Indonesian Chinese (Simplified) English Japanese Korean

Salah satu tugas dan fungsi BPWS adalah melatih SDM yang ada di Madura, BPWS dalam hal ini bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur UPT Materia Medica Batu dengan melaksanakan Pelatihan Industri – Teknik Pengembangan dan Pemanfaatan Tanaman Obat dengan melatih 22 orang dari SMK Farmasi Yannas Husada Bangkalan.

Acara yang dibuka pada tanggal 22 November 2015 ini juga dihadiri oleh Kepala Divisi HKKM BPWS Tadjus Subkhi dan Kepala UPT Materia Medica Batu Husin Rayesh Mallaleng, acara ini akan berlangsung hingga tanggal 8 Desember mendatang, setiap peserta pelatihan diajarkan bagaimana pemanfaatan tanaman obat  untuk digunakan dalam pengobatan tradisional. Selanjutnya dalam pelatihan tersebut dilakukan pengenalan jenis tanaman obat, manfaat obat tradisional, pengolahan dan cara produksi obat tradisional yang baik.

Selain itu, peserta diberi pelatihan kewirausahaan, cara berorganisasi dan usaha kelompok masyarakat, proses pengolahan tanaman obat, termasuk praktek pengolahan tanaman obat keluarga untuk  anti oksidan serta praktek pengolahan untuk obat diabetes. Dengan dilaksanakannya latihan ini diharapkan para peserta yang dilatih nanti mampu mengelola tanamanan obat yang ada di sekitar lingkungan mereka untuk dapat diolah menjadi Jamu yang siap pakai dan bebas dari BKO (Bahaya Bahan Kimia Obat). Para peserta yang telah lulus dalam latihan ini akan diberikan sertifikat yang dapat digunakan sebagai dasar pengalaman untuk dapat diaplikasikan ke masyarakat. (Nin)

Dalam rangka pengembangan pulau Gili Iyang sebagai salah satu destinasi wisata kesehatan di Indonesia, bertempat di kantor Bapel-BPWS pada Rabu, tanggal 25 Februari 2015, telah dilaksanakan rapat terkait presentasi master plan Pulau Gili Iyang yang sebelumnya telah di sayembarakan oleh Ditjen Cipta Karya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Rapat dibuka langsung oleh Kepala Bapel-BPWS, Ir. Mohammad Irian, MEng.SC, dan sebagai narasumbernya dari Direktorat Penataan Bangunan dan Lingkungan, Ditjen Cipta Karya Kementerian PU dan Perumahan Rakyat Jonny Zainuri Echsan, ST, MCM. Acara tersebut dihadiri oleh unsur Bappeda Propinsi dan Bappeda Kabupaten se Madura, Dinas Pariwisata Propinsi dan kabupaten Sumenep, serta Satker PBL Cipta Karya Kementerian PU PERA dan Propinsi Jawa-Timur sebagai pelaksananya, dan juga PT. Unitri Citra sebagai pihak Konsultan penyusunan Master Plan Gili Iyang

Dalam sambutannya Kepala Bapel-BPWS menyampaikan bahwa pengembangan wisata Pulau Gili Iyang perlu didukung bersama-sama baik oleh Pemerintah Pusat (Kementerian PU PERA, Kementerian Pariwisata, Kementerian Perhubungan, Kementerian Kesehatan, dan kementerian terkait lainnya) maupun oleh pemerintah daerah, serta harus melibatkan pula unsur masyarakat daerah setempat.
Sementara Jonny Zainuri Echsan, ST, MCM, selaku narasumber menyampaikan bahwa sebelum dilakukan penyusunan master plan sudah ditentukan batasan-batasan wilayah dalam penyusunan sayembara wisata Gili Iyang ini. Gili Iyang akan dijadikan kawasan wisata tematis karena memiliki kadar kualitas oksigen (O2) yang lebih bagus. Tentunya masih banyak pekerjaan rumah yang perlu dilakukan setelah studi Gili Iyang ini dikerjakan dan masih perlu disinkronisasikan dari studi-studi yang sudah ada yang pernah dikerjakan oleh Pemda. Jonny Zainuri Echsan  juga menggaris-bawahi perihal masih perlunya ada sentuhan-sentuhan finalisasi master plan wisata Gili Iyang yang telah disusun tersebut.
Jalannya Rapat Presentasi Master Plan Wisata Pulau Gili Iyang (25 Feb’15)

