Indonesian Chinese (Simplified) English Japanese Korean

Dalam memberikan pelayanan Informasi Publik sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik, Komisi Informasi Pusat selaku Badan Publik yang menangani kegiatan ini mengadakan acara Penyerahan Penganugerahan Pemeringkatan Keterbukaan Informasi Badan Publik Tahun 2015  bertempat di Istana Negara, Jakarta pada tanggal 15 Desember 2015. Acara diawali oleh sambutan Ketua Komisi Informasi Pusat Abdulhamid Dipopramono menyampaikan perihal latar belakang dilaksanakannya Pemeringkatan Keterbukaan Informasi Badan Publik , kemudian dilanjutkan dengan sambutan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, yang menjelaskan bahwa Keterbukaan Informasi Publik ini adalah salah satu program pemerintah yang tertuang dalam  program NawaCita no 2 dalam pengelolaan pemerintahan dengan menerapkan good governance, disampaikan juga  bahwa tahun 2015 ini terdapat sebanyak 146 diantara Kementerian, Lembaga Negara, Lembaga Non Struktural , Pemerintah Provinsi, Perguruan Tinggi dan Partai Politik yang telah memberikan Informasi Publik dengan baik, dalam pemeringkatan Tahun 2015 ini BPWS masuk dalam kategori Lembaga Non Struktural mendapatkan peringkat ke 6 dari sebanyak 86 Lembaga Non Struktural. Selanjutnya pada kesempatan tersebut , Presiden Joko Widodo menyampaikan bahwa dengan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik masyarakat Indonesia dapat memantau semua Badan Publik melalui Keterbukaan Informasi Publik. (Nin)

Setelah menyelenggarakan pelatihan pariwisata di 4 kabupaten di Madura secara bergantian Pada Tahun 2014, kini BPWS pada Tahun Anggaran 2015 kembali menfasilitasi masyarakat Madura melalui Pelatihan Pembuatan Perahu Fiberglass di Desa Banyusangka, Kecamatan Tanjung Bumi – Kabupaten Bangkalan dimulai pada hari Kamis tanggal 15/10/2015 dan berakhir pada tanggal 26/11/2015. Kegiatan yang dikemas dalam bentuk teori dan praktek itu, BPWS menghadirkan Narasumber / Intruktur mumpuni atau ahli dibidangnya yaitu dari Badan Pengakajian dan Penerapan Tehnologi (BPPT) Jakarta.

Kegiatan yang berlangsung selama 40 hari (1 hari Teori dan 39 Hari Praktek) ini cukup mengundang antusias peserta. Pasalnya, kegiatan ini sangat ditunggu-tunggu oleh masyarakat untuk mengikuti Pelatihan pembuatan Perahu Fiberglass yang sejatinya proposal pengajuan dari kepala desa banyusangka ke BPWS sudah diajukan pada tahun 2014 dan baru dilaksanakan pada tahun Anggaran 2015. 

Dalam laporannya, Abu Tholib selaku Ketua Pelaksana menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan rangkaian dari program pemberdayaan masyarakat BPWS di tahun 2015. Adapun  maksud dan tujuan dari kegiatan tersebut adalah  Memberikan pengetahuan dan pemahaman serta keterampilan kepada masyarakat terkait pelatihan pembuatan perahu fiberglass. Dengan demikian bisa dari pelatihan tersebut dapat menciptakan sumber daya manusia masyarakat nelayan yang memiliki keterampilan atau keahlian dalam pembuatan perahu dan Terbinanya masyarakat nelayan sehingga dapat mendukung mata pencaharian mereka sebagai nelayan.

Kegiatan yang diselenggarakan di Desa Banyusangka ini, dibuka secara resmi oleh Kepala Divisi Hubungan Kelembagaan dan Komunitas Masyarakat BPWS, Tadjus Subki. Dimana dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan ini dapat mendorong terciptanya SDM-SDM  Madura yang berkualitas. “Kami berharap setelah selesainya pelatihan ini masyarakat desa banyusangka bisa menciptakan lapangan kerja sendiri dalam hal pembuatan Perahu Fiberglass guna menopang mata pencahariannya. 

