Indonesian Chinese (Simplified) English Japanese Korean

SAMPANG - Pengembangan budidaya perikanan di Kabupaten Sampang, Madura terus digalakkan. Proses pembudidayaan sesuai standar operasional prosedur (SOP) ini difasilitasi oleh Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS).

Kegiatan ini digelar oleh BPWS Perwakilan Jakarta di sebuah hotel, Kamis (5/11/2020). Agenda sosialisasi penerapan SOP ini diikuti sekitar 25 peserta Pembudidaya Air Tawar Se-Kabupaten Sampang.

Tahun ini, pemenuhan SOP bagi pembudidaya Bandeng dan Udang menjadi fokus yang dikembangkan. Menurut Plt Kepala BPWS yang diwakili oleh Plt Sekretaris BPWS, Sidik Wiyoto potensi budidaya Bandeng dan Udang di Sampang sangat menjanjikan.

"Untuk itu pelatihan SOP diberikan. Supaya muncul klaster-klaster baru tentang budidaya Bandeng dan Udang dengan kualitas bagus," katanya.

Mantan Kepala BPKP Jawa Timur ini mengatakan, hasil budidaya Bandeng dan Udang di wilayah Sampang selama ini diakui. Namun, masih perlu sentuhan agar bisa bersaing dengan hasil tambak wilayah lain di Jawa Timur.

Sidik menambahkan, diharapkan dengan pemberian pelatihan ini bisa menjadikan hasil panen di Sampang kian merambah baik di pasar lokal maupun nasional."Kenapa tidak. Ini momen penting, sehingga tidak di Jawa lainnya saja. Melainkan Madura juga," imbuhnya.

Sosialisasi SOP budidaya ikan bandeng dan udang ini sebagai tindak lanjut dari fasilitasi yg dilakukan oleh BP BPWS melalui Divisi perwakilan Jakarta.

Program ini terkait bantuan benih ikan bandeng dan udang utk wilayah Madura yaitu kabupaten Bangkalan pada tahun 2017 mendapatkan bantuan benih ikan bandeng sebanyak 160.000 ekor, dan udang sebanyak 1.000.000 ekor yang langsung diserahkan kepada kelompok Pembudidaya.

Setelah di evaluasi ternyata budidaya tersebut belum  berhasil. Sebab, mereka belum mengetahui tata cara budidaya ikan bandeng dan udang yg baik dan benar.

Selanjutnya, sesuai informasi dari UNIDO Smart-fish programme yg disampaikan pada pertemuan tgl 4 Mei 2020 dan 18 Agustus 2020, yang diadakan secara virtual bahwa Lembaga Donor dari Swiss SECO yg membiayai Smart-fish programme bahwa SECO bersedia memberikan bantuan utk meningkatkan penghasilan masyarakat di wilayah pesisir sampai  3 tahun kedepan.

Salah satunya, dengan program  sosialisasi SOP budidaya ikan bandeng dan udang. Maka pada kesempatan pertemuan pada tgl 18 Agustus 2020  dihadiri Bpk. Plt Kepala BP BPWS, Bpk kepala SPI dan Bpk Deputi perencanaan dan Kasubdiv Divisi HKKM, dgn memperhatikan hasil evaluasi balai BPAP Situbondo.

Terpisah, Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemkab Sampang, Toni Moerdiwanto mengapresiasi kegiatan yang digelar oleh BPWS.

Ia menyatakan, program tersebut tepat sasaran."Karena wilayah kami merupakan kawasan Maritim. Sehingga hasil budidaya tawar maupun laut perlu disentuh dengan baik," kata Toni.

Kedepan program Budidaya ini juga melibatkan kaum milenial dalam menjadi generasi penerus hasil olahan Budidaya Bandeng dan Udang.(edw)

SURABAYA – Kerjasama pembangunan kawasan Madura mulai digerakkan kembali oleh Badan Pengembangan Wilayah Surabaya-Madura (BPWS) dengan Pemerintah Kabupaten Se-Madura. Kelanjutan kerjasama tersebut demi mewujudkan kemajuan, kesejahteraan dan ekonomi dimadura.

