Indonesian Chinese (Simplified) English Japanese Korean

BPWS berkolaborasi dengan Dinas Perdagangan & Perindustrian Kabupaten Sampang dan Inopak Institute, dalam rangka fasilitasi pengembangan dan peningkatan SDM Madura khususnya  Kabupaten Sampang yang digelar di Hotel Camplong, Selasa (27/10/2020)

Assisten II Toni mewakili Bupati Sampang membuka secara langsung pelatihan ekonomi kreatif berbasis kompetensi Praktek pengemasan hasil inovasi. Toni mengucapkan terima kasih kepada bpws, dan narasumber dari inopak tentang penyelenggaran acara pelatihan ini. Saya yakin dgn adanya kegiatan ini para pelaku ikm akan memiliki kuantitas dan kwalitas sehingga bisa mengelola produk dengan baik seperti packaging desain kemasan produk, ucapnya.

Teruslah berkiprah dibindang ikm semoga semakin maju dan kita tetap bekerja sama demi mewujudkan pertumbuhan ekonomi di kabupaten sampang.pungkasnya.

Turut hadir dalam acara tersebut, Ibu Wakil Bupati Sampang, Plt. Sekretaris BPWS, Narasumber dari Innopak Institute, Jajaran Kepala Divisi dan Staf BPWS, Kepala Dinas Perdagangan & Perindustrian Kabupaten Sampang dan Jajarannya serta 60 peserta dari sektor IKM Kabupaten Sampang.

Pada kesempatan yang sama Sidik Wiyoto selaku Plt. Sekretaris Badan Pengembangan Wilayah Surabaya-Madura (BPWS) menyampaikan bahwa pelatihan tersebut upaya BPWS dalam rangka melakukan fasilitasi dan stimulasi percepatan pertumbuhan ekonomi masyarakat Jawa Timur, khususnya Kabupaten Sampang. paparnya.

Kegiatan ini merupakan rangkaian terakhir dari pelatihan ekonomi kreatif berbasis kompetensi, tanggal 28-30 Januari 2020 Teknik pengemasan modern, kualitas dan inovasi produk, kemudian tanggal 3-5 Maret 2020 Penerapan teknologi tepat guna dan akses pasar dan terakhir tanggal 26 Oktober 2020 Praktek pengemasan hasil inovasi dan peningkatan kualitas produksi bagi pengusaha IKM Madura. Diharapkan dengan adanya pelatihan ini SDM Madura bisa bersaing dikancah Nasional maupun Internasional sehingga mampu mendongkrak perekonomian di Madura. pungkasnya. (Abu)

 

Di masa pandemi ini, BPWS terus berupaya untuk membangun Madura, salah satunya, hari ini BPWS bersama Sekjen Kementerian PUPR Ibu Anita Firmanti Eko Susetyowati koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Bangkalan, koordinasi ini dilakukan untuk lebih menyatukan tekad dalam membangun Madura khususnya Kabupaten Bangkalan, bertempat di pendopo agung bangkalan Kamis 30/7.

Bupati Bangkalan RKH Abd Latif Amin Imron, menyambut baik kedatangan Sekjen PUPR bersama Pimpinan BPWS, beliau menyampaikan bahwa "koordinasi merupakan hal terpenting dalam membangun sebuah Wilayah, tanpa koordinasi sulit untuk mewujudkannya", hal ini jg disampaikan Herry Marzuki selaku Plt. Kepala BPWS "saya akan berusaha semampu saya dalam mendorong percepatan pembangunan di madura, salah satunya dengan rutin koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten di wilayah Madura".(ts)

 

