Indonesian Chinese (Simplified) English Japanese Korean

Anugerah keterbukaan informasi Badan Publik  yang di gelar Komisi Informasi Pusat di Istana Wakil Presiden pada Kamis (21/11) menjadi ke lima kalinya BPWS mendapatkan Perhargaan Keterbukaan Informasi Publik yakni Pada Tahun 2015, 2016, 2017,2018 dan 2019

Acara tersebut dibuka oleh Ketua KI Pusat Gede Narayana yang dalam sambutannya mengharap kepada semua pimpinan BP selaku atasan PPID (Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi) sebagai pelaksana pelayanan informasi kepada publik dapat menjadikan keterbukaan informasi sebagai Budaya. “Jika pimpinan badan publik sudah menjadikan pelaksanaan keterbukaan informasi publik sebagai budaya maka otomatis mindset-nya selalu berupaya memberikan pelayanan informasi terbaik kepada publik. Ketua KI Pusat Gede Narayana memaparkan hal tersebut saat melaporkan hasil monev sekaligus penganugerahan BP kategori “Informatif” dan “Menuju Informatif”, yang disaksikan oleh Wakil Presiden HM Ma’ruf Amin di Gedung II Istana Wapres Jl. Medan Merdeka Selatan Jakarta, Kamis (21/11) pagi

Disampaikan juga bahwa berdasarkan hasil monev yang masih mayoritas masih masuk kategori “Tidak Informatif”, maka harus digarisbawahi pelaksanaan keterbukaan informasi di Indonesia masih jauh dari tujuan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik. Kondisi ini harus menjadi tugas bersama dalam mendorong pelaksanaan keterbukaan informasi sebagai budaya untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel

Partisipasi BP pada monev kali ini, terjadi peningkatan dari tahun 2018 yang hanya 62,83 persen menjadi 74,37 persen yang terdiri dari 92,94 persen partisipasi BP PTN, 55,96 persen BUMN, 42,11 LNS, 78,26 LN-LPNK, 85,29 persen Pemerintah Provinsi, 100 persen Kementerian, dan 100 persen partisipasi BP Partai Politik

Dalam  Penganugerahan Keterbukaan Informasi Publik Tahun ini dilakukan penilaian keterbukaan informasi Badan Publik berdasarkan kualifikasi sesuai rentangan nilai keterbukaan informasi publiknya. Dimulai dari kualifikasi tertinggi yaitu kelompok pertama Badan Publik Informatif, kedua Badan Publik Menuju Informatif, ketiga Badan Publik Cukup Informatif, keempat Badan Publik Kurang Informatif, dan kelima Badan Publik Tidak Informatif.

Dalam kesempatan ini BPWS meraih Penghargaan sebagai Badan Publik Menuju Informatif Sekretaris Bapel BPWS Sidik Wiyoto yang mewakili BPWS untuk menerima Penghargaan tersebut dari Komisi Informasi Pusat. Diharapkan Kedepan BPWS lebih baik untuk menuju Badan Publik yang Informatif. (Nin)

Komisi Informasi Pusat kembali menggelar seminar dan monitoring evaluasi keterbukaan informasi Badan Publik 2019, acara tersebut dihadiri oleh Ketua KI Pusat Gede Narayana bersama Ketua Bidang Kelembagaan KI Pusat Cecep Suryadi serta Plt Sekretaris KI Pusat Bambang Sigit Nugroho pada Rabu (20/11) bertempat di Ruang Anantakupa Lantai 7 Gedung Belakang Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jl. Medan Merdeka Barat No.9, Jakarta Pusat

Kegiatan tersebut untuk Mengawali penganugerahan hasil pelaksanaan monitoring dan evaluasi keterbukaan informasi Badan Publik tahun 2019. Seminar menghadirkan Wakil Ketua Komisi I DPR RI Muhammad Farhan dan Ketua Inovator 4.0 Indonesia Budiman Sudjatmiko dipandu moderator Komisioner KI Pusat Romanus Ndau Lendong, membahas topik tentang keterbukaan informasi publik di era digitalisasi dalam menghadapi persaingan global.

Usai seminar yang diikuti ratusan Badan Publik dan peserta dari KI Provinsi seluruh Indonesia, Ketua KI Pusat Gede Narayana bersama Ketua Bidang Kelembagaan KI Pusat Cecep Suryadi serta Plt Sekretaris KI Pusat Bambang Sigit Nugroho menyerahkan penganugerahan hasil monev kepada sejumlah Badan Publik yang masuk dalam kategori Cukup Informatif. Sedangkan Sejumlah Badan Publik yang mendapatkan penganugerahan Menuju Informatif dan Informatif akan diserahkan oleh Wakil Presiden pada penganugerahan di Istana Wapres, Kamis (21/11). (Nin)

Pulau Madura terkenal sekali dengan Kerapan Sapi, bahkan sudah menjadi icon Madura. Selain Kerapan Sapi yang sering sekali dipertandingkan di berbagai daerah di Madura ternyata ada juga kontes Sapi Sonok.

