Indonesian Chinese (Simplified) English Japanese Korean

Pelaksanaan Pembuatan dilakukan Bertahap

Dimensi Pile Cap   

Dimensi Atas:                 Dimensi bawah

Panjang     : 32                 Panjang  : 30 m

Lebar        : 2 m               Lebar      : 4 m

Tinggi       : 1.05 m          Tinggi  : 1.5 m

Pemancangan Tahap Awal dan Pemancangan Selanjutnya 

Pondasi yang digunakan untuk causeway adalah tiang pancang baja dengan diameter 600 mm dengan spesifkasi sesuai dengan ASTM A252 Grade 2. Panjang masing-masing pipa 12 m, dengan kedalaman pemancangan rata-rata untuk

Penentuan evelasi

Pengukuran Pasut ini dimaksudkan untuk mendapatkan data elevasi titik-titik yang ada di permukaan bumi maupun titik-titik yang ada di atas laut, baik di sisi Surabaya dan di sisi Madura. Metode Pasut ini dikombinasikan dengan pengukuran sipat datar untuk mendapatkan data bagi pelaksanaan pembangunan Jembatan Suramadu. Pada pengukuran Pasut ini adalah untuk menentukan jenis/tipe Pasut dan ketinggian muka air laut rata-rata (MSL=Mean Sea Level) sebagai titik referensi (titik nol) untuk pengukuran elevasi. Pasut terjadi akibat gerakan bulan mengelilingi

Penentuan jarak dan azimuth

Karena posisi detail Jembatan ditentukan dengan mengukur jarak yang presisi dengan toleransi teknis yang tinggi, maka untuk mecapai sasaran tersebut perlu dipilih alat ukur jarak yang memiliki jangkauan lebih besar dari panjang Jembatan (5.438 m), maka digunakan alat total station yang memiliki daya jangkau >6 km. Berdasarkan kemampuan teknis, baik dari sudut presisi dan akurasi yang memungkinkan maka alat yang dipilih untuk digunakan adalah Total Station LEICA tipe TCR 1103 dengan jarak jangkauan 7.5 km dan ketelitian sudut 5'.

Penentuan posisi awal dan akhir jembatan

Untuk penentuan posisi awal dan akhir jembatan

GPS adalah sistem satelit navigasi / surveying instrument yang digunakan untuk penentuan posisi di atas permukaan bumi, dengan mengacu ke suatu datum global yang berupa Ellipsoid. Tujuannya adalah menentukan titik awal dan titik akhir dari Jembatan.

Metode pengukuran ini dilaksanakan untuk pencarian posisi titik rencana dengan

Hal Vital dalam Pelaksanaan Pembangunan Jembatan Suramadu 

Pengukuran merupakan hal yang cukup vital dalam pelaksanaan pembangunan Jembatan Suramadu. Posisi Jembatan yang berada di permukaan laut dengan bentang yang cukup panjang . Apalagi dengan akan dilaksanakannya pembangunan