Produk Industri Kecil Menengah (IKM) Madura yang dilatih BPWS dan Inopak Institute bekerjasama GIZ Jerman dan Pemerintah Daerah se Kabupaten Madura, sukses masuk ke pasar retail modern. Ini terungkap dalam Pelatihan Teknik Pengemasan Modern di Pamekasan, Selasa (21/1) yang digelar BPWS, Inopak Institute dan Pemerintah Kabupaten Pamekasan. Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Pamekasan, Abdiyati Muradi dalam kegiatan itu mengatakan, khusus untuk Pamekasan, saat ini sudah 12 produk IKM yang dilatih BPWS dan Pemkab Pamekasan, sudah masuk ke pasar retail modern. “Seperti Alfamart, Indomart dan pasar modern lainnya. Produk lainnya akan segera menyusul. Ini perkembangan positif setelah dilatih BPWS. Dan jelas telah menyumbang pertumbuhan ekonomi kawasan,” ujarnya. Diantara yang sudah masuk antara lain, teri, rengginan, otok dan lain sebagainya. 

Sementara, Kasubdiv Pemberdayaan Masyarakat BPWS, Edi Slamet menambahkan, BPWS berharap, para peserta pelatihan memiliki kepercayaan diri, kualifikasi dan kualitas untuk masuk ke toko retail modern. Ini tujuannya agar, menjadi IKM sesungguhnya. “Apa itu? Industri Kecil Miliaran. Ini bukan mustahil, hanya tinggal beberapa langkah lagi. BPWS akan terus akan dorong,” tandas bapak tiga putri yang dikenal concern di bidang industri kecil ini. Di kesempatan yang sama, Sekretaris BPWS, Sidik Wiyoto menegaskan, BPWS telah membangun jaringan nasional dan interanasional untuk memberikan ruang kepada IKM Madura berkiprah di pasar retail lebih besar.  berkali kali membangun komitmen dengan “Kita (BPWS) sudah membangun komitmen dengan Asosiasi Pengusaha Retail Indonesia  yang memiliki jaringan toko retail modern sejumlah lebih dari 4000 gerai. Ini Kesempatan emas,” tadas mantan Kepala BPKP ini. Ditambahkan, BPWS berkomitmen terus mendorong peningkatan kualitas SDM Madura untuk semakin berkiprah di kancah internasional. “Kami terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh stakeholder di Madura untuk membangun kualitas dan potensi Madura. Ini benar benar potensi besar yang harus didorong bersama sama,” tegasnya.

Terpisah, Bupati Pamekasan, Badrut Tamam, mengakui bahwa pelatihan BPWS tersebut memberi dampak positif yang terasa. Bahkan, dikatakan selaras dengan program kerja jajarannya di pamekasan.  “Kami memiliki program untuk menciptakan 10.000 pengusaha start up. Sinergi dengan BPWS dalam pelatihan ini, jelas sangat dibutuhkan,” tandasnya. Sekadar informasi, peserta latih dari kegiatan ini adalah para pengusaha industri kecil menengah yang sudah memiliki produk namun penjualannya masih konvensional dan kurang maksimal. Mereka dilatih manajemen, teknik kemasan, membuka jaringan nasional dan internasional, memfasilitasi ke pasar retail modern dan bimbingan konseling. (coy)

 

BADAN Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS) kembali menggelar pelatihan bagi Industri Kecil Menengah (IKM) di Kabupaten Sumenep.

Ini kali kedua program dari Sub Divisi Pemberdayaan, Divisi Hubungan Kelembagaan dan Komunitas Masyarakat dilakukan.

Sebelumnya, program Pelatihan Ekonomi Kreatif Berbasis Kompetensi Tentang Teknologi Pengemasan bagi IKM digelar pada 2018 kemarin.

Kali ini program tersebut diikuti sebanyak 60 IKM yang ada di wilayah Timur Madura ini.’’Sebelum melakukan pelatihan, teknisnya sama dengan sebelumnya. Kita lakukan sosialisasi terlebih dahulu kepada calon peserta,’’ terang Kepala Sub Divisi Kerjasama Pemerintah Daerah dan Swasta, Divisi HKKM BPWS, Adita Putri Pertiwi.