Pada kesempatan yang sama konsultan PT.Unitri Citra menyampaikan perihal klasifikasi jalan yang akan dikembangkan di pulau Gili Iyang meliputi jalan Lingkar Pulau dengan lebar 3 m, jalan lingkungan sekunder dengan lebar 2.5 m, serta jalan lokal dengan lebar 1-2 m. Unitri Citra juga menyampaikan bahwa di tahun pertama yang dapat dikerjakan adalah pengembangan area penerima pengunjung dan pengembangan sarana jalan serta pengembangan ulititas dan jaringan listrik, sedang nanti untuk pengembangan di tahun ke-empat adalah pengembangan vegetasi dengan tujuan mempertahankan kadar nilai oksigennya (O2).
Dalam rapat tersebut juga dibahas perihal program bidang ke Cipta Karya an, dimana masing-masing Pemerintah Daerah di wilayah Madura dapat menyampaikan usulan program bidang ke Cipta Karya an untuk selanjutnya akan difasilitasi melalui BPWS ke Ditjen Cipta Karya Kementerian PU PERA.  Dan untuk Gili Iyang perlu ada rapat pembahasan secara periodik yang fokus membahas master plan dan pengembangan wisata Gili Iyang ini. (gun)

Dalam rangka menerima Kunjungan Masa Reses H. Nizar Zahro dan Drs. H. Gatot Sudjito, M.Si anggota Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Daerah Pemilih Jawa Timur, telah diadakan pertemuan pada hari Selasa, tanggal 03 Maret 2015 di Kantor Badan Pelaksana BPWS jalan Tambak Wedi no 1 Surabaya,

Sesuai dengan amanah Perpres No.27 Tahun 2008 juncto Perpres No.23 tahun 2009 tentang Badan Pengembangan Wilayah Suramadu, bahwa tugas Bapel-BPWS adalah mendorong percepatan pengembangan wilayah Surabaya-Madura untuk menjadi pusat pertumbuhan ekonomi di Jawa-Timur. Salah satu sektor yang menjadi perhatian BPWS adalah bidang pariwisata, hal ini telah di tindaklanjuti dengan diadakannya rapat koordinasi tanggal 19-20 November 2014. Dan sebagai tindak lanjut dari rakor tersebut maka diadakan kembali rapat lanjutan pada tanggal (03/12/2014) dengan agenda menjaring program Pariwisata dari masing-masing daerah yang ada di wilayah Madura untuk di sinergikan dengan program dari Pemerintah Propinsi maupun Pemerintah Pusat. 

Hadir dalam pertemuan tersebut antara lain Bapak Ary Basoeki yang merupakan staff ahli dari Kementerian Pariwisata serta Bapak Handoyo selaku Kabid Pengembangan Produk Pariwisata, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Propinsi Jawa-Timur. Pada kesempatan tersebut Bapak Ary Basuki menyoroti masalah pasca dibukanya jembatan Suramadu, sudah selayaknya Madura dapat lebih maju, tetapi pada kenyataanya kemajuan tersebut belumlah terlihat signifikan, oleh karena itu wajib terus didorong perkembangannya dan salah satunya dengan mengembangkan wisata “syariah”, akan tetapi terlebih dahulu harus dibuatkan PERDAnya, dan dalam penyusunannya wajib melibatkan MUI, Ulama dan tokoh agama setempat, akademisi, pelaku/asosisasi, dan stakeholder terkait lainnya. 

Terkait strategi peningkatan daya saing produk Pariwisata di Pulau Madura, ada 3 hal yang perlu diperhatikan, yaitu pemahaman wisata syariah itu sendiri, kedua adanya daya saing daya tarik wisata dengan pengembangan kualitas dan keragaman usaha, serta daya saing fasilitas pariwisata dengan pengembangan kapasitas dan kualitas fungsi dan layanan fasilitas periwisata berbasis standar usaha pariwisata syariahnya.  

Sementara Bapak Handoyo menyatakan dukungannya terhadap event-event pariwisata yang diselenggarakn untuk memperkenalkan budaya daerahnya, event tersebut secara efektif akan selalu di dukung oleh dinas propinsi jawa-timur, sebagai contohnya event kerapan sapi di Madura. Sedangkan dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mengharapkan BPWS ke depannya akan bisa menjadi success story atas keberadaannya, karena jika hal tersebut berhasil maka akan bisa dijadikan copy paste (contoh) bagi wilayah-wilayah lain di Indonesia.

