Indonesian Chinese (Simplified) English Japanese Korean

Sampang – Setelah menyelenggarakan pelatihan pariwisata di 4 kabupaten di Madura secara bergantian selama 4 bulan, pada hari Jum’at kemarin (7/11/2014) BPWS kembali menfasilitasi pembentukan organisasi pariwisata Madura. Kegiatan yang dikemas dalam bentuk kegiatan Diskusi dan Pembentukan Organisasi Pariwisata Madura tersebut menghadirkan 3 pembicara mumpuni yang sengaja dihadirkan untuk membuka wawasan peserta, yaitu: Drs. Djuwardi, MM, (Kadis Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sampang), Primatar Kuswiradyo, ST. MT, (Dosen Pendidikan Vokasi Universitas Brawijaya), Sukaryo, SH., M.Si (Kabid Kebudayaan Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sumenep).

Kegiatan yang berlangsung sehari ini cukup mengundang antusias peserta. Karena, kegiatan ini sangat ditunggu-tunggu oleh peserta pelatihan dan pelaku industri wisata. Karena selama ini mereka memang merindukan sebuah wadah yang dapat menghimpun dan menyatukan para pelaku wisata di Madura. 

Dalam laporannya, Abu Tholib selaku Ketua Pelaksana menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan rangkaian dari program pemberdayaan masyarakat dalam pengembangan pariwisata Madura yang dilaksanakan BPWS. “Sebelum dibentuk organisasi pariwisata, peserta telah diberikan pengetahuan tentang kepariwisataan dan dilatih oleh para pemateri untuk menjadi pelaku wisata” tutur pemuda Sumenep ini. Dikatakan juga bahwa panitia sengaja menyelenggarakan diskusi ini sebagai upaya membuka wawasan para peserta terkait pentingnya organisasi dalam mendorong perkembangan pariwisata di Madura.

Kegiatan yang diselenggarakan di Hotel Camplong ini, dibuka secara resmi oleh Kepala Divisi Hubungan Kelembagaan dan Komunitas Masyarakat BPWS, Tadjus Subki. Dimana dalam sambutannya dikatakan bahwa kegiatan diskusi dan pembentukan organisasi pariwisata Madura ini menjadi momen yang sangat penting terutama bagi peserta yang sudah dilatih, termasuk juga menjadi wadah untuk mengawal kemajuan pariwisata. BPWS hanya bertindak sebagai fasilitator untuk mendorong terciptanya SDM yang berkualitas. “Kami berharap setelah dibentuk organisasi pariwisata Madura ini, para pelaku industri pariwisata di Madura semakin menyatu dan aktif dalam mewujudkan Madura sebagai destinasi pariwisata dan berupaya mendatangkan wisatawan datang ke Madura lebih banyak lagi” sambutnya dengan penuh harapan. 

Di akhir kegiatan, dibentuklah organisasi pariwisata yang diberi nama Asosiasi Pariwisata Madura (ASPRIM). Yang kemudian terpilih dengan suara terbanyak saudara Moh.Mukti sebagai ketua selama kepengurusan 3 tahun ke depan. “Saya mengucapkan terima kasih, karena teman-teman telah memberikan kepercayaan kepada saya dalam menahkodai organisasi ini” ujar pemilik Mandala tours & travel ini. Kemudian lebih lanjut, dia mengajak para anggotanya untuk bekerja keras dan mendukung program-program yang akan dilaksanakan 3 tahun ke depan sehingga organisasi ini bermanfaat bagi pariwisata Madura. (abu)

 

 

Newsroom itu tempat sentral dalam semua lembaga media, baik itu cetak, broadcast, kabel, hingga online. Di tempat itu, para jurnalis, reporter, editor, bersama staf lain, bekerja bersama mengolah produk berita yang akan dipublikasikan. Dari ruang ini mutu produk berita ditentukan sehingga nantinya diharapkan bisa dinikmati masyarakat luas.

BPWS mengambil langkah strategis untuk pengembangan sektor kelautan dan perikanan di wilayah Suramadu. Sebagai kepulauan dengan wilayah laut yang besar, wilayah Suramadu, di Kabupaten Sumenep memiliki potensi yang sangat besar dalam sektor kelautan dan perikanan.
Sebagai langkah awal dalam pengembangan sektor perikanan dan kelautan, BPWS menyelenggarakan Diskusi Teknis dengan tema Strategi Pengembangan Potensi Kelautan dan Perikanan Di Wilayah Suramadu. Diskusi teknis ini diselenggarakan pada Jumát 14 Maret 2014 di Hotel Elmi,

Pamekasan - BPWS mendukung penuh untuk kemajuan pengembangan sumber daya manusia di wilayah Madura, khususnya Kabupaten Pamekasan. Salah satunya di tunjukkan dengan diadakannya acara berjudul “ Pamekasan Young Entrepreneur Competition 2014” yang bertempat di Pendopo Kabupaten Pamekasan (8/4). Kompetisi wirausaha yang ditujukan bagi pemuda di wilayah Kabupaten Pamekasan ini , adalah suatu acara untuk mengasah kejelian untuk menjadi seorang entrepreneur di Madura. Acara ini didukung juga oleh Ciputra grup, PIES Power Training Centre, Pemkab

JAWA TIMUR kini tengah melaksanakan pekerjaan besar, pembangunan Jembatan Surabaya-Madura (Suramadu). Jembatan modern yang nantinya bisa menjadi ikon serta landmark yang membanggakan. Jembatan Suramadu adalah jembatan yang menghubungkan Surabaya di Jawa dan kota Bangkalan di Madura. Keberadaan jembatan ini akan memperlancar lalu lintas barang dan jasa. Jembatan sepanjang 5,4 kilometer itu akan menjadi pembangkit perubahan bagi Madura. Bagaimana gagasan pembanganan Jembatan Suramadu bermula, kita perlu menengok sejarahnya.