Indonesian Chinese (Simplified) English Japanese Korean

Dalam rangka menerima Kunjungan Masa Reses H. Nizar Zahro dan Drs. H. Gatot Sudjito, M.Si anggota Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Daerah Pemilih Jawa Timur, telah diadakan pertemuan pada hari Selasa, tanggal 03 Maret 2015 di Kantor Badan Pelaksana BPWS jalan Tambak Wedi no 1 Surabaya,

Rapat Dengar Pendapat kali ini yang digelar pada Kamis (05/02/2015) membahas tentang alokasi anggaran untuk unit organisasi, fungsi, dan program Bapel-BPWS dalam RAPBN-P tahun anggaran 2015. Acara dibuka oleh ketua rapat Ir.Yudi Widiana Adia, M.Si dan dihadiri oleh hampir seluruh fraksi partai yang ada. Dalam paparannya Kepala Bapel-BPWS Ir. Mohammad Irian, MEng.Sc mengatakan bahwa, arah kebijakan Bapel-BPWS dalam mendukung peningkatan ekonomi di wilayah Suramadu berorientasi pada agenda prioritas (nawa cita) Pemerintah, diantaranya melalui pembangunan infrastruktur dan sarana pendukung kegiatan ekonomi lokal di kluster-kluster unggulan, membangun fasilitas regional berupa fasilitas umum sosial, terminal regional, kawasan pergudangan dan perdagangan regional, serta pengembangan kawasan industri kecil dan menengah di pulau Madura.

Beliau juga menyampaikan perihal lingkup program BPWS untuk tahun 2015-2019 yang meliputi stimulasi pembangunan dan peningkatan infrastruktur guna untuk mendukung pengembangan 19 kawasan unggulan yang tersebar di 4 kabupaten di Madura, pengusahaan dan investasi pada kawasan strategis, perberdayaan masyarakat dan pengembangan SDM, persiapan dan monev dukungan sektor, serta fasilitasi koordinasi dengan sektor dan lembaga donor.

Salah satu anggota komisi V DPR RI Drs. Gatot Sudjito, M.Si menyoroti masalah fungsi multi player effect yang belum begitu dirasakan oleh masyarakat Madura dengan keberadaan jembatan Suramadu, karena seharusnya justru dengan dibangunnya jembatan Suramadu, maka percepatan dan pertumbuhan perekonomian Madura yang menopang propinsi Jawa-Timur diharapkan dapat memberikan sumbangsih yang begitu luar biasa kepada pendapatan negara yang lebih besar. 

Pada kesempatan yang sama anggota komisi V Moh.Nizar Zahro, SH yang berasal dari Dapil Jatim XI mengatakan “untuk 19 kluster unggulan yang akan dikerjakan oleh BPWS sebaiknya agak digeser mindset nya, semestinya kluster-kluster jangan semakin jauh dari wilayah kabupaten yang ada di sekitar jembatan, fungsinya untuk memberikan manfaat kepada masyarakat desa sekitar, sehingga rasa kecemburuan antara masyarakat Kabupaten Bangkalan dengan Kabupaten lain tidak semakin parah,“ungkapnya.
 
Adapun point penting dalam RDP kali ini akhirnya menyimpulkan bahwa komisi V DPR RI menyetujui penjelasan anggaran alokasi anggaran dalam RAPBN-P TA.2015 untuk fungsi dan program Bapel-BPWS sebesar Rp 295.507.000.000,- dan meminta BPWS untuk meningkatkan perannya sesuai Perpres No.27 Tahun 2008 juncto Nomor 23 Tahun 2009, serta memperkuat sinergi program dan koordinasi dengan Kementerian PU Pera, Kementerian Perhubungan, Pemerintah Daerah, dan pemangku kepentingan (stakeholders) lainnya.

Pada rapat ini Kepala Bapel-BPWS didampingi oleh Wakil Kepala BPWS Drs. Herman Hidayat, SH, MM, Sekretaris Badan Ir. Machfudz Madjid, MM, Deputi Perencanaan Ir. Wartantio Pribadi, MEng.Sc, Deputi Pengendalian Dr. Agus Wahyudi, SE,MM serta para Kepala Divisi di lingkungan Bapel-BPWS. (div.perwkl.jkt)

Badan pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS) menandatangani nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) di bidang keamanan dengan Polres se Madura dan Polres Pelabuhan Tanjung Perak di kantor BPWS, Jl tambak Wedi No 1 Surabaya, (12/12). Kerjasama ini merupakan bentuk sinergitas institusi vertikal dibidang keamanan dalam rangka  mengembangkan Madura.

Hadir dalam MoU tersebut Kabidkum Polda Jatim Kombes Pol Hendi Handoko MM, Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Aries Syahbudin S.I.K. M Hum, Kapolres  Bangkalan Soelistijono S.I.K, Kapolres Sampang AKBP Yudo Nugroho Sugianto S.I.K, Kapolres Pamekasan AKBP Nanang Chadarusman S.I.K MH dan kapolres Sumenep AKBP Marjoko S.I.K M Si. 

