Indonesian Chinese (Simplified) English Japanese Korean

Pulau Madura terkenal sekali dengan Kerapan Sapi, bahkan sudah menjadi icon Madura. Selain Kerapan Sapi yang sering sekali dipertandingkan di berbagai daerah di Madura ternyata ada juga kontes Sapi Sonok.

Festival Sapi Sonok menjadi Event tahunan di Madura, Khususnya di Kabupaten Sampang. Minggu, 24 November 2019 festival Sapi Sonok kembali digelar tepatnya di Pantai Wisata Camplong Kabupaten Sampang Madura. Festival Sapi Sonok merupakan  ajang memamerkan kecantikan para sapi betina layaknya peragawati, sepasang sapi sonok pun tampak berlenggang mengikuti alunan musik group saronen, musik tradisional khas Madura. Festival sapi sonok tahun ini lebih menyedot perhatian peternak sapi ras Madura. Tidak kurang 27 pasang sapi sonok se-Madura unjuk kebolehan di arena sepanjang 30 meter. Setiap tampil, ada 3 pasang sapi sonok yang melenggang di atas arena.

Event tahunan ini dihadiri langsung oleh Bupati dan Wakil Bupati, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata, FORKOPIMDA, Seluruh SKPD Kabupaten Sampang, Ketua Paguyuban Sapi Sonok se-Madura, serta tokoh masyarakat wilayah Kabupaten Sampang.

Ajang festival Sapi Sonok tahun ini memang sengaja memilih tempat di Pantai Wisata Camplong dengan tujuan bahwa festifal sapi sonok ini merupakan bagian yang sangat menunjang Wisata Pantai dan Alam dalam mengembangkan Pariwisata Kabupaten Sampang.

Dalam sambutannya Bupati menjelaskan, “Dengan adanya festival tahunan sapi sonok, diharapkan banyak wisatawan yang datang ke Kabupaten Sampang serta mengangkat perekonomian  Masyarakat Kabupaten Sampang.”  

Event yang luar biasa ini sukses mengundang banyak wisatawan, bahkan pada pelaksanaannya ternyata sudah ditunggu oleh wisatawan dari luar Madura, ribuan bikers dari seluruh Indonesia ikut menyaksikan pertujukan seni khas Madura.

Gelaran Festival Sapi Sonok di Kabupaten Sampang ini sekaligus melestarikan Budaya Asli Madura dan diharap mampu menarik kunjungan wisata Lokal maupun dari luar Pulau Madura. (Nin)

Rapat Yang dilaksanakan pada hari Rabu 19 Agustus 2015 bertempat di Hotel Harris Surabaya, merupakan acara Penandatanganan Kontrak Paket Pembangunan / Peningkatan jalan di Kabupaten Sampang, Pamekasan, Sumenep Tahun Anggaran 2015. Pekerjaan Stimulasi Pembangunan / Peningkatan jalan di 3 Kabupaten ini merupakan pekerjaan tahun kedua dimana merupakan tindak lanjut dari Nota Kesepahaman antara Badan Pelaksana BPWS dengan pemerintah Kabupaten Sampang, Pamekasan, Sumenep yang telah ditandatangani tahun 2014 yang lalu, selain paket pekerjaan peningkatan jalan Badan Pelaksana BPWS juga telah melaksanakan penataan lampu PJU, pembangunan SPAM dan termasuk peningkatan dan pemberdayaan SDM dan lainnya. Pada Acara tersebut Plt. Kepala Badan Pelaksana BPWS Drs. Herman Hidayat, SH, MM menginformasikan kepada para kepala Bappeda Kabupaten dan Kepala Dinas PU Bina Marga Kabupaten Sampang, Pamekasan, Sumenep bahwa pekerjaan Stimulasi yang telah dilaksanakan oleh BPWS pada T.A 2014 saat ini sedang dilaksanakan proses hibah dari BPWS kepada pemerintah Kabupaten. Karena proses hibah sesuai Peraturan Pemerintah No. 27 tahun 2014 tentang pengelolaan Barang Milik Negara / Daerah maka prosedurnya memakan waktu yang cukup lama, dan sedang dilaksanakan proses Serah Terima Opersaional kepada Pemerintah Kabupatan, sehingga diharapkan secara operasional aset tersebut segera dapat dioperasionalkan dan dimanfaatkan oleh pemerintah kabupaten untuk melayani masyrakat termasuk pembayaran rekening listrik untuk lampu PJU yang telah terbangun.

Penandatanganan kontrak yang dilaksanakan pada hari Rabu 19 Agustus 2015 tersebut terdapat 3 paket pekerjaan pembangunan / penigkatan jalan di 3 Kabupaten antara lain :

1.Pembangunan / peningkatan jalan di Kabupaten Sampang (ruas jalan Rogung – Torjun).

2.Pembanguan / peningkatan jalan di Kabupaten pamekasan (ruas jalan Laden-Dasok ).

3.Pembangunan / peningkatan jalan di Kabupaten Sumenep (ruas jalan lingkar Barat – Asta Tinggi).

Pada kesempatan ini Plt. Kepala Badan Pelaksana BPWS Drs. Herman Hidayat, SH, MM juga mengingatkan kepada Deputi Pengendalian dan PPK untuk melengkapi syarat-syarat adminstrasi antara lain perjanjian kerjasama, BA serah terima dari pemerintah kabupaten kepada BPWS (PPK). Dengan ditandanganinya kontrak pembangunan jalan ini diharapkan bisa menstimulasi perekonomian di kabupaten Sampang, Pamekasan, Sumenep karena jalan-jalan tersebut merupakan penunjang peningkatan perekonomian di sekitarnya dan harapan kami kepada pemerintah kabupaten secepatnya dapat menata peruntukan lahan di sekitar jalan tersebut dan jangan sampai menimbulkan kawasan kumuh yang tidak sesuai tujuan untuk meningkatkan melancarkan lalu lintas. 

Dengan ditandatanganinya kontrak pekerjaan pembangunan jalan ini mudah-mudahan Allah SWT memberikan barokah dan hidayah kepada kita semua ujar Plt. Kepala Badan Pelaksana BPWS Drs. Herman Hidayat, SH, MM. dan untuk kelancaran dan kemudahan dalam pelaksanaan saya mengharapkan bantuan dari pemerintah kabupaten untuk memberikan masukan-masukan demi kelancaran dan kemudahan pekerjaan dilapangan. Dan diharapkan pekerjaan ini dapat dilaksanakan tepat waktu dan dengan kualitas yang baik. (wik)

Bapel- Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS) dalam tahun 2015 ini melanjutkan kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Sampang. Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan MoU yang dilakukan oleh Wakil Kepala Bapel-BPWS Drs Herman Hidayat,SH.MM dengan Wakil Bupati Sampang Drs Fadhilah Budiono pada tanggal 26 Mei 2015 bertempat di Ruang Pringgitan Pendopo Sampang.

Wabup Sampang dalam sambutannya sangat mengharapkan dukungan berbagai pihak untuk turut membangun wilayahnya. Partisipasi dalam membangun wilayah Kabupaten Sampang sangat kami butuhkan. Dukungan dimaksud diantaranya pengembangan Sumberdaya Manusia (SDM) serta pembangunan infrastruktur; ujar Fadhillah.

Wabup sempat menyinggung Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Sampang yang masih harus ditingkatkan agar sejajar dengan daerah lain di Jawa Timur. Di bidang infrastruktur, kami perlu dukungan adanya peningkatan kualitas jalan, jembatan, dan sarana air bersih. Pengembangan SDM dan pembangunan infrastruktur diharapkan akan mendorong masyarakat Sampang dapat meningkatkan kemampuan serta menciptakan kondisi yang kondusif bagi pertumbuhan ekonomi; kata Wabup yang pernah menjabat Bupati Sampang beberapa tahun silam.

Melalui MoU dengan Bapel- BPWS sangat diharapkan dapat melanjutkan kerja sama selama ini, sehingga apa yang dilaksanakan oleh kedua belah pihak memiliki landasan yang kuat guna mengikat Pemkab dengan BPWS dalam setiap kegiatan, katanya.

Sementara itu, Wakil Kepala Bapel-BPWS mengatakan kerja sama bahwa antara BPWS dengan Pemkab Sampang sudah pernah dilakukan tahun-tahun sebelum ini. MoU ini sangat penting dan strategis agar masing-masing pihak dapat melaksanakan setiap kegiatan yang dikerjasamakan memberi kontribusi yang optimal dan bermanfaat bagi masyarakat Madura pada umumnya dan Sampang pada khususnya; kata Wakil Kepala BPWS Herman Hidayat.

Pada bagian lain dari penandatanganan tersebut, secara bersamaan juga dilakukan penandatanganan MoU antara Pemkab Sampang dengan Badan Informasi Geospasial(BIG) dan antara Pemkab Sampang dengan Universitas Trunojoyo Madura (UTM). (Eddi Harlijadi)

 

Bupati Sampang KH Fanan Hasib menegaskan bahwa eksistensi Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS)  sangat dibutuhkan. Ini dikatakan bupati dalam acara sinkronisasi dan percepatan pembangunan infrastruktur dan kawasan di Madura oleh Kementerian Pekerjaan Umum – Perumahan Rakyat (PU-PR) RI di kantor BPWS, Senin (11/5).

Hadir dalam pertemuan tersebut Sekjen Kemen PU-PR RI Ir Taufik  Widjoyono M Sc. Bupati Sampang Fanan Hasib, perwakilan Kabupaten Bangkalan, Pamekasan dan Sumenep, serta jajaran BPWS, Bapeprov Jatim dan BBPJN V. Menurut KH Fanan Hasib, keberadaan BPWS dibutuhkan untuk mendorong percepatan pembangunan di Madura.

“Memang saya dengar ada suara-suara sumbang yang menginginkan berbeda. Namun, kita semua harus berfikir jernih bahwa eksistensi BPWS ini diperlukan,” tandasnya.

Lebih lanjut dikatakan, pemerintah pusat juga harus memberikan penguatan secara yuridis agar ruang gerak BPWS semakin baik dan tepat sasaran. “Kami juga menunggu percepatan itu bisa segera direalisasikan. Sebab, kami sendiri juga ditunggu rakyat yang sangat membutuhkan,” pungkasnya. (coy) 

 

Rencana pembangunan Madura akan dimatangkan dan ditangani secara khusus. Penanganan ini tentang pembangunan infrastruktur dan kawasan di Madura maupun penguatan sumber daya manