dan dihadiri para pejabat Eselon I, II dan III dari Kementerian Pertanian, Delegasi Internasional, Exportir, Importir dan Distributor, Asosiasi bidang agro dari dalam negeri dan luar negeri, serta para pelaku usaha bidang agro. Sedangkan dari Bapel-BPWS hadir Wakil Kepala Bapel-BPWS Drs. Herman Hidayat, SH, MM, Deputi Bidang Pengendalian Dr. Ir. Agus Wahyudi, SE, MM, Sekretaris Badan Ir. Machfudz Madjid, MM, serta para Kepala Divisi di lingkungan Bapel-BPWS.

Bapel-BPWS turut berpartisipati dalam pameran 15th Agro & Food Expo 2015 dalam rangka fasilitasi promosi produk-produk unggulan dari Surabaya dan Madura, dengan menggandeng unit usaha “elok mekar sari” yang merupakan binaan dari Dinas Pertanian Kota Surabaya, unit usaha “ambudi makmur II” binaan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bangkalan, Dinas Perindustrian dan Perdangan Kabupaten Sampang, unit usaha “dinny home industri” binaan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Pamekasan, serta unit usaha “anika usaha” yang merupakan binaan dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sumenep.

Adapun hasil olahan dari unit usaha “elok mekar sari” diantaranya berupa jangkrik krispi, serundeng jangkrik, peyek jangkrik, serta minuman rumput laut, sedangkan hasil olahan unit usaha “ambudi makmur II” berbahan dasar dari buah salak, diantaranya kismis salak, kurma salak, sirup salak, dan dodol salak, dan kain batik dengan pewarna alam khas Madura turut serta dipamerkan, sedangkan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sampang memamerkan produk olahan berupa krupuk ikan, olahan jambu mete, kripik pisang, dan kripik buah nangka. Unit usaha “dinny home industri” membawa hasil olahan berupa teri nasi, abon ikan tongkol, rambak ikan, dan lidah ikan mayang, sedangkan hasil olahan dari unit usaha “anika usaha” berupa rengginang lorjuk, rumput laut siap olah, krupuk rumput laut, dodol rumput laut dan teri krispi.

Dalam pameran tersebut selain hasil olahan agro yang banyak dikunjungi di stand Bapel-BPWS, pengunjung juga tertarik dengan informasi tentang produk ‘asap cair’ sebagai bahan pengawet makanan karena dianggap lebih aman. Pengunjung juga tertarik dengan sapi lokal Madura yang tidak kalah kualitasnya dengan sapi dari Australia dan siap bekerjasama untuk mendukung program pemerintah guna meningkatkan kapasitas produksi sapi lokal Madura. Adanya permintaan dan peluang usaha dalam sesi buyer meet seller terhadap hasil olahan kripik salak untuk dapat dikembangkan dan dieksport, serta adanya permintaan yang cukup besar dari buyer terhadap rumput laut jenis cottonii dari Sumenep, dan rencananya buyer ingin survey langsung ke lapangan untuk mengetahui kapasitas produksi rumput laut di sana.

Produk unik pada saat pameran adalah hasil olahan dari jangkrik, karena sebagian besar pengunjung menganggap makanan tersebut cukup ‘ekstrim’ untuk dikonsumsi, dan hal tersebut cukup mendapat perhatian dari media massa (Metro TV  dan TV One) untuk meliputnya. 

Dan Alhamdulillah Bapel-BPWS berhasil meraih penghargaan sebagai juara I ‘stan terbaik’ untuk kategori Kementerian/BUMN dalam pameran tersebut. (gun) 

 

BPWS mendapat kesempatan di acara Cangkrukan Bareng(bincang santai bersama) anggota Dewan Perwakilan Daerah(DPD) RI dan Rektor Universitas Trunojoyo Madura (UTM)   yang disiarkan secara live oleh JTV tanggal 10 Mei 2015 malam. Tema acara tersebut tentang Percepatan Pembangunann dan Pengembangan Kawasan Suramadu yang dipandu oleh host acara Cangkrukan Taufik Monyong.

Para pembicara yang mewakili lembaganya masing2 dari BPWS Deputi Pengendalian Dr.Ir. Agus Wahyudi,SE.MM, DPD RI Drs Achmad Nawardi,Msi, dan Rektor UTM Dr.Drs. M Sjarief, MM.Msi. Mereka tampil sebagai narasumber sesuai dengan perannya dalam melihat perkembangan yang terjadi pasca pembangunan Jembatan Suramadu dalam kurun waktu tujuh tahun ini. Disamping itu,  kehadiran lembaga atau badan yang dibentuk Pemerintah pusat yakni Badan Pelaksana – Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS) terhadap pengembangan wilayah Madura dan  Surabaya, yang sudah berjalan sejak enam tahun yang lalu itu, menurut sebagian masyarakat menilai bahwa BPWS belum berdampak positif terhadap perubahan pada kesejahtaraan masyarakat Madura.

