Indonesian Chinese (Simplified) English Japanese Korean

Peningkatan ruas jalan pendekat di wilayah Kabupaten Sampang, Madura dilakukan oleh Badan Pelaksana Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS). Akses jalan sepanjang 2,6 kilometer ini ditargetkan selesai akhir tahun 2020. Peningkatan jalan pendekat ini terletak di Desa Batuporo, Kecamatan Kedungdung. Jalan tersebut menghubungkan Desa Batuporo hingga Desa Bringkoneng.

’’Peningkatan ini dilakukan mengingat kondisinya sudah rusak, sehingga perlu ditingkatkan,’’ terang Project Officer Proyek BPWS, Heru Susanto. Ditemui dilokasi proyek pengerjaan, kemarin. Heru menerangkan lebar dari ruas jalan tersebut sekitar empat meter dengan pengerjaan dibagi dua tahap.

Pertama tahap pemasangan batu disekitar akses jalan sebagai pembatas, kemudian dilanjutkan pada tahap pengaspalan.’’Saat ini sudah berjalan 12 persen. Tahapan akan terus berjalan sampai proses pengaspalan satu lapis,’’ katanya. Target pekerjaan ini Insya Allah selesai pada bulan Desember akhir tahun ini. ’’Kami mohon support dari seluruh masyarakat dan Pemkab Sampang agar proyek ini bisa bermanfaat bagi masyarakat Madura,’’ pungkas Heru. (Edw)

Angin segar bagi masyarakat di Kecamatan Modung. Tahun ini, Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS) danPemkab Bangkalan akan melanjutkan peningkatan jalan di jalur pesisir selatan Bangkalan itu.

Camat Modung Ainul Gufron mengungkapkan, masyarakat Kecamatan Modung memang sudah lama mendambakan adanya perbaikan jalan.

"Kiai Ilyas (almarhum) sebelum meninggal mengatakan bahwa sejak lahir belum merasakan indahnya jalan Modung. Tolong usulkan, ke mana pun," ungkap Ainul kepada wartawan BPWS usai menghadiri Musrenbang RKPD Kabupaten angkalan di Gedung Rato Ebu, Rabu (20/3/2019).

Ainul menjelaskan, peningkatan jalan di pesisir Kecamatan Modung direncakanBPWS dan Pemkab Bangkalan sepanjang 2,7 Km dari Desa Patenteng hingga Desa Serabi Timur.

"Lelang konsultan sudah dilakukan, sudah ada pemenangnya. Tinggal lelang konstruksi," ungkapnya.

Belum digelarnya lelang kontruksi, lanjutnya, lantaran pihak BPWS hingga saat ini tengah menunggu selembar surat kesanggupan sewa dari pihak pemkab kepada PT KAI.

"Di bahu jalan sepanjang 2,4 Km ada rel kereta api. PT KAI menghendaki opsi sewa. Pemkab siap sewa di bawah Rp 50 juta per tahun," paparnya.

Ainul mengatakan, dalam peraturan kementrian BUMN terdapat tiga opsi terkait aset negara. Pertama opsi penghapusan, opsi kerjasama operasional (KSO), dan opsi sewa.

"Satu sisi, kami (Pemkab Bangkalan) juga tengah menunggu balasan surat dari wakil presiden tentang opsi penghapusan," katanya.

Ia menambahkan, pekerjaan peningkatan jalan di pesisir Kecamatan Modung sejatinya sudah bisa dimulai.

"Dari dulu kok minta biaya sewa. Setelah ada perbaikan malam minta sewa," imbuhnya.

Dalam perkembangannya lanjut Ainul, pekerjaan bisa dimulai dengan catatan peningkatan jalan tidak disertai pembuatan selokan.

"Jalur pesisir itu sangat penting sebagai jalur alternatif ketika jalur poros penghubung empat kabupaten di Madura macet terutama di momen hari raya," hal tersebut disampaikan.

Dalam musrembang bertemakan 'Percepatan Pembangunan Kualitas Sumber Daya Manusia dan Penyelenggara Pelayanan Publik Dasar Merata' yang, dihadiri pihak oleh eksekutif dan legislatif. Termasuk Plt Deputi Bidang Perencanaan BPWS Agus Wahyudi dan Asisten Kesra Propinsi Jatim Supriyanto.

Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bangkalan Moh Fahri mengungkapkan bahwa, program BPWS di luar 600 hektar KKJSM, selalu disinergikan bersama Pemkab Bangkalan. (coy)