Indonesian Chinese (Simplified) English Japanese Korean

DUKUNGAN terhadap kelanjutan proyek pembangunan jalan pendekat di akses Jalan Raya Suramadu, mendapat dukungan.

Pagi tadi (10/7), para PKL di akses wilayah Kawasan Kaki Jembatan Suramadu (KKJSM) sisi timur membongkar sendiri lapak mereka.

Ada enam stan yang dibongkar sendiri oleh pedagang. Kemarin sebanyak tiga stan sudah dibongkar. Total ada tujuh stan yang sedang dalam proses pembongkaran dari 54 jumlah keseluruhan lapak PKL di Desa Sukolilo Barat dan Baengas.

“Pembongkaran hari ini lanjutan dari jadwal penataan PKL yang sudah disosialisasikan oleh Pemkab dan BPWS,” terang Ketua Paguyuban PKL Suramadu, Abdul Kadir.

Ia mengatakan, para pedagang berinisiatif membongkar dan pindah dari lokasi lahan milik Pemkab Bangkalan. Sementara pihak BPWS menyediakan akomodasi pengangkutan lapak milik PKL.

Terpisah, Kepala Divisi Hubungan Kelembagaan dan Komunitas Masyarakat (HKKM) BPWS Djoni Iskandar merespon positif atas inisiatif PKL.

Dengan langkah pendekatan persuasif dibantu pihak Paguyuban PKL Suramadu, proses penataan dan pembongkaran berjalan tanpa kendala.”Tentu saja ini turut mensukseskan program pemerintah yang nantinya bisa mensejahterakan masyarakat Bangkalan dengan adanya proyek jalan pendekat,” terang Djoni.

Pensiunan PNS Pemkot Surabaya ini menambahkan, program penataan PKL sisi Timur adalah lanjutan dari program sebelumnya di KKJSM sisi Barat di Desa Pangpong.

Proses pembongkaran ini turut disaksikan oleh petugas Satpol PP Pemkab Bangkalan didampingi Pengurus Paguyuban PKL Suramadu.

Selanjutnya, para PKL tersebut akan diberi pelatihan dan menjalani proses seleksi untuk selanjutnya akan ditempatkan di Rest Area Tanean Suramadu.”Kami menaruh hormat dan simpati dari para Kepala Desa dan Pemkab untuk mensukseskan program ini,” pungkas Djoni. (edw)

Penataan Pedagang Kaki Lima (PKL) di Kawasan Kaki Jembatan Suramadu Sisi Madura (KKJSM) oleh BPWS, akan dilakukan dengan pendekatan persuasif kultural. Ini dilakukan BPWS sebagai bentuk penghargaan terhadap entitas lokal dalam pengembangan Madura secara keseluruhan.

Kepala Divisi Hubungan Kelembagaan dan Komunitas Masyarakat (HKKM) BPWS, RB. Djoni Iskandar dalam Sosialisasi Persiapan Penataan PKL KKJSM di Kantor Kecamatan Labang, Kamis (27/6) mengatakan, PKL adalah aset bangsa yang bisa mendorong basis ekonomi kerakyatan.

"Untuk itu, pendekatan persuasif kultural adalah langkah elegan dan memanusiakan PKL. Sehingga, dinamika ekonomi masyarakat tidak digerus, tetapi justru didorong untuk lebih dinamis," ujarnya.

Lebih lanjut, Djoni mengatakan, para PKL ini kelak akan dilatih BPWS dengan keahlian yang akan membuat mereka memiliki daya saing dan kualitas yang lebih baik dari sebelumnya.

"Kita latih SDM mereka dengan skill yang mumpuni. Diantaranya, teknik kemasan, manajerial hingga pemasaran. BPWS juga menggandeng GIZ Jerman dan INOPAK institute untuk memberi bekal teman-teman PKL ini. Dan itu dibiayai oleh negara melalui BPWS" ungkapnya.