Di akhir kegiatan, pada tanggal 26 Nopember 2015 mengahsilkan output 1 buah cetakan Perahu Fiber glass dan 1 buah Perahu Fiberglass dan langsung diserahterimakan ke masyarkat desa Banyusangka – Kec. Tanjung Bumi – Kab. Bangkalan yang dalam hal ini dari BPWS diwakili oleh Tadjus Subki selaku Kepala divisi HKKM dan menyerahkan kepada H. ABD Sukur  selaku Kepala Desa Banyusangka. Sebelum diserahkan Perahu fiberglass tersebut kita lakukan Uji berlayar di pantai yang ada di daerah banyusangka dengan jarak berlayar kira kira 4km. Dengan pengujian berlayar tersebut perahu sudah layak dipergunakan sebagaimana sesuai kebutuhan masyarakat Banyusangka.(Abu)

Penutupan Pelatihan Industri – Teknik Pengembangan dan Pemanfaatan Tanaman Obat atas kerja sama BPWS dengan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur UPT Materia Medica Batu pada tanggal 08 Desember 2015 dihadiri oleh perwakilan dari BPWS yaitu Kepala Divisi Pengendalian Pembangunan Bapak Mohammad Anwar. Dalam sambutannya Moch. Anwar mengharapkan dengan adanya pelatihan ini para peserta  yang telah dilatih diharapkan bisa mengolah ramuan ramuan jamu Tradisional Madura sesuai dengan standar Internasional. Ibu Unik selaku Perwakilan dari UPT Materia Medica Batu dalam sambutannya juga menyampaikan bahwa pelatihan ini diharapkan akan menjadi modal kedepan bagi para peserta pelatihan untuk menjadi entrepreneur yang sukses.

Kepala SMK Farmasi Yannas Husada Bangkalan Bapak Ilham juga menyampaikan rasa terima kasih yang sedalam dalamnya kepada BPWS dan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur UPT Materia Medica Batu yang telah memberikan ilmu yang sangat bermanfaat bagi para siswa siswinya yang telah mendapatkan pelatihan  selama 10 hari, disamping itu Bapak Ilham juga mengingatkan kepada para siswa siswinya agar mempunyai rasa percaya diri yang tinggi untuk menjadi entrepreneur yang sukses. (Nin)

 

Salah satu tugas dan fungsi BPWS adalah melatih SDM yang ada di Madura, BPWS dalam hal ini bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur UPT Materia Medica Batu dengan melaksanakan Pelatihan Industri – Teknik Pengembangan dan Pemanfaatan Tanaman Obat dengan melatih 22 orang dari SMK Farmasi Yannas Husada Bangkalan.

Acara yang dibuka pada tanggal 22 November 2015 ini juga dihadiri oleh Kepala Divisi HKKM BPWS Tadjus Subkhi dan Kepala UPT Materia Medica Batu Husin Rayesh Mallaleng, acara ini akan berlangsung hingga tanggal 8 Desember mendatang, setiap peserta pelatihan diajarkan bagaimana pemanfaatan tanaman obat  untuk digunakan dalam pengobatan tradisional. Selanjutnya dalam pelatihan tersebut dilakukan pengenalan jenis tanaman obat, manfaat obat tradisional, pengolahan dan cara produksi obat tradisional yang baik.

Selain itu, peserta diberi pelatihan kewirausahaan, cara berorganisasi dan usaha kelompok masyarakat, proses pengolahan tanaman obat, termasuk praktek pengolahan tanaman obat keluarga untuk  anti oksidan serta praktek pengolahan untuk obat diabetes. Dengan dilaksanakannya latihan ini diharapkan para peserta yang dilatih nanti mampu mengelola tanamanan obat yang ada di sekitar lingkungan mereka untuk dapat diolah menjadi Jamu yang siap pakai dan bebas dari BKO (Bahaya Bahan Kimia Obat). Para peserta yang telah lulus dalam latihan ini akan diberikan sertifikat yang dapat digunakan sebagai dasar pengalaman untuk dapat diaplikasikan ke masyarakat. (Nin)

Surabaya, rapat yang dilaksanakan pada hari Jum’at (13/11/2015) bertempat di Ruang Rapat Mustazir BPWS ini, merupakan Rapat Penetapan Rencana Induk Badan Pelaksana BPWS.

Rapat dipimpin oleh Plt.Kepala BPWS Drs. Herman Hidayat, SH, MM dan dihadiri Kabiro Perencanaan Anggaran PUPERA, Kabid Perumahan Formal Menko Perekonomian, Unit Anggota Setwanrah BPWS, bersama Pimpinan dan para Kepala Divisi Badan Pelaksana BPWS.