Sementara dari BPWS dihadiri langsung Kepala BPWS Ir. Mohammad Irian M.Eng,Sc dan Wakil Kepala BPWS Irjenpol (purn) Drs Herman Hidayat SH MM didampingi Deputi Pengendalian, Staf Ahli bidang keamanan dan komunikasi social dan para Kepala Divisi. 

Pada kesempatan itu, Hendi Handoko menegaskan, terhadap kerjasama ini merupakan bentuk komitmen kepolisian untuk turut mendukung penuh pembangunan Madura, terutama sesuai ranah kewenangan yang dimiliki Polri.

“Yakni pengamanan, pertukaran informasi  dan penegakan terhadap pelanggaran hukum, dalam konteks ini adalah terkait dalam rencana pengembangan dan pembangunan di Madura”, ujarnya.

Sementara itu, Kepala BPWS  menyatakan, kerjasama sinergitas ini diharapkan dapat memberi daya dukung dalam pengembangan Madura ke depan. “Dengan kerjasama ini diharapkan pengembangan Madura ke depan semakin lancar. Bukan untuk menakut-nakuti, justru sebaliknya dimana Polri  adalah pengayom masyarakat. Dengan langkah ini diharapkan ada upaya persuasif kultural dalam membangun Madura ke depan yang sesuai dengan domain tugas kepolisian dan BPWS,” ujarnya.

Sementara itu Herman Hidayat menegaskan, baik BPWS maupun kepolisian di wilayah Madura memiliki tugas dan tanggungjawab yang sama dalam upaya membangun Madura sesuai dengan ranah kewenangannya masing-masing. “Kerjasama ini bentuk positif yang perlu terus didorong guna terwujudnya pembangunan Madura yang memberdayakan, islami, Indonesiawi dan Madurawi,” tandasnya.

Untuk diketahui, ruang lingkup dalam nota kesepahaman ini meliputi pertukaran informasi berkaitan dengan penyelenggaraan tugasBPWS. Kemudian, terkait bidang pengamanan dan daya dukung pembangunan, pencegahan dan penindakan terhadap penyalahgunaan wewenang dan pelanggaran hukum serta peningkatan koordinasi pengamanan informasi, laporan dan  pengaduan masyarakat. (coy)

 

