Indonesian Chinese (Simplified) English Japanese Korean

Di penghujung tahun 2019 ini, BPWS kembali memberikan pelatihan kepada Pedagang Kaki Lima (PKL) Suramadu KKJSM BPWS di Bangkalan.

Hal serupa telah sukses digelar BPWS terhadap 54 PKL Suramadu KKJSM BPWS di Bangkalan pada tahun 2018. Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS) tak sekadar merelokasi para PKL ke rest area, tapi juga melakukan pelatihan terhadap pedagang kaki lima (PKL).

Sekretaris Badan pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS), Sidik Wiyoto mengatakan, BPWS diantaranya memiliki 2 program yakni fasilitasi dan stimulasi untuk masyarakat madura berupa pembangunan fisik dan peningkatan keterampilan SDM di 3 kawasan KKJSM, KKM, dan Pulau Madura.

Pelatihan tersebut dilakukan guna meningkatkan kemampuan para PKL di sekitar Suramadu, khususnya sisi pulau Madura, baik sektor sarana prasana, ekonomi dan sumber Daya Manusia. Pelatihan Kewirausahaan berbasis Kompetensi kali ini dilaksanakan dalam 2 sesi. Pelatihan sesi 1 yang bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Bangkalan, berlangsung di Hotel Dafam Pacific Caesar Surabaya 29-30 Oktober 2019 dan diikuti oleh 60 PKL yang berada di Kawasan Suramadu. Pelatihan sesi 2 rencananya akan dilaksanakan pada bulan Desember 2019.

Sementara itu, Kepala Sub Divisi Pemberdayaan Masyarakat BPWS, Edy Slamet mengatakan, pelatihan ini dilakukan secara berkesinambungan dan selalu dilakukan  monitoring peserta sebagai bentuk komitmen BPWS dalam memajukan SDM Madura.

Para “PKL ini dilatih BPWS dengan keahlian yang membuat mereka mampu memiliki daya saing dan kualitas produk yang lebih baik, Kami latih SDM mereka dengan skill. Di antaranya teknik kemasan, manajerial hingga pemasaran," tambahnya (Nin)

SURABAYA – Produk olahan pelaku industri kecil menengah (IKM) Madura kian berkembang. Termasuk proses pengemasan yang lebih modern.

Hal tersebut menjadi salah satu program Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS). Khususnya dalam percepatan pembangunan di bidang pemberdayaan.

Kali ini, para IKM mendapat pelatihan Teknologi Terapan dengan desain modern yang dilatih langsung oleh BPWS dan Innopak Instittute sebagai lembaga yang digawangi para Mahasiswa Indonesia alumnus dari Jerman.

Tidak tanggung-tanggung program pelatihan tersebut dipusatkan di Surabaya dan didukung oleh program migration development dari pemerintah Jerman melalui _The Deutsche Gesellscahft Fur Internationale Zusammenarbeit_ (GIZ).

Pada (9/10), kegiatan tersebut digelar selama dua hari di Four Point Hotel Surabaya dengan menghadirkan 30 IKM Se-Madura sebagai peserta. Selain itu, perwakilan dari empat Pemerintah Kabupaten di Madura juga turut diundang termasuk Dinas Koperasi dan UMKM Pemprop Jatim.

Alvin Mufreni Ketua Innopak Instittute menyatakan, para IKM yang dihadirkan merupakan perwakilan dari sekitar 300 IKM se-Madura yang sudah dilatih bersama BPWS.’’Kami terus mengembangkan pelatihan. Khususnya dalam teknologi terapan dan pengemasan yang lebih modern,’’ katanya.

Alvin menyatakan, selain pemahaman teori, para IKM juga berkesempatan memamerkan produk olahan mereka yang telah dilatih.

Terkait proses pelatihan yang digelar selama ini mendapat respon positif dari GIZ. Menurut Koordinator GIZ, Makhdonal Anwar pemberian pelatihan tersebut menitik beratkan pada kualitas dan kuantitas produk olahan.

’’Konsentrasi pelatihan yang diberikan memang memfokuskan bagaimana IKM bisa mengerti teknologi pangan, pengemasan dan ramah lingkungan termasuk pengawetan tanpa bahan kimia,’’ terang dia.

Makhdonal menyatakan, kurun waktu setahun animo IKM Madura dengan adanya pelatihan cukup besar. Pasalnya, BPWS dan Innopak tidak hanya memberikan teori tentang pengolahan.

