Indonesian Chinese (Simplified) English Japanese Korean

Setidaknya, 480 IKM (Industri Kecil Menengah) di seluruh Madura, masing masing kabupaten 120 IKM, telah dipoles BPWS bersama dengan Pemerintah Kabupaten se Kabupaten Madura, dengan digawangi para ahli dari INOPAK Institute beserta Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit GmbH (GIZ) German. Hasilnya? Mayoritas produk yang sebelumnya biasa biasa saja, menjadi produk berkualtias luxury dan masuk pasar modern, seperti Alfamart, Alfamidi, Indomart, Hypermart dan retail modern lainnya. Bahkan, beberapa malah masuk pasar ekspor. Bagaimana bisa ? Bertahun tahun, Andi Sauman, owner produk KERIPIK IKAN CAPUNG merk HA-ROSA Pamekasan, mengalami stagnasi penjualan yang tidak berkembang. “Hanya segitu aja gak naik naik,” ujarnya. Hingga kemudian, ia mengikuti pelatihan di BPWS. Para ahli jebolan Jerman memoles teknik kemasan, disain, teknik pemasaran, jaringan pemasaran, hingga manajemen, izin, standarisasi internasional. “Dan luar biasanya, dari yang semula kemasan lusuh, kumuh dan disain alakadarnya, sehingga hanya laku murah dan terbatas. Sekarang membanggakan. Karena masuk ke pasar Modern. Di Alfamart dan sejenisnya sudah tersedia. Alhamdulillah,” tandasnnya. Dia hanyalah satu dari ratusan produk IKM yang sudah berubah 180 derajat setelah dipoles BPWS. Ratusan produk lain juga semakin berkibar menjelajah pasar Indonesia dengan mutu dan kualitas yang beradi diadu di level nasional. (coy)

Badan Pengembangan Wilayah Surabaya-Madura (BPWS) berkoordinasi dengan Komisi Informasi (KI) Pusat terkait hasil Monitoring dan Evaluasi Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2019. Tim BPWS  dipimpin oleh Ketua PPID Pandit Indrawan bersama Tim Sekretariat PPID BPWS diterima langsung oleh Ketua Bidang Penyelesaian Sengketa Informasi (PSI) KI Pusat Arif Adi Kuswardono bersama Tenaga Ahli dan Asisten Tenaga Ahli KI Pusat di ruang rapat lantai 9 Kantor Sekretariat KI Pusat Wisma BSG Jakarta, Jumat (07/02/2020).

Pada kesempatan tersebut, Ketua Bidang Penyelesaian Sengketa Informasi (PSI) KI Pusat Arif Adi Kuswardono menyampaikan apresiatif terhadap BPWS yang diawal-awal tahun sudah bergerak cepat untuk berkoordinasi dalam rangka meningkatkan pelayan keterbukaan informasi publik di tahun 2020. Dalam kesempatan yang sama Tenaga Ahli dan Asisten Ahli KI Pusat  menjelaskan hasil monitoring dan Evaluasi PPID BPWS sesuai dengan hasil yang sudah diterima dan perlu ditingkatkan indikator penilaian yang belum terpenuhi.

Sementara itu Ketua PPID Memahami terkait Hasil Monev KIP 2019, guna meningkatkan pelayanan informasi di Tahun 2020 maka PPID BPWS harus berbenah, belajar dan berinovasi dengan mengacu pada catatan hasil monev  KIP 2019 perlu ditingkatkan/dipenuhi, Semoga kedepan BPWS menjadi Badan Publik yang Informatif “tuturnya.(Nis)

Anugerah keterbukaan informasi Badan Publik  yang di gelar Komisi Informasi Pusat di Istana Wakil Presiden pada Kamis (21/11) menjadi ke lima kalinya BPWS mendapatkan Perhargaan Keterbukaan Informasi Publik yakni Pada Tahun 2015, 2016, 2017,2018 dan 2019