Kegiatan tersebut ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerjasama, yang dilakukan di Ruang Mustazir Kantor BPWS, Jalan Tambak Wedi Surabaya, Selasa (25/8). Kesepahaman ini untuk menindaklanjuti program pemerintah pusat dalam pembangunan di Pulau Garam, yang sempat melambat lantaran masa pandemi Covid-19.

Hadir dalam kegiatan ini, R Abdul Latif Amin Imron (Bupati Bangkalan); H Slamet Junaedi (Bupati Sampang); Badrut Tamam (Bupati Pamekasan); dan Bupati Sumenep yang diwakili oleh Asisten I Pemerintahan, H Masuni.

Kehadiran para pemimpin Madura ini diterima langsung oleh Heri Marzuki, Plt Kepala BPWS, Sekretaris BPWS Sidik Wiyoto, dan seluruh jajaran pimpinan BPWS.

Sebagian besar para Bupati Se-Madura menginginkan agar kerjasama yang terjalin dengan BPWS, tetap dipertahankan.’’Kami ingin bagaimana Madura ini  bisa maju dan sejahtera. Tidak hanya ego sektoral. Ini demi Madura,’’ kata Bupati Sampang, H Slamet Junaedi.

Senada dengan Slamet Junaedi, Bupati Pamekasan Badrut Tamam juga menekankan kerjasama yang terjalin kedua belah pihak tetap berjalan. Badrut menyatakan, saat ini yang dibutuhkan adalah fisibility Study dari rangkaian program kerjasama di Madura.

’’Iya perlu itu. Karena ini juga berkaitan untuk menarik investor dalam pembangunan di Madura,’’ ujar Badrut.

Sementara, Plt Kepala BPWS Heri Marzuki menjelaskan semenjak masa jabatannya yang baru saja diemban. Ia tengah menyiapkan rencana induk pembangunan di Madura.

Berbagai potensi pembangunan, dan pariwisata diharapkan bisa menarik sektor ekonomi dan investasi.’’Kalau dulu kan belum ada. Saat ini rencana induk sangat diperlukan dalam membawa keinginan para Bupati mau dibawa kearah mana Madura kedepan,’’ katanya.

Ia meminta keempat bupati tidak perlu merasa khawatir karena BPWS tidak akan menggangu kewilayahan empat kabupaten di Madura.

"Bagaimanapun juga, kami ingin segera untuk memajukan Madura. Dengan konsep yang ditekankan pusat. Kami dibatasi dengan pembiyaan tetapi bagaimana cara mendapatkan investor secepat mungkin," pungkasnya.(edw)

Pulau Madura terkenal sekali dengan Kerapan Sapi, bahkan sudah menjadi icon Madura. Selain Kerapan Sapi yang sering sekali dipertandingkan di berbagai daerah di Madura ternyata ada juga kontes Sapi Sonok.

Festival Sapi Sonok menjadi Event tahunan di Madura, Khususnya di Kabupaten Sampang. Minggu, 24 November 2019 festival Sapi Sonok kembali digelar tepatnya di Pantai Wisata Camplong Kabupaten Sampang Madura. Festival Sapi Sonok merupakan  ajang memamerkan kecantikan para sapi betina layaknya peragawati, sepasang sapi sonok pun tampak berlenggang mengikuti alunan musik group saronen, musik tradisional khas Madura. Festival sapi sonok tahun ini lebih menyedot perhatian peternak sapi ras Madura. Tidak kurang 27 pasang sapi sonok se-Madura unjuk kebolehan di arena sepanjang 30 meter. Setiap tampil, ada 3 pasang sapi sonok yang melenggang di atas arena.

Event tahunan ini dihadiri langsung oleh Bupati dan Wakil Bupati, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata, FORKOPIMDA, Seluruh SKPD Kabupaten Sampang, Ketua Paguyuban Sapi Sonok se-Madura, serta tokoh masyarakat wilayah Kabupaten Sampang.

Ajang festival Sapi Sonok tahun ini memang sengaja memilih tempat di Pantai Wisata Camplong dengan tujuan bahwa festifal sapi sonok ini merupakan bagian yang sangat menunjang Wisata Pantai dan Alam dalam mengembangkan Pariwisata Kabupaten Sampang.

Dalam sambutannya Bupati menjelaskan, “Dengan adanya festival tahunan sapi sonok, diharapkan banyak wisatawan yang datang ke Kabupaten Sampang serta mengangkat perekonomian  Masyarakat Kabupaten Sampang.”  