Menanggapi hal itu, Camat Labang, Mahfudh mengatakan, pada prinsipnya, pihaknya berharap penataan PKL KKJSM jangan sampai menimbulkan gejolak sosial.

"Prinsipnya, harus bisa mencari win-win solution. Sehingga, roda ekonomi PKL tetap bergerak dinamis," tandasnya.

Hadir dalam sosialisasi tersebut, jajaran pejabat menengah BPWS, Asisten Perekonomian Pemkab Bangkalan, Fahri, Camat Labang, Kepala Desa Pangpong, Ansori, Kepala Desa Sukolilo Barat, Rajman, dan perwakilan Kepala Desa Baengas. (coy)

Penggratisan Jembatan Surabaya-Madura (Suramadu), membuka cakrawala baru. Khususnya terhadap pembangunan di kawasan pintu masuk menuju Madura. Salah satu upaya yang dilakukan dengan mengelola Kawasan Kaki Jembatan Suramadu (KKJSM).

Hal tersebut menjadi salah satu tanggung jawab Badan Pelaksana Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BP-BPWS). Beberapa program pembangunan baik sumberdaya manusia maupun infrastruktur terus digalakkan. Program yang dilakukan sejak tahun 2011 hingga saat ini, diantaranya pembangunan SPAM di Tangkel dan Konang, Pembangunan Jalan Pendekat atau Interchange, Pembangunan Jalan Modung, Penambahan Penerangan Jalan Umum di seluruh wilayah Madura.

Yang saat ini tengah direncanakan oleh BPWS dalam kelanjutan proyek tahun anggaran 2019 adalah Pembangunan Pelabuhan Tanjung Bulu Pandan di wilayah Pesisir Utara Bangkalan berkelas internasional, serta pembangunan jalan tol Surabaya-Tanjung Bulu Pandan. Nantinya, akses tersebut akan terkoneksi dengan wisata berkelas internasional yang kali pertama ada diwilayah Pulau Garam. Rencana ini sudah dikomunikasikan oleh BPWS kepada Bupati Bangkalan yang baru dilantik.

Selain itu, upaya memoles akses pintu masuk kedalam Madura sendiri sudah dalam progress penyelesaian. Yakni proyek infrastruktur Rest Area atau yang diistilahkan Tanean Lanjeng Suramadu. Tanean Lanjeng, dalam bahasa Madura diartikan sebagai halaman muka. Itu dimaksudkan untuk mempercantik dan menata kawasan yang terletak di wilayah Desa Pangpong, Kecamatan Sukolilo Barat.

BPWS telah menata akses Rest Area Tanean Lanjeng dengan apik. Akses pelebaran jalan dengan pedestrian di lokasi ini dipersiapkan khusus. Sebuah tetenger bertuliskan Tanean Lanjeng Suramadu, dibuat menarik.

Di atasnya, pedestrian yang telah terbangun juga menjadi daya tarik tersendiri. Terlebih sebagai lokasi yang ditata ala Instagramable. Sehingga para pelancong yang singgah, akan disuguhi latar belakang megahnya Jembatan Suramadu. Kerjasama antar Muspida Kabupaten Bangkalan, terutama Kecamatan Sukolilo, dan Paguyuban PKL Suramadu terus dilakukan. Pasalnya, didalam Rest Area Tanean Lanjeng Suramadu juga dibangun ratusan kios.

Bangunan ini untuk menampung para PKL terdampak, yang sudah membongkar stan mereka. Termasuk bagi pedagang yang terdampak dalam pembangunan ini. Ada sekitar 240 kios yang akan dibangun dalam tiga tahapan. Kios ini terbagi menjadi kios untuk makanan dan souvenir. Saat ini sudah selesai sekitar 108 kios yang siap ditempati. Sedangkan sisanya diprediksi akhir bulan Desember 2018. Untuk penempatan stan kios ini, Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS) tengah melakukan seleksi dan pelatihan kepada PKL. Khususnya bagi para PKL yang sudah membongkar stan mereka di sisi barat.