Acara tersebut dibuka oleh Ketua KI Pusat Gede Narayana yang dalam sambutannya mengharap kepada semua pimpinan BP selaku atasan PPID (Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi) sebagai pelaksana pelayanan informasi kepada publik dapat menjadikan keterbukaan informasi sebagai Budaya. “Jika pimpinan badan publik sudah menjadikan pelaksanaan keterbukaan informasi publik sebagai budaya maka otomatis mindset-nya selalu berupaya memberikan pelayanan informasi terbaik kepada publik. Ketua KI Pusat Gede Narayana memaparkan hal tersebut saat melaporkan hasil monev sekaligus penganugerahan BP kategori “Informatif” dan “Menuju Informatif”, yang disaksikan oleh Wakil Presiden HM Ma’ruf Amin di Gedung II Istana Wapres Jl. Medan Merdeka Selatan Jakarta, Kamis (21/11) pagi

Disampaikan juga bahwa berdasarkan hasil monev yang masih mayoritas masih masuk kategori “Tidak Informatif”, maka harus digarisbawahi pelaksanaan keterbukaan informasi di Indonesia masih jauh dari tujuan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik. Kondisi ini harus menjadi tugas bersama dalam mendorong pelaksanaan keterbukaan informasi sebagai budaya untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel

Partisipasi BP pada monev kali ini, terjadi peningkatan dari tahun 2018 yang hanya 62,83 persen menjadi 74,37 persen yang terdiri dari 92,94 persen partisipasi BP PTN, 55,96 persen BUMN, 42,11 LNS, 78,26 LN-LPNK, 85,29 persen Pemerintah Provinsi, 100 persen Kementerian, dan 100 persen partisipasi BP Partai Politik

Dalam  Penganugerahan Keterbukaan Informasi Publik Tahun ini dilakukan penilaian keterbukaan informasi Badan Publik berdasarkan kualifikasi sesuai rentangan nilai keterbukaan informasi publiknya. Dimulai dari kualifikasi tertinggi yaitu kelompok pertama Badan Publik Informatif, kedua Badan Publik Menuju Informatif, ketiga Badan Publik Cukup Informatif, keempat Badan Publik Kurang Informatif, dan kelima Badan Publik Tidak Informatif.

Dalam kesempatan ini BPWS meraih Penghargaan sebagai Badan Publik Menuju Informatif Sekretaris Bapel BPWS Sidik Wiyoto yang mewakili BPWS untuk menerima Penghargaan tersebut dari Komisi Informasi Pusat. Diharapkan Kedepan BPWS lebih baik untuk menuju Badan Publik yang Informatif. (Nin)

Komisi Informasi Pusat kembali menggelar seminar dan monitoring evaluasi keterbukaan informasi Badan Publik 2019, acara tersebut dihadiri oleh Ketua KI Pusat Gede Narayana bersama Ketua Bidang Kelembagaan KI Pusat Cecep Suryadi serta Plt Sekretaris KI Pusat Bambang Sigit Nugroho pada Rabu (20/11) bertempat di Ruang Anantakupa Lantai 7 Gedung Belakang Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jl. Medan Merdeka Barat No.9, Jakarta Pusat

Kegiatan tersebut untuk Mengawali penganugerahan hasil pelaksanaan monitoring dan evaluasi keterbukaan informasi Badan Publik tahun 2019. Seminar menghadirkan Wakil Ketua Komisi I DPR RI Muhammad Farhan dan Ketua Inovator 4.0 Indonesia Budiman Sudjatmiko dipandu moderator Komisioner KI Pusat Romanus Ndau Lendong, membahas topik tentang keterbukaan informasi publik di era digitalisasi dalam menghadapi persaingan global.

Usai seminar yang diikuti ratusan Badan Publik dan peserta dari KI Provinsi seluruh Indonesia, Ketua KI Pusat Gede Narayana bersama Ketua Bidang Kelembagaan KI Pusat Cecep Suryadi serta Plt Sekretaris KI Pusat Bambang Sigit Nugroho menyerahkan penganugerahan hasil monev kepada sejumlah Badan Publik yang masuk dalam kategori Cukup Informatif. Sedangkan Sejumlah Badan Publik yang mendapatkan penganugerahan Menuju Informatif dan Informatif akan diserahkan oleh Wakil Presiden pada penganugerahan di Istana Wapres, Kamis (21/11). (Nin)

Pulau Madura terkenal sekali dengan Kerapan Sapi, bahkan sudah menjadi icon Madura. Selain Kerapan Sapi yang sering sekali dipertandingkan di berbagai daerah di Madura ternyata ada juga kontes Sapi Sonok.