Event yang luar biasa ini sukses mengundang banyak wisatawan, bahkan pada pelaksanaannya ternyata sudah ditunggu oleh wisatawan dari luar Madura, ribuan bikers dari seluruh Indonesia ikut menyaksikan pertujukan seni khas Madura.

Gelaran Festival Sapi Sonok di Kabupaten Sampang ini sekaligus melestarikan Budaya Asli Madura dan diharap mampu menarik kunjungan wisata Lokal maupun dari luar Pulau Madura. (Nin)

Rapat Yang dilaksanakan pada hari Rabu 19 Agustus 2015 bertempat di Hotel Harris Surabaya, merupakan acara Penandatanganan Kontrak Paket Pembangunan / Peningkatan jalan di Kabupaten Sampang, Pamekasan, Sumenep Tahun Anggaran 2015. Pekerjaan Stimulasi Pembangunan / Peningkatan jalan di 3 Kabupaten ini merupakan pekerjaan tahun kedua dimana merupakan tindak lanjut dari Nota Kesepahaman antara Badan Pelaksana BPWS dengan pemerintah Kabupaten Sampang, Pamekasan, Sumenep yang telah ditandatangani tahun 2014 yang lalu, selain paket pekerjaan peningkatan jalan Badan Pelaksana BPWS juga telah melaksanakan penataan lampu PJU, pembangunan SPAM dan termasuk peningkatan dan pemberdayaan SDM dan lainnya. Pada Acara tersebut Plt. Kepala Badan Pelaksana BPWS Drs. Herman Hidayat, SH, MM menginformasikan kepada para kepala Bappeda Kabupaten dan Kepala Dinas PU Bina Marga Kabupaten Sampang, Pamekasan, Sumenep bahwa pekerjaan Stimulasi yang telah dilaksanakan oleh BPWS pada T.A 2014 saat ini sedang dilaksanakan proses hibah dari BPWS kepada pemerintah Kabupaten. Karena proses hibah sesuai Peraturan Pemerintah No. 27 tahun 2014 tentang pengelolaan Barang Milik Negara / Daerah maka prosedurnya memakan waktu yang cukup lama, dan sedang dilaksanakan proses Serah Terima Opersaional kepada Pemerintah Kabupatan, sehingga diharapkan secara operasional aset tersebut segera dapat dioperasionalkan dan dimanfaatkan oleh pemerintah kabupaten untuk melayani masyrakat termasuk pembayaran rekening listrik untuk lampu PJU yang telah terbangun.

Penandatanganan kontrak yang dilaksanakan pada hari Rabu 19 Agustus 2015 tersebut terdapat 3 paket pekerjaan pembangunan / penigkatan jalan di 3 Kabupaten antara lain :

1.Pembangunan / peningkatan jalan di Kabupaten Sampang (ruas jalan Rogung – Torjun).

2.Pembanguan / peningkatan jalan di Kabupaten pamekasan (ruas jalan Laden-Dasok ).

3.Pembangunan / peningkatan jalan di Kabupaten Sumenep (ruas jalan lingkar Barat – Asta Tinggi).

Pada kesempatan ini Plt. Kepala Badan Pelaksana BPWS Drs. Herman Hidayat, SH, MM juga mengingatkan kepada Deputi Pengendalian dan PPK untuk melengkapi syarat-syarat adminstrasi antara lain perjanjian kerjasama, BA serah terima dari pemerintah kabupaten kepada BPWS (PPK). Dengan ditandanganinya kontrak pembangunan jalan ini diharapkan bisa menstimulasi perekonomian di kabupaten Sampang, Pamekasan, Sumenep karena jalan-jalan tersebut merupakan penunjang peningkatan perekonomian di sekitarnya dan harapan kami kepada pemerintah kabupaten secepatnya dapat menata peruntukan lahan di sekitar jalan tersebut dan jangan sampai menimbulkan kawasan kumuh yang tidak sesuai tujuan untuk meningkatkan melancarkan lalu lintas. 