"Selain seleksi, pelatihan juga diberikan kepada PKL secara bertahap," kata Kepala Divisi Hubungan Kelembagaan dan Komunitas Masyarakat (HKKM) BPWS, RB. Djoni Iskandar.

Proses seleksi tersebut dilakukan sejak bulan November tahun 2018 kemarin di Kantor Desa Pangpong, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Bangkalan. Ada sekitar 58 PKL yang hadir mengikuti seleksi. Pembangunan Tanean Lanjeng Suramadu dalam rangka untuk memperindah dan mempercantik khususnya di KKJSM.

"Sebagai akses pintu masuk menuju Madura. Jadi pembangunan ini dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi termasuk di Kecamatan Labang Kabupaten Bangkalan," terang Djoni.

Proses dan seleksi bagi para PKL ini sebagai kesinambungan dalam penyelesaian proyek Tanean Lanjeng Suramadu. "Bagaimana untuk memperindah dan memanfaatkan Rest Area, para PKL akan dilatih sebelum masuk kesana," ujar dia.

Pasca pembangunan proyek (Tanean Lanjeng Suramadu, Red) yang dibangun oleh BPWS ini, proses selanjutnya akan diserahterimakan kepada Pemerintah Pusat. Sedangkan untuk regulasi sewa stan akan ditentukan oleh Kementerian Kuangan. Djoni mengatakan, pihaknya sudah memberikan masukan agar biaya sewa yang nantinya dibebankan kepada PKL tidak memberatkan.

"Setidaknya bisa menjadi stimulan bagi pedagang untuk bisa berwirausaha yang menarik konsumen dan produknya berdaya saing hingga keluar Madura," pungkas pria kelahiran Sumenep ini. (coy)

Akselerasi pembangunan di Madura, khususnya Bangkalan, dipastikan akan semakin lancar. Ini setelah komitmen Pemkab Bangkalan untuk bahu membahu dengan BPWS dalam pembangunan di Bangkalan.

Ini dikatakan Wakil Bupati Bangkalan, Mohni, dalam tinjauan lapangan di  kawasan Tanean Suramadu bersama jajaran pejabat  BPWS, Jumat (1/3) kemarin. Sebelumnya, untuk informasi, Bupati Bangkalan, Lora Abdul Latif juga berkunjung ke BPWS dalam rangka menggali informasi pembangunan Madura. Ra Latif meminta pemaparan rencana pengembangan Kawasan Kaki Jembatan Sisi Madura (KKJSM) yang akan menjadi acuan dan penyelarasan dengan rencana pembangunan oleh Pemkab Bangkalan.

“Pembangunan ini demi rakyat. Tentu, kami (Pemkab Bangkalan) akan selalu siap bersinergi ,” ujar Wabup Mohni di kawasan Tanean Suramadu.

Plt. Deputi Perencanaan, Agus Wahyudi  dan Plt. Deputi Pengendalian, Hadi Roseno  bersama Plt. Sekretaris BPWS, Sidik Wiyoto berikut jajarannya, turut mendampingi tinjauan lapangan tersebut.

Agus Wahyudi menjelaskan, Tanean Suramadu ini nantinya menjadi pusat informasi seluruh Madura. Selain itu, akan ada etelase Madura yang menjadikan kawasan tersebut sebagai sentra ekonomi berbasis kerakyatan.

“Nantinya, juga akan menjadi destinasi wisata karena secara berkesinambungan, kami atas kerja sama dengan Pemkab Bangkalan, akan membangun wisata kawasan pesisir. Nantinya, akan menggerakkan roda ekonomi di kawasan ini,” tandasnya.

Mendengar paparan tersebut, Mohni terlihat antusias. Ia bahkan menyatakan, akan mensupport upaya BPWS tersebut.

“Sekali lagi kami katakan, jika pembangunan ini memanusiakan rakyat kami, dan memberi manfaat positif, pasti kami akan dukung penuh. Sebaliknya, jika meminggirkan, tentu kami harus berfikir ulang,” pungkasnya. (coy)