Festival Sapi Sonok menjadi Event tahunan di Madura, Khususnya di Kabupaten Sampang. Minggu, 24 November 2019 festival Sapi Sonok kembali digelar tepatnya di Pantai Wisata Camplong Kabupaten Sampang Madura. Festival Sapi Sonok merupakan  ajang memamerkan kecantikan para sapi betina layaknya peragawati, sepasang sapi sonok pun tampak berlenggang mengikuti alunan musik group saronen, musik tradisional khas Madura. Festival sapi sonok tahun ini lebih menyedot perhatian peternak sapi ras Madura. Tidak kurang 27 pasang sapi sonok se-Madura unjuk kebolehan di arena sepanjang 30 meter. Setiap tampil, ada 3 pasang sapi sonok yang melenggang di atas arena.

Event tahunan ini dihadiri langsung oleh Bupati dan Wakil Bupati, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata, FORKOPIMDA, Seluruh SKPD Kabupaten Sampang, Ketua Paguyuban Sapi Sonok se-Madura, serta tokoh masyarakat wilayah Kabupaten Sampang.

Ajang festival Sapi Sonok tahun ini memang sengaja memilih tempat di Pantai Wisata Camplong dengan tujuan bahwa festifal sapi sonok ini merupakan bagian yang sangat menunjang Wisata Pantai dan Alam dalam mengembangkan Pariwisata Kabupaten Sampang.

Dalam sambutannya Bupati menjelaskan, “Dengan adanya festival tahunan sapi sonok, diharapkan banyak wisatawan yang datang ke Kabupaten Sampang serta mengangkat perekonomian  Masyarakat Kabupaten Sampang.”  

Event yang luar biasa ini sukses mengundang banyak wisatawan, bahkan pada pelaksanaannya ternyata sudah ditunggu oleh wisatawan dari luar Madura, ribuan bikers dari seluruh Indonesia ikut menyaksikan pertujukan seni khas Madura.

Gelaran Festival Sapi Sonok di Kabupaten Sampang ini sekaligus melestarikan Budaya Asli Madura dan diharap mampu menarik kunjungan wisata Lokal maupun dari luar Pulau Madura. (Nin)

Proses yang integral pada tindakan dan kegiatan yang dilakukan secara terus menerus oleh pimpinan dan seluruh pegawai Bapel BPWS untuk memberikan keyakinan yang memadai atas tercapainya tujuan organisasi Bapel BPWS melalui kegiatan yang efektif dan efisien, keandalan pelaporan keuangan, pengamanan aset negara, dan ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan” Harus benar-benar dilakukan dengan penuh tanggung jawab oleh semua level tingkatan karyawan Bapel BPWS, Ujar Plt. Sekretaris Bapel BPWS Sidik Wiyoto dalam acara pembukaan Pelaksanaan Kegiatan Penilaian Level Maturitas SPIP BPWS di Prigen tanggal 4-5 November 2019.

Dengan Narasumber dari BPKP Pusat Jakarta dan BPKP Perwakilan Provinsi Jawa Timur, kegiatan Penilaian Level Maturitas SPIP BPWS berjalan sesuai rencana, para Pejabat dan sebagian staff Badan Pelaksana Badan Pengembangan Wilayah Surabaya-Madura sebagai peserta begitu serius mengikuti rangkaian acara sesi demi sesi itu membuktikan adanya tanggung jawab dari masing-masing level karyawan Bapel BPWS.

Dalam sambutannya Suyarsih Fifi Herwati, Direktur Kerjasama Investasi dan Pembiayaan Pembangunan – BPKP Pusat Jakarta sebagai Narasumber menyampaikan sebagian dari 7 Perintah Presiden untuk Kabinet Indonesia Maju, bahwa,  “Jangan korupsi, ciptakan sistem yang menutup celah terjadinya korupsi dan kerja cepat, kerja keras, kerja produktif serta kerja berorientasi pada hasil nyata, semua harus serius dalam bekerja” ujarnya menutup paparannya.(MT)