Festival Sapi Sonok menjadi Event tahunan di Madura, Khususnya di Kabupaten Sampang. Minggu, 24 November 2019 festival Sapi Sonok kembali digelar tepatnya di Pantai Wisata Camplong Kabupaten Sampang Madura. Festival Sapi Sonok merupakan  ajang memamerkan kecantikan para sapi betina layaknya peragawati, sepasang sapi sonok pun tampak berlenggang mengikuti alunan musik group saronen, musik tradisional khas Madura. Festival sapi sonok tahun ini lebih menyedot perhatian peternak sapi ras Madura. Tidak kurang 27 pasang sapi sonok se-Madura unjuk kebolehan di arena sepanjang 30 meter. Setiap tampil, ada 3 pasang sapi sonok yang melenggang di atas arena.

Event tahunan ini dihadiri langsung oleh Bupati dan Wakil Bupati, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata, FORKOPIMDA, Seluruh SKPD Kabupaten Sampang, Ketua Paguyuban Sapi Sonok se-Madura, serta tokoh masyarakat wilayah Kabupaten Sampang.

Ajang festival Sapi Sonok tahun ini memang sengaja memilih tempat di Pantai Wisata Camplong dengan tujuan bahwa festifal sapi sonok ini merupakan bagian yang sangat menunjang Wisata Pantai dan Alam dalam mengembangkan Pariwisata Kabupaten Sampang.

Dalam sambutannya Bupati menjelaskan, “Dengan adanya festival tahunan sapi sonok, diharapkan banyak wisatawan yang datang ke Kabupaten Sampang serta mengangkat perekonomian  Masyarakat Kabupaten Sampang.”  

Event yang luar biasa ini sukses mengundang banyak wisatawan, bahkan pada pelaksanaannya ternyata sudah ditunggu oleh wisatawan dari luar Madura, ribuan bikers dari seluruh Indonesia ikut menyaksikan pertujukan seni khas Madura.

Gelaran Festival Sapi Sonok di Kabupaten Sampang ini sekaligus melestarikan Budaya Asli Madura dan diharap mampu menarik kunjungan wisata Lokal maupun dari luar Pulau Madura. (Nin)

Proses yang integral pada tindakan dan kegiatan yang dilakukan secara terus menerus oleh pimpinan dan seluruh pegawai Bapel BPWS untuk memberikan keyakinan yang memadai atas tercapainya tujuan organisasi Bapel BPWS melalui kegiatan yang efektif dan efisien, keandalan pelaporan keuangan, pengamanan aset negara, dan ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan” Harus benar-benar dilakukan dengan penuh tanggung jawab oleh semua level tingkatan karyawan Bapel BPWS, Ujar Plt. Sekretaris Bapel BPWS Sidik Wiyoto dalam acara pembukaan Pelaksanaan Kegiatan Penilaian Level Maturitas SPIP BPWS di Prigen tanggal 4-5 November 2019.

Dengan Narasumber dari BPKP Pusat Jakarta dan BPKP Perwakilan Provinsi Jawa Timur, kegiatan Penilaian Level Maturitas SPIP BPWS berjalan sesuai rencana, para Pejabat dan sebagian staff Badan Pelaksana Badan Pengembangan Wilayah Surabaya-Madura sebagai peserta begitu serius mengikuti rangkaian acara sesi demi sesi itu membuktikan adanya tanggung jawab dari masing-masing level karyawan Bapel BPWS.

Dalam sambutannya Suyarsih Fifi Herwati, Direktur Kerjasama Investasi dan Pembiayaan Pembangunan – BPKP Pusat Jakarta sebagai Narasumber menyampaikan sebagian dari 7 Perintah Presiden untuk Kabinet Indonesia Maju, bahwa,  “Jangan korupsi, ciptakan sistem yang menutup celah terjadinya korupsi dan kerja cepat, kerja keras, kerja produktif serta kerja berorientasi pada hasil nyata, semua harus serius dalam bekerja” ujarnya menutup paparannya.(MT)

Di penghujung tahun 2019 ini, BPWS kembali memberikan pelatihan kepada Pedagang Kaki Lima (PKL) Suramadu KKJSM BPWS di Bangkalan.

Hal serupa telah sukses digelar BPWS terhadap 54 PKL Suramadu KKJSM BPWS di Bangkalan pada tahun 2018. Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS) tak sekadar merelokasi para PKL ke rest area, tapi juga melakukan pelatihan terhadap pedagang kaki lima (PKL).

Sekretaris Badan pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS), Sidik Wiyoto mengatakan, BPWS diantaranya memiliki 2 program yakni fasilitasi dan stimulasi untuk masyarakat madura berupa pembangunan fisik dan peningkatan keterampilan SDM di 3 kawasan KKJSM, KKM, dan Pulau Madura.