Ditemui disela-sela sosialisasi yang digelar di Aula UPT Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sumenep, Selasa kemarin, Adita mengatakan program pelatihan tersebut juga kembali menggandeng Inopak Institute sebagai lembaga yang memberikan pelatihan.

’’Pelatihan ini akan memfokuskan bagaimana mekanisme teknologi pengemasan produk IKM. Selain itu juga IKM mendapat ilmu dalam pengolahan makanan yang baik. Sehingga meningkatkan nilai jual produk mereka,’’ terang alumnus Universitas Surabaya ini.

Terpisah, Kepala Seksi Perdagangan Dalam dan Luar Negeri, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sumenep, Agus Wahyudi merespon positif kegiatan ini.

Ia menyatakan pihaknya membuka lebar kesempatan bagi IKM Sumenep untuk berkembang.’’Ilmu yang diberikan harus diikuti sungguh-sungguh oleh peserta. Ini demi meningkatkan pendapatan mereka. Sehingga taraf kesejahteraan masyarakat bisa bertambah pula,’’ ujarnya. Rencananya agenda pelatihan ini akan dijadwalkan pada tanggal 30 April hingga tanggal 2 Mei mendatang. (edw)

GELIAT pembangunan pariwisata mulai terlihat di Ujung Timur Madura. Salah satunya Pantai Sembilan. Menikmati keelokan pesonanya saat Mentari tenggelam diujung cakrawala. Menandai bangkitnya perekonomian ditengah kearifan lokal disana.

Bulir pasir putih tersapu sepoi angin, sore itu. Pendaran warna biru dari lautan terhampar sejauh mata memandang. Cuaca begitu mendukung. Saking heningnya, debur ombak menjadi latar belakang syahdu di Pantai Sembilan.

Dibibir pantai, dua tiang bambu bercat kuning dibuat menopang ayunan bergoyang karena hembusan angin. Itu bagian dari lokasi yang digunakan sebagai spott foto. Dibuat dan dihias bernuansa Instagramable.

Deretan hunian (cootage) dengan arsitektur rumah panggung menghadap laut. Jika dilihat dari atas, gradasi warna laut dengan terang lampu-lampu dari hunian begitu termaram saat gelap malam menggelayut. Rasanya ingin berlama-lama tinggal.

Pantai Sembilan berada di Desa Bringsang. Salah satu dari delapan desa di Kecamatan Gili Genting. Luas wilayah kecamatan tersebut membentang dengan jarak 30,3 kilometer persegi, atau sekitar satu persen dari luas Kabupaten Sumenep, Madura.

Jumlah Desa di Kecamatan Gili Genting sebanyak 8 desa antara lain Jate, Lombang, Bonbaru, Banmaleng, Bringsang, Gedugan, Galis, dan Aeng Anyar. Selain wilayah daratan, Kecamatan Gili Genting juga mempunyai pulau dalam wilayah administratifnya.

Upaya membangkitkan gairah pariwisata ini tidak terlepas dari peran Sutlan. Ia adalah Kepala Desa Bringsan. Bukan perjuangan yang mudah. Butuh waktu tiga tahun lamanya, merangkak dari nol hingga saat ini mulai dikenal.

’’Saya bangun untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar,’’ terang Sultan.

Untuk menuju ke lokasi Pantai Sembilan, akses yang ditempuh melalui Pelabuhan Tanjung di Kecamatan Sronggi. Lalu wisatawan bisa naik boat menuju Pulau Gili Genting. Ongkosnya seharga Rp 10 ribu per orang.

Nah, sesampainya mendarat di bibir Pantai Sembilan mata kita akan disuguhui ciptaan Tuhan yang begitu indah. Rasanya, seakan tidak berada di wilayah kepulauan di Jatim.

Uniknya, bentuk hunian sebagai lokasi bermalam bergaya arsitektur Madura.’’Ini semua memakai bahan baku asli Madura dengan konsep yang dibuat oleh warga sekitar,’’ ujar dia.