Investor manca negara mulai tertarik dengan Provinsi Jawa Timur. Duta Besar Selandia Baru di Indonesia David Taylor mengajak beberapa investor negara Kiwi itu ke Jawa Timur sebagai tamu Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Kedatangan tiba2 ke kantor BPWS di Surabaya tanggal 2 September 2014 sempat membuat staf BPWS agak terkejut, sebab sebelumnya tidak ada pemberitahuan resmi. “kami ke BPWS atas saran bapak Gubernur Jawa Timur Soekarwo”, ujar Yanti penterjemah yang mengikuti kegiatan investor di Surabaya kepada staf BPWS.
Rombongan investor tersebut diterima langsung oleh Kepala Divisi Perencanaan Umum Ir. Achmad Yani.,M.Si, Kepala Divisi Penyiapan Kawasan Ir. Arif Mustafa, dan Kepala Sub Divisi Pengadaan Tanah Eddi Harlijadi,SE.MM serta staf lainnya. Para invetor itu terdiri dari Leigh Hopper selaku Managing Director Hopper Development Ltd (investor pengembangan kawasan pesisir), Lance Sheppard Director International Business Development untuk Investasi Power Technology, Eddy Tjawinoto dari PT Podo Joyo Mashur (investor lokal) serta Yanti penerjemah sebagai pendamping.
Mengetahui pesatnya pembangunan di Jawa Timur serta pertumbuhan ekonomi yang mencapai 7,23 % itu, para investor itu ingin mengetahui lebih jauh tentang dan kesempatan investasi yang bisa mereka lakukan di provinsi yang berpenduduk 39 juta jiwa ini. Khususnya di wilayah Madura yang tidak terlepas dengan keberadaan Jembatan Suramadu sebagai infrastruktur pendorong percepatan pembangunan di Madura dan Surabaya, mereka juga ingin mengetahui seberapa besar dampaknya bagi pembangunan di Madura, utamanya yang berkaitan dengan pengelolaan kawasan pesisir.
Pada pertemuan di ruang rapat BPWS, Ir. Achmad Yani,M.Si menjelaskan tentang BPWS yang diatur berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2008. Menurut Yani, BPWS bertugas mengembangkan beberapa kawasan yakni Kawasan Kaki Jembatan Suramadu Sisi Surabaya, Kawasan Kaki Jembatan Suramadu Sisi Madura, Kawasan Khusus Madura, dan tugas lain merupakan stimulan terkait percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah lain di Madura.
Potensi Madura terus dikembangkan melalui 22 kawasan (cluster) guna mempercepat pembangunan kawasan sesuai dengan masing - masing potensi yang dimiliki setiap daerah. Yang sudah dilaksanakan adalah terjalinnya kerja sama antara BPWS dengan beberapa Pemerintah Daerah Kabupaten di Madura. Diantaranya peningkatan jalan, penerangan jalan umum (PJU), SPAM dan pavingisasi jalan di P Gili Iyang di Sumenep.
Leigh Hopper dari Hopper Development begitu tertarik dengan video tentang Pulau Gili Iyang dan Pulau Gili Labek di Sumenep yang ditayangkan BPWS. Dua pulau tersebut kata Yani adalah pulau yang dikembangkan menjadi wisata bahari dan wisata kesehatan. Gili Iyang memiliki keunikan yakni kandungan oxygen udaranya melebihi kemurnian oxygen rata - rata yakni sekitar 25 %, kandungan tertinggi di dunia setelah Yordania. Kandungan oxygen yang tinggi itu akan menjadi daya tarik sebagai wisata kesehatan, sedang P Gili Labek adalah pulau untuk aktivitas penyelaman (snorkling) karena keindahan pasir pantai yang putih bersih dan aneka keindahan terumbu karangnya.
Leigh menyarankan bahwa potensi alam Madura yang cukup indah harus benar-benar diperhatikan pelestarian alam dan lingkungannya. Karena dua faktor ini menambah daya tarik bagi touris, ujarnya. Pengalaman Leigh mengembangkan kawasan terpadu untuk pesisir pantai di Auckland Selandia Baru, pengelolaan lingkungan dan menjamin pelestariannya menjadi modal utama untuk ditawarkan kepada wisatawan dan ternyata; kata dia, pertumbuhan kunjungan wisatawan manca negara ke negeri di Selatan Benua Australia itu mencapai 10 % di atas pertumbuhan ekonomi negeri itu yang hanya 30 %. “Ini cukup menggembirakan masyarakat dan tentu saja pemerintah kami”, katanya lagi.
Sebaliknya kepada Masyarakat di Jawa Timur khususnya Madura agar tetap memperhatikan faktor2 lingkungan terutama water supply (air bersih) untuk kebutuhan wisata, tenaga listrik yang cukup, sarana transportasi darat yang bagus dan lancar. Seiring dengan ketersediaan infrastruktur perhubungan yang juga diinginkan investor, Yani menuturkan bahwa di Madura sudah ada Lapangan Terbang (Lapter)Trunojoyo di Sumenep. Lapter ini memiliki panjang runway sekitar 1.200 meter dan baru bisa di darati oleh Pesawat jenis ATR berpenumpang 50 orang. Bahkan ditambahkan bahwa perusahaan penerbangan Trigana Air sudah membuka penerbangan lokal yang direncanakan melayani rute Banjarmasin-Sumenep.
Lapter ini akan mendukung pengembangan kawasan dalam rangka mempercepat pengembangan wilayah timur Madura, khususnya sektor pariwisata yang kebetulan secara geografis Sumenep dekat dengan Bali. Para investor itu pun bertanya berapa waktu tempuh ke Sumenep dari Surabaya atau dari Bali. Di Jawab oleh Yani, bahwa sarana jalan yang relatif cukup baik dan sedang dilakukan peningkatan adalah solusi untuk memperpendek waktu tempuh dari dan ke Sumenep. (EH)

Rabu 7 Agustus 2014 Kepala dan Wakil Kepala Bapel BPWS telah mengadakan audisi ke Gubernur Jawa Timur untuk menyampaikan program kerja dan progres kinerja tahun 2014. Bekerja sama dengan kota Surabaya, Bapel BPWS sedang melaksanakan perbaikan drainase Kali Tebu yang terletak di deliniasi KKJSS sisi barat dengan memasang Sheet pile CCSP secara bertahap, dimana tahun 2014 dipasang sepanjang  778 m2 dengan total nilai Rp 20 M. Selanjutnya bekerja sama dengan Kabupaten Sampang, Pamekasan dan Sumenep maka Bapel BPWS juga

Berdayakan Pelaku Wisata

Sampang –Setelah sebelumnya pemuda dan pemudi di tiga kabupaten di Madura, yakni Sumenep, Pamekasan dan Sampang, BPWS kembali melatih pemuda pemudi Bangkalan dalam bidang pariwisata. Ini merupakan rangkaian dari pelatihan pengembangan wisata dengan menyasar para pelaku wisata di Madura. Pelatihan itu sendiri digelar sehari menjelang puasa di Sampang, 27 – 28 Juni. Kegiatan ini merupakan upaya BPWS