Permasalahan di atas ini menjadi topik dialog yang penting dan membutuhkan solusi yang tepat bagi upaya pengembangan wilayah Suramadu ke depan. Acara yang boleh dikatakan amat santai yang diselingi canda khas Suroboyoan itu mampu menghadirkan apresiasi publik pemirsa, yang ditandai dengan telepon ke acara itu sebagian besar dari masyarakat Madura. 

Menurut Agus Wahyudi, sejak dibentuknya BPWS pada tahun 2009 belum memiliki struktur organisasi yang lengkap dan anggaran BPWS masih tergantung anggaran Kementerian PU. Baru pada tahun 2011 sampai dengan 2014, BPWS memiliki anggaran sendiri yang berasal dari APBN. Rencana Induk BPWS tetap memperhatikan perencanaan Kabupaten dan Kota di wilayah Suramadu serta menjadikan pedoman perencanaan di BPWS.

Kiprah BPWS selama ini, kata Agus dalam menjalankan tugasnya selalu berkoordinasi dengan beberapa Kementerian (sektoral) yang menjadi bagian dari Dewan Pengarah, dan sering mendorong sektor-sektor terkait lainnya tersebut untuk mendukung pembangunan infrastruktur di Madura dan Surabaya. Hasilnya bisa dilihat antara lain Jalan Lintas Utara Madura yang dikerjakan oleh Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) V Surabaya-badan di bawah Ditjen Bina Marga – atau stimulasi melalui anggaran BPWS untuk peningkatan jalan di Sampang dan pemasangan PJU di Jalan ruas Pamekasan-Sumenep.

Menurut Achmad Nawardi anggota DPD RI asal Jawa Timur, untuk melakukan percepatan pembangunan dan pengembangan wilayah Suramadu memerlukan perhatian semua pihak yang terkait di wilayah ini. Tidak semata kebutuhan anggaran tetapi lebih dari itu perlu juga dibangun harmonisasi antara empat Kabupaten di Madura, Kota Surabaya, Pemerintah Provinsi Jatim, dan BPWS, ujar Nawardi .

Rektor UTM M Sjarief sependapat dengan Nawardi terkait perlunya harmonisasi antar semua pihak yang ada. Sejauh ini pihaknya melalui lembaga pengabdian masyarakat UTM telah melakukan kajian2 tentang bagaimana pengembangan wilayah Suramadu yang erat dengan penataan ruang wilayah. BPWS kata dia, harus tetap berpedoman kepada penataan ruang wilayah di seluruh Madura. 

Bebasis ABPD  empat Kabupaten di Madura yang rata2 sebesar Rp. 200 milyar itu, masih perlu dukungan untuk memfasilitasi kegiatan2 di masyarakat dengan anggaran yang memadai, sehingga wilayah Suramadu tetap menjadi sasaran pengembangan yang benar2 menyentuh kebutuhan masyarakat serta dapat memberi manfaat yang besar, kata Rektor UTM mengakhiri acara Cangkrukan JTV. (eddi harlijadi)

 

Bupati Sampang KH Fanan Hasib menegaskan bahwa eksistensi Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS)  sangat dibutuhkan. Ini dikatakan bupati dalam acara sinkronisasi dan percepatan pembangunan infrastruktur dan kawasan di Madura oleh Kementerian Pekerjaan Umum – Perumahan Rakyat (PU-PR) RI di kantor BPWS, Senin (11/5).

Hadir dalam pertemuan tersebut Sekjen Kemen PU-PR RI Ir Taufik  Widjoyono M Sc. Bupati Sampang Fanan Hasib, perwakilan Kabupaten Bangkalan, Pamekasan dan Sumenep, serta jajaran BPWS, Bapeprov Jatim dan BBPJN V. Menurut KH Fanan Hasib, keberadaan BPWS dibutuhkan untuk mendorong percepatan pembangunan di Madura.

“Memang saya dengar ada suara-suara sumbang yang menginginkan berbeda. Namun, kita semua harus berfikir jernih bahwa eksistensi BPWS ini diperlukan,” tandasnya.

Lebih lanjut dikatakan, pemerintah pusat juga harus memberikan penguatan secara yuridis agar ruang gerak BPWS semakin baik dan tepat sasaran. “Kami juga menunggu percepatan itu bisa segera direalisasikan. Sebab, kami sendiri juga ditunggu rakyat yang sangat membutuhkan,” pungkasnya. (coy)