Pelatihan tersebut dilakukan guna meningkatkan kemampuan para PKL di sekitar Suramadu, khususnya sisi pulau Madura, baik sektor sarana prasana, ekonomi dan sumber Daya Manusia. Pelatihan Kewirausahaan berbasis Kompetensi kali ini dilaksanakan dalam 2 sesi. Pelatihan sesi 1 yang bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Bangkalan, berlangsung di Hotel Dafam Pacific Caesar Surabaya 29-30 Oktober 2019 dan diikuti oleh 60 PKL yang berada di Kawasan Suramadu. Pelatihan sesi 2 rencananya akan dilaksanakan pada bulan Desember 2019.

Sementara itu, Kepala Sub Divisi Pemberdayaan Masyarakat BPWS, Edy Slamet mengatakan, pelatihan ini dilakukan secara berkesinambungan dan selalu dilakukan  monitoring peserta sebagai bentuk komitmen BPWS dalam memajukan SDM Madura.

Para “PKL ini dilatih BPWS dengan keahlian yang membuat mereka mampu memiliki daya saing dan kualitas produk yang lebih baik, Kami latih SDM mereka dengan skill. Di antaranya teknik kemasan, manajerial hingga pemasaran," tambahnya (Nin)

SURABAYA – Produk olahan pelaku industri kecil menengah (IKM) Madura kian berkembang. Termasuk proses pengemasan yang lebih modern.

Hal tersebut menjadi salah satu program Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS). Khususnya dalam percepatan pembangunan di bidang pemberdayaan.

Kali ini, para IKM mendapat pelatihan Teknologi Terapan dengan desain modern yang dilatih langsung oleh BPWS dan Innopak Instittute sebagai lembaga yang digawangi para Mahasiswa Indonesia alumnus dari Jerman.

Tidak tanggung-tanggung program pelatihan tersebut dipusatkan di Surabaya dan didukung oleh program migration development dari pemerintah Jerman melalui _The Deutsche Gesellscahft Fur Internationale Zusammenarbeit_ (GIZ).

Pada (9/10), kegiatan tersebut digelar selama dua hari di Four Point Hotel Surabaya dengan menghadirkan 30 IKM Se-Madura sebagai peserta. Selain itu, perwakilan dari empat Pemerintah Kabupaten di Madura juga turut diundang termasuk Dinas Koperasi dan UMKM Pemprop Jatim.

Alvin Mufreni Ketua Innopak Instittute menyatakan, para IKM yang dihadirkan merupakan perwakilan dari sekitar 300 IKM se-Madura yang sudah dilatih bersama BPWS.’’Kami terus mengembangkan pelatihan. Khususnya dalam teknologi terapan dan pengemasan yang lebih modern,’’ katanya.

Alvin menyatakan, selain pemahaman teori, para IKM juga berkesempatan memamerkan produk olahan mereka yang telah dilatih.

Terkait proses pelatihan yang digelar selama ini mendapat respon positif dari GIZ. Menurut Koordinator GIZ, Makhdonal Anwar pemberian pelatihan tersebut menitik beratkan pada kualitas dan kuantitas produk olahan.

’’Konsentrasi pelatihan yang diberikan memang memfokuskan bagaimana IKM bisa mengerti teknologi pangan, pengemasan dan ramah lingkungan termasuk pengawetan tanpa bahan kimia,’’ terang dia.

Makhdonal menyatakan, kurun waktu setahun animo IKM Madura dengan adanya pelatihan cukup besar. Pasalnya, BPWS dan Innopak tidak hanya memberikan teori tentang pengolahan.

Melainkan praktek langsung bagaimana produk olahan yang biasa dijual harga murah bisa meningkat.’’Kami juga bawa langsung mesin-mesinnya, ada pendampingan dilapangan. Sehingga produk yang biasa dijual rendah bisa meningkat,’’ kata Makhdonal.

Dengan begitu, para IKM bisa meningkatkan pendapatanya dan target peningkatan ekonomi masyarakat Madura bisa tercapai. Hal senada juga disampaikan oleh Sekretaris BPWS, Sidik Wiyoto.

Ia menerangkan, program pelatihan yang diberikan ini sebagai bagian dalam percepatan pembangunan di Madura. ’’Khususnya dalam pemberdayaan SDM. Ini penting dalam meningkatkan taraf ekonomi masyarakat,’’ kata Sidik.

Selama ini program tersebut menelan anggaran sekitar Rp 1,2 miliar. Meski masih jauh dari cukup, namun BPWS terus berkomitmen dalam mengembangkan Madura.’’Kami selama ini sudah melatih 300 IKM. Harapannya kedepan bisa terus meningkat dengan kualitas produk IKM yang bisa menembus pasar nasional,’’ pungkas mantan Kepala BPKP Jatim ini. (edw)