Adapun dalam rapat koordinasi integrasi program pengembangan pariwisata tersebut di buka langsung oleh Kepala Bapel-BPWS Bapak Ir.Mohammad Irian, M.Eng.Sc, dan dihadiri pula baik dari unsur pemerintah pusat maupun daerah, diantaranya dari Ditjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Sampang, Pamekasan dan Sumenep, serta dari Asosiasi Pariwisata Madura (ASPRIM). Acara dipandu oleh Ahmad Faidlal Rahman, SE.MSc selaku Kajur Pariwisata dan Perhotelan Universitas Brawijaya. (Gun)

 

Sampang – Setelah menyelenggarakan pelatihan pariwisata di 4 kabupaten di Madura secara bergantian selama 4 bulan, pada hari Jum’at kemarin (7/11/2014) BPWS kembali menfasilitasi pembentukan organisasi pariwisata Madura. Kegiatan yang dikemas dalam bentuk kegiatan Diskusi dan Pembentukan Organisasi Pariwisata Madura tersebut menghadirkan 3 pembicara mumpuni yang sengaja dihadirkan untuk membuka wawasan peserta, yaitu: Drs. Djuwardi, MM, (Kadis Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sampang), Primatar Kuswiradyo, ST. MT, (Dosen Pendidikan Vokasi Universitas Brawijaya), Sukaryo, SH., M.Si (Kabid Kebudayaan Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sumenep).

Kegiatan yang berlangsung sehari ini cukup mengundang antusias peserta. Karena, kegiatan ini sangat ditunggu-tunggu oleh peserta pelatihan dan pelaku industri wisata. Karena selama ini mereka memang merindukan sebuah wadah yang dapat menghimpun dan menyatukan para pelaku wisata di Madura. 

Dalam laporannya, Abu Tholib selaku Ketua Pelaksana menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan rangkaian dari program pemberdayaan masyarakat dalam pengembangan pariwisata Madura yang dilaksanakan BPWS. “Sebelum dibentuk organisasi pariwisata, peserta telah diberikan pengetahuan tentang kepariwisataan dan dilatih oleh para pemateri untuk menjadi pelaku wisata” tutur pemuda Sumenep ini. Dikatakan juga bahwa panitia sengaja menyelenggarakan diskusi ini sebagai upaya membuka wawasan para peserta terkait pentingnya organisasi dalam mendorong perkembangan pariwisata di Madura.

Kegiatan yang diselenggarakan di Hotel Camplong ini, dibuka secara resmi oleh Kepala Divisi Hubungan Kelembagaan dan Komunitas Masyarakat BPWS, Tadjus Subki. Dimana dalam sambutannya dikatakan bahwa kegiatan diskusi dan pembentukan organisasi pariwisata Madura ini menjadi momen yang sangat penting terutama bagi peserta yang sudah dilatih, termasuk juga menjadi wadah untuk mengawal kemajuan pariwisata. BPWS hanya bertindak sebagai fasilitator untuk mendorong terciptanya SDM yang berkualitas. “Kami berharap setelah dibentuk organisasi pariwisata Madura ini, para pelaku industri pariwisata di Madura semakin menyatu dan aktif dalam mewujudkan Madura sebagai destinasi pariwisata dan berupaya mendatangkan wisatawan datang ke Madura lebih banyak lagi” sambutnya dengan penuh harapan. 

Di akhir kegiatan, dibentuklah organisasi pariwisata yang diberi nama Asosiasi Pariwisata Madura (ASPRIM). Yang kemudian terpilih dengan suara terbanyak saudara Moh.Mukti sebagai ketua selama kepengurusan 3 tahun ke depan. “Saya mengucapkan terima kasih, karena teman-teman telah memberikan kepercayaan kepada saya dalam menahkodai organisasi ini” ujar pemilik Mandala tours & travel ini. Kemudian lebih lanjut, dia mengajak para anggotanya untuk bekerja keras dan mendukung program-program yang akan dilaksanakan 3 tahun ke depan sehingga organisasi ini bermanfaat bagi pariwisata Madura. (abu)

 

 

Newsroom itu tempat sentral dalam semua lembaga media, baik itu cetak, broadcast, kabel, hingga online. Di tempat itu, para jurnalis, reporter, editor, bersama staf lain, bekerja bersama mengolah produk berita yang akan dipublikasikan. Dari ruang ini mutu produk berita ditentukan sehingga nantinya diharapkan bisa dinikmati masyarakat luas.