Pada awal Pembukaan Plt.Kepala BPWS Drs. Herman Hidayat, SH, MM beliau mengatakan pentingnya Rencana Induk Badan Pelaksana BPWS dalam membangun Madura kedepannya, Dalam pengantar atau penjelasan Rencana Induk perlu ditambahkan dasar penyusunan Rencana Induk diantaranya revisi perpres dan adanya dorongan permintaan daerah dalam hal ini kabupaten di Madura dalam percepatan pengembangan Wilayah Suramadu oleh Badan Pelaksana BPWS.

Sementara Kabiro Perencanaan Anggaran PUPERA, Drs. A, Hasanudin, ME mengatakan Penyusunan Rencana Induk BPWS harus sejalan dengan Revisi Perpres,  jika telah disusun maka Menteri PUPERA akan menyampaikan Rencana Induk Badan Pelaksana BPWS kepada Menko Perekonomian.

Sementara itu pada kesempatan yang sama Kabid Perumahan Formal Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Drs, Hotman Sidauruk,MBA menyampaikan beberapa masukan penting terkait dengan Draft Perpres Badan Pelaksana BPWS yang akan  segera disampaikan kepada Bapak Presiden apabila telah disetujui oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, dalam hal penyusunan Rencana induk perlu fokus terkait dengan pembatasan (delineasi) kewenangan dan wilayah kerja BPWS, Program-program dalam rencana induk BPWS harus mendukung masterplan atau perencanaan-perencanaan yang disusun oleh Daerah (Propinsi dan Kabupaten/kota) di Wilayah Suramadu. 

 

Pada akhir pembahasan rapat ini disimpulkan perlunya ketegasan kewenangan maupun delineasi wilayah kerja masih perlu disempurnakan kembali, dalam penyusunan Rencana Induk Badan Pelaksana BPWS. (Nin)

  •  BPWS MoU dengan Dinkes Jatim

Surabaya - Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS) menandatangani MoU dengan Dinas Kesehatan  Propinsi Jatim di kantor BPWS, Senin (9/11). MoU ini merupakan titik tolak positif bagi pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Madura dalam bidang farmasi obat herbal atau obat-obatan tradisional.

Plt Kepala  BPWS, Drs Herman Hidayat SH MM dalam kesempatan  penandatanganan MoU itu menyatakan, langkah ini merupakan langkah progresif yang akan didukung penuh. Sebab, dengan MoU tersebut maka BPWPS akan menggelar pelatihan SDM bidang obat-obatan herbal dan tradisional yang memiliki sertifikasi nasional.

“Kami mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya atas kesediaan untuk bekerjasama dengan BPWS demi memajukan Madura. Komitmen BPWS untuk membangun SDM Madura, bersambut baik dengan komitmen Dinkes Jatim,”ujar purnawirawan jenderal bintang  dua ini yang dalam kesempatan itu, Herman Hidayat didampingi sejumlah Kadiv dan kasubdiv di jajarannya.

Sementara, Kepala Dinas kesehatan Jatim, Dr. Harsono menyatakan, pihaknya mendukung penuh langkah BPWS dalam melatih SDM Madura bidang farmasi berbasis obat herbal atau tradisional ini. Apalagi Dinkes Jatim juga memiliki Unit Pelaksana Teknis  (UPT) Materia Medika yang bergerak dalam bidang pengobatan tradisional.  

Ini menjadi peluang bagus mengingat potensi Madura dalam bidang tanaman obat sangat luar biasa besar dan bagus.

“Tanah Madura ini luar biasa, sehingga tanaman obat yang dihasilkan juga bagus-bagus. Ada Rempon, cabe puyang dan lain sebagainya. Ini akan menjadi istimewa jika dikelola dengan baik,”tegasnya.

Lebih lanjut, mantan  Bupati Ngawi dua periode ini menyatakan, selama ini Jembatan Suramadu sudah memberikan dampak yang bagus bagi kesehatan masyarakat karena memberikan kemudahan akses untuk menuju rumah sakit di Surabaya yang lebih lengkap. Sebab, jarak menjadi vital dalam penanganan kesehatan.

“Nah dalam posisi inilah, potensi obat-obatan herbal ini bisa dimaksimalkan. Kami yakin, kerjasama ini akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat Madura, baik secara ekonomis maupun kesehatan,”pungkasnya.

MoU ini akan menjadi dasar dalam pelatihan SDM Madura bidang obat herbal, khususnya dari Bangkalan dan kelak peserta pelatihan akan mendapatkan sertifikat berstandar mutu nasional yang akan dikeluarkan langsung oleh  Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) yang dikeluarkan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi. (coy)