Indonesian Chinese (Simplified) English Japanese Korean

Setidaknya, 480 IKM (Industri Kecil Menengah) di seluruh Madura, masing masing kabupaten 120 IKM, telah dipoles BPWS bersama dengan Pemerintah Kabupaten se Kabupaten Madura, dengan digawangi para ahli dari INOPAK Institute beserta Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit GmbH (GIZ) German. Hasilnya? Mayoritas produk yang sebelumnya biasa biasa saja, menjadi produk berkualtias luxury dan masuk pasar modern, seperti Alfamart, Alfamidi, Indomart, Hypermart dan retail modern lainnya. Bahkan, beberapa malah masuk pasar ekspor. Bagaimana bisa ? Bertahun tahun, Andi Sauman, owner produk KERIPIK IKAN CAPUNG merk HA-ROSA Pamekasan, mengalami stagnasi penjualan yang tidak berkembang. “Hanya segitu aja gak naik naik,” ujarnya. Hingga kemudian, ia mengikuti pelatihan di BPWS. Para ahli jebolan Jerman memoles teknik kemasan, disain, teknik pemasaran, jaringan pemasaran, hingga manajemen, izin, standarisasi internasional. “Dan luar biasanya, dari yang semula kemasan lusuh, kumuh dan disain alakadarnya, sehingga hanya laku murah dan terbatas. Sekarang membanggakan. Karena masuk ke pasar Modern. Di Alfamart dan sejenisnya sudah tersedia. Alhamdulillah,” tandasnnya. Dia hanyalah satu dari ratusan produk IKM yang sudah berubah 180 derajat setelah dipoles BPWS. Ratusan produk lain juga semakin berkibar menjelajah pasar Indonesia dengan mutu dan kualitas yang beradi diadu di level nasional. (coy)

 

Produk Industri Kecil Menengah (IKM) Madura yang dilatih BPWS dan Inopak Institute bekerjasama GIZ Jerman dan Pemerintah Daerah se Kabupaten Madura, sukses masuk ke pasar retail modern. Ini terungkap dalam Pelatihan Teknik Pengemasan Modern di Pamekasan, Selasa (21/1) yang digelar BPWS, Inopak Institute dan Pemerintah Kabupaten Pamekasan. Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Pamekasan, Abdiyati Muradi dalam kegiatan itu mengatakan, khusus untuk Pamekasan, saat ini sudah 12 produk IKM yang dilatih BPWS dan Pemkab Pamekasan, sudah masuk ke pasar retail modern. “Seperti Alfamart, Indomart dan pasar modern lainnya. Produk lainnya akan segera menyusul. Ini perkembangan positif setelah dilatih BPWS. Dan jelas telah menyumbang pertumbuhan ekonomi kawasan,” ujarnya. Diantara yang sudah masuk antara lain, teri, rengginan, otok dan lain sebagainya. 

Sementara, Kasubdiv Pemberdayaan Masyarakat BPWS, Edi Slamet menambahkan, BPWS berharap, para peserta pelatihan memiliki kepercayaan diri, kualifikasi dan kualitas untuk masuk ke toko retail modern. Ini tujuannya agar, menjadi IKM sesungguhnya. “Apa itu? Industri Kecil Miliaran. Ini bukan mustahil, hanya tinggal beberapa langkah lagi. BPWS akan terus akan dorong,” tandas bapak tiga putri yang dikenal concern di bidang industri kecil ini. Di kesempatan yang sama, Sekretaris BPWS, Sidik Wiyoto menegaskan, BPWS telah membangun jaringan nasional dan interanasional untuk memberikan ruang kepada IKM Madura berkiprah di pasar retail lebih besar.  berkali kali membangun komitmen dengan “Kita (BPWS) sudah membangun komitmen dengan Asosiasi Pengusaha Retail Indonesia  yang memiliki jaringan toko retail modern sejumlah lebih dari 4000 gerai. Ini Kesempatan emas,” tadas mantan Kepala BPKP ini. Ditambahkan, BPWS berkomitmen terus mendorong peningkatan kualitas SDM Madura untuk semakin berkiprah di kancah internasional. “Kami terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh stakeholder di Madura untuk membangun kualitas dan potensi Madura. Ini benar benar potensi besar yang harus didorong bersama sama,” tegasnya.

Terpisah, Bupati Pamekasan, Badrut Tamam, mengakui bahwa pelatihan BPWS tersebut memberi dampak positif yang terasa. Bahkan, dikatakan selaras dengan program kerja jajarannya di pamekasan.  “Kami memiliki program untuk menciptakan 10.000 pengusaha start up. Sinergi dengan BPWS dalam pelatihan ini, jelas sangat dibutuhkan,” tandasnya. Sekadar informasi, peserta latih dari kegiatan ini adalah para pengusaha industri kecil menengah yang sudah memiliki produk namun penjualannya masih konvensional dan kurang maksimal. Mereka dilatih manajemen, teknik kemasan, membuka jaringan nasional dan internasional, memfasilitasi ke pasar retail modern dan bimbingan konseling. (coy)