Melainkan praktek langsung bagaimana produk olahan yang biasa dijual harga murah bisa meningkat.’’Kami juga bawa langsung mesin-mesinnya, ada pendampingan dilapangan. Sehingga produk yang biasa dijual rendah bisa meningkat,’’ kata Makhdonal.

Dengan begitu, para IKM bisa meningkatkan pendapatanya dan target peningkatan ekonomi masyarakat Madura bisa tercapai. Hal senada juga disampaikan oleh Sekretaris BPWS, Sidik Wiyoto.

Ia menerangkan, program pelatihan yang diberikan ini sebagai bagian dalam percepatan pembangunan di Madura. ’’Khususnya dalam pemberdayaan SDM. Ini penting dalam meningkatkan taraf ekonomi masyarakat,’’ kata Sidik.

Selama ini program tersebut menelan anggaran sekitar Rp 1,2 miliar. Meski masih jauh dari cukup, namun BPWS terus berkomitmen dalam mengembangkan Madura.’’Kami selama ini sudah melatih 300 IKM. Harapannya kedepan bisa terus meningkat dengan kualitas produk IKM yang bisa menembus pasar nasional,’’ pungkas mantan Kepala BPKP Jatim ini. (edw)

SURABAYA-Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS) Pada tahun 2018 sukses melatih 180 pelaku industri kecil menengah (IKM) di Bangkalan dan Sumenep. Tahun ini BPWS kembali melatih 120 IKM di Pamekasan dan Sumenep. Program tersebut untuk menggenjot perekonomian Madura.

Namun, hal ini tidak menjadikan cita-cita untuk membangun Pulau Madura terhenti sampai program tersebut. Ketiga pihak (GIZ-CIM, BPWS, dan INOPAK Institute) sepakat bahwa langkah-langkah baru dan inovatif dan berkelanjutan untuk membangun Pulau Madura perlu dilakukan. 

Untuk menjawab tantangan tersebut, ketiga pihak (GIZ-CIM, BPWS, dan INOPAK Institute) sepakat membentuk “SEMINAR TEKNOLOGI TERAPAN DAN GELAR PRODUK IKM BPWS DESAIN KEMASAN MODERN TAHUN 2019” yang akan dilaksanakan pada tanggal 9-10 Oktober 2019 di Hotel Four Points by Sheraton, Surabaya yang akan dihadiri oleh 30 perwakilan IKM dengan membawa 300 produk yang telah memiliki kemasan modern dan layak untuk masuk pasar modern, dan juga dihadiri oleh para buyer yang memiliki gerai di Madura dan Jawa Timur.

Acara ini mengusung tema yaitu Meningkatkan Kesejahtraan UMKM Melalui Kemasan dan Pengembangan Bisnis, Teknologi Terapan untuk Pengelolaan Limbah, serta Peningkatan Nilai Tambah dari Komoditas Lokal.

Ketua Inopak Institute, Alfin NF Mufreni mengatakan ,“Dengan menghilangkan kendala keterbatasan IKM untuk memperoleh pengetahuan dan keahlian mengenai pengembangan kewirausahaan, IKM Indonesia sejatinya dapat menghadapi persaingan ekonomi dengan lebih baik, modern, dan progresif. 

Selain itu juga, akan diadakan Summit Dinner turut dihadiri pula oleh Gubernur Jawa Timur, Kedutaan Besar Jerman, GIZ-CIM, Konsulat Jerman di Surabaya, Pejabat Pemprov Jawa Timur, Pejabat Bakorwil Madura, Bupati Bangkalan, Bupati Sampang, Bupati Sumenep, Bupati Pamekasan, dan Walikota Surabaya, Kementrian terkait Dewan Pengarah BPWS, Kepala Badan Pelaksana BPWS, Pejabat BPWS dan Ketua INOPAK Institute. Hal tersebut menjadi momen yang tepat untuk menunjukan kepada daerah-daerah lain langkah pembangunan yang telah diakukan di Pulau Madura.

 “Diharapkan dapat memicu para peserta seminar untuk kemudian ikut bersinergi dalam mengembangakan ekonomi regional demi meningkatkan kesejahtraan masyarakat”, ujar Kasubdiv. Pemberdayaan BPWS, Edy Slamet Budi S. (hps)

Pameran ”East Java Investival 2019” di Grand City Surabaya yang Opening Ceremonynya oleh Gubernur Jawa Timur Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa, Bapel BPWS yang di wakili Divisi Investasi dan Perijinan ikut ambil bagian untuk memikat investor-investor potensi yang tertarik dengan reputasi penanaman modal di Jawa Timur yang baik dan aman.

Mengulang kesuksesan di tahun-tahun sebelumnya, Divisi Investasi dan Perijinan Bapel BPWS meraih Sertifikat Pemenang sebagai Design Stand terbaik katagori BUMD, BUMN dan Swasta. Bapel BPWS menampilkan dan menyampaikan berbagai hasil Kinerja, dan Prestasi pembangunan yang telah di raih Bapel BPWS dalam membangun Madura dan juga menyampaikan informasi-informasi tentang Potensi-potensi Madura yang sudah dikembangkan, ditata, dibangun dan rancangan rencana pembangunan kedepannya juga ikut dipromosikan oleh Bapel BPWS.

Bapel BPWS juga mempromusikan dan menyampaikan bahwa untuk mnyambut dunia teknologi yang terus berkembang, Bapel BPWS juga menyiapkan tenaga-tenaga Sumber Daya Manusia “SDM” yang handal dengan melatih dan mendidik SDM Madura unggulan yang punya daya saing dalam ilmu dan pengetahuan, dari berbagai disiplin ilmu, budaya dan latar belakang yang berbeda tapi tidak mengubah tatanan dan kearifan lokal Madura. Jadi investor-investor yang berniat menanamkan modal di Madura jangan kuatir kekurangan tenaga-tenaga handal untuk menunjang investasinya di Madura apalagi masyarakat Madura terkenal dengan masyarakat yang gigih, rajin dan tidak kenal kata menyerah. (MT)

Divisi Investasi dan Perijinan Bapel BPWS tidak patah semangat, tidak kehilangan ide menarik investor  untuk melirik potensi-potensi Madura yang berkaitan dengan tugas Bapel BPWS. Pasar global, dunia internet, jaringan komunikasi di dunia maya (internet) tidak bisa dipandang sebelah mata dalam dunia pemasaran, investasi dan perdagangan dalam menjaring investasi-investasi baru yang punya potensi besar ikut membangun Madura lebih cepat, tertata, dan terpadu yang sesuai dengan Rencana Indk Bapel BPWS. Untuk itu diperlukan penyampaian informasi yang tepat, efektif dan efisien dalam memperkenalkan dan mempromosikan secara luas potensi-potensi Madura seperti pariwisata, industri, perdagangan, Jasa dan pembangunan yang sedang dan akan dilaksanakan Bapel BPWS.

Langkah nyata untuk mewadahi ide penunjang dalam menjaring arus investasi,  Bapel BPWS yang dimotori Divisi Investasi dan Perijinan mengikuti pameran ”East Java Investival 2019” yang digelar selama 4 hari mulai tanggal 12-15 September 2019 di Grand City Surabaya.

Diharapkan ada Energi baik dan terus berlanjut yang mendukung kinerja Bapel BPWS, sehingga kedepannya diharapkan Bapel BPWS dapat melaksanakan pengembangan pembangunan Madura tepat waktu, tepat guna, dan berkesinambungan dalam rangka mendorong, mendukung peningkatan pertumbuhan perekonomian Madura secara keseluruhan tanpa merusak kultur budaya Madura yang religius. (MT)

SURABAYA – Kepala Sub Divisi Pemberdayaan Divisi Hubungan Kelembagaan dan Komunitas Masyarakat BPWS, Edy Slamet Budi menyatakan pelatihan terhadap pelaku industri kecil menengah (IKM) terus dilakukan.

’’Targetnya tahun ini mencapai 250 IKM se-Madura,’’ katanya dalam rapat evaluasi Pelaksanaan Program Pelatihan SDM wilayah Madura, Selasa (3/9).

Baru-baru ini, pihaknya sudah melakukan pelatihan terhadap pelaku IKM di Kabupaten Sumenep dan Pamekasan. Jumlahnya sekitar 180 peserta.

Masing-masing untuk Kabupaten Sumenep 120 peserta, dan Kabupaten Pamekasan sekitar 60 peserta. BPWS dikatakan Edy turut menggandeng Inopak Institute sebagai pihak ketiga.

Materi pelatihan tersebut meliputi ekonomi kreatif berbasis kompetensi.’’Terutama dalam proses teknik pengemasan yang bisa menarik minat pasar,’’ kata Edy.

Nantinya, output dari hasil pelatihan ini akan diseleksi yang terbaik untuk dipamerkan dalam Summit Meeting Sidepoll yang akan digelar di Surabaya pada Oktober mendatang. (edw)