Dengan ditandatanganinya kontrak pekerjaan pembangunan jalan ini mudah-mudahan Allah SWT memberikan barokah dan hidayah kepada kita semua ujar Plt. Kepala Badan Pelaksana BPWS Drs. Herman Hidayat, SH, MM. dan untuk kelancaran dan kemudahan dalam pelaksanaan saya mengharapkan bantuan dari pemerintah kabupaten untuk memberikan masukan-masukan demi kelancaran dan kemudahan pekerjaan dilapangan. Dan diharapkan pekerjaan ini dapat dilaksanakan tepat waktu dan dengan kualitas yang baik. (wik)

Bapel- Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS) dalam tahun 2015 ini melanjutkan kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Sampang. Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan MoU yang dilakukan oleh Wakil Kepala Bapel-BPWS Drs Herman Hidayat,SH.MM dengan Wakil Bupati Sampang Drs Fadhilah Budiono pada tanggal 26 Mei 2015 bertempat di Ruang Pringgitan Pendopo Sampang.

Wabup Sampang dalam sambutannya sangat mengharapkan dukungan berbagai pihak untuk turut membangun wilayahnya. Partisipasi dalam membangun wilayah Kabupaten Sampang sangat kami butuhkan. Dukungan dimaksud diantaranya pengembangan Sumberdaya Manusia (SDM) serta pembangunan infrastruktur; ujar Fadhillah.

Wabup sempat menyinggung Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Sampang yang masih harus ditingkatkan agar sejajar dengan daerah lain di Jawa Timur. Di bidang infrastruktur, kami perlu dukungan adanya peningkatan kualitas jalan, jembatan, dan sarana air bersih. Pengembangan SDM dan pembangunan infrastruktur diharapkan akan mendorong masyarakat Sampang dapat meningkatkan kemampuan serta menciptakan kondisi yang kondusif bagi pertumbuhan ekonomi; kata Wabup yang pernah menjabat Bupati Sampang beberapa tahun silam.

Melalui MoU dengan Bapel- BPWS sangat diharapkan dapat melanjutkan kerja sama selama ini, sehingga apa yang dilaksanakan oleh kedua belah pihak memiliki landasan yang kuat guna mengikat Pemkab dengan BPWS dalam setiap kegiatan, katanya.

Sementara itu, Wakil Kepala Bapel-BPWS mengatakan kerja sama bahwa antara BPWS dengan Pemkab Sampang sudah pernah dilakukan tahun-tahun sebelum ini. MoU ini sangat penting dan strategis agar masing-masing pihak dapat melaksanakan setiap kegiatan yang dikerjasamakan memberi kontribusi yang optimal dan bermanfaat bagi masyarakat Madura pada umumnya dan Sampang pada khususnya; kata Wakil Kepala BPWS Herman Hidayat.

Pada bagian lain dari penandatanganan tersebut, secara bersamaan juga dilakukan penandatanganan MoU antara Pemkab Sampang dengan Badan Informasi Geospasial(BIG) dan antara Pemkab Sampang dengan Universitas Trunojoyo Madura (UTM). (Eddi Harlijadi)

 

Bupati Sampang KH Fanan Hasib menegaskan bahwa eksistensi Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS)  sangat dibutuhkan. Ini dikatakan bupati dalam acara sinkronisasi dan percepatan pembangunan infrastruktur dan kawasan di Madura oleh Kementerian Pekerjaan Umum – Perumahan Rakyat (PU-PR) RI di kantor BPWS, Senin (11/5).

Hadir dalam pertemuan tersebut Sekjen Kemen PU-PR RI Ir Taufik  Widjoyono M Sc. Bupati Sampang Fanan Hasib, perwakilan Kabupaten Bangkalan, Pamekasan dan Sumenep, serta jajaran BPWS, Bapeprov Jatim dan BBPJN V. Menurut KH Fanan Hasib, keberadaan BPWS dibutuhkan untuk mendorong percepatan pembangunan di Madura.

“Memang saya dengar ada suara-suara sumbang yang menginginkan berbeda. Namun, kita semua harus berfikir jernih bahwa eksistensi BPWS ini diperlukan,” tandasnya.

Lebih lanjut dikatakan, pemerintah pusat juga harus memberikan penguatan secara yuridis agar ruang gerak BPWS semakin baik dan tepat sasaran. “Kami juga menunggu percepatan itu bisa segera direalisasikan. Sebab, kami sendiri juga ditunggu rakyat yang sangat membutuhkan,” pungkasnya. (coy)