Untuk menikmati malam dilokasi tersebut, Sutlan membangun hunian cootage sebanyak 22 unit. Ukuran kamar cukup besar. Satu kamarnya bisa menampung empat sampai 6 orang tamu.

Harga bermalamnya terjangkau. Mulai Rp 500 ribu per kamar.’’Fasilitas yang membedakan adalah kamar yang ber AC atau tidak. Yah, intinya tamu merasa senang,’’ kata Sutlan.

Ide menjadikan tanah kelahirannya sebagai destinasi wisata ini, ketika Sutlan melihat potensi Pantai Sembilan yang begitu elok. Namun, belum ada tangan-tangan pemerintah setempat melirik hal itu.

Sutlan lantas meyakinkan para sesepuh desa, Tokoh Masyrakat, dan anak muda disana untuk menata wilayah menjadi destinasi wisata.

’’Hingga akhirnya Saya dikirim ke Lombok oleh Pemkab Sumenep untuk studi banding. Hingga kini destinasi ini menjadi Badan Usaha Milik Desa,’’ terangnya.

Tantangan diakuinya lebih kepada kearifan lokal wilayah Desa Bringsang, yang sangat religius.’’Menyamakan pemahaman itu susah. Namun, kami membuat aturan baku untuk wilayah ini menjadi lokasi wisata,’’ terang alumnus Universitas Muhammadiyah Malang ini.

Sehingga, para tamu wisatawan yang datang khususnya dari Mancanegara harus mentaati aturan lokasi tersebut.’’Ibaratnya destinasi Internasional cita rasa kearifan lokal,’’ ujar pria berusia 42 tahun ini.

Itu dibuktikan dengan kunjungan wisatawan asing yang tercatat sebanyak 150 orang setiap bulannya. Sementara, kunjungan wisatawan lokal dinilai masih signifikan peningkatannya.

Kedepan, Sutlan terus menyiapkan sumberdaya lokal di Pantai Sembilan khususnya anak-anak muda sebagai Tour Guide serta menata lokasi pantai untuk lebih memikat dari kunjungan para tamu.

’’Mau menu Seafood ada dengan harga murah, pemandangan sangat indah. Ayo silahkan berkunjung ke Pantai terindah yang ada di Sumenep, Madura,’’ ujarnya tersenyum sembari berpromosi. (edw)

Salah satu tugas BPWS adalah Peningkatan Ketrampilan SDM, kali ini BPWS bekerja sama dengan UPT BLK Singosari melaksanakan Pelatihan Peningkatan Keterampilan SDM Wilayah Madura, yang pembukaannya dilaksanakan pada hari Jumat Pukul 09.00 WIB di UPT BLK Singosari. Acara ini dihadiri oleh Kepala Divisi Pengendalian Pembangunan BPWS Mohammad Anwar,  Kepala Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Kependudukan Jawa Timur Sukardo dan Kepala UPT BLK Singosari Hariyadi Budihardjo.

Sambutan diawali oleh Hariyadi Budihardjo selaku Kepala UPT BLK Singosari, dalam sambutannya Hariyadi Budihardjo menjelaskan bahwa peserta yang dilatih sebanyak 48 orang dan berasal dari Kabupaten Bangkalan sebanyak 30 Orang, Kabupaten Sampang sebanyak 6 Orang, Kabupaten Pemekasan sebanyak 6 Orang dan Kabupaten Sumenep sebanyak 6 orang. Mereka akan dilatih selama 240 jam, untuk mengikuti pelatihan Teknik Mesin Perkakas/Bubut , Pelatihan Teknik Multimedia  dan Pelatihan Teknik Instalasi Listrik. Para peserta yang telah dilatih ini nantinya akan mendapatkan Sertifikat dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi.

 

Kepala Divisi Pengendalian Pembangunan Mohammad Anwar, dalam sambutannya mengharapkan para peserta pelatihan diharapkan dapat memajukan masyarakat Madura dan Jawa Timur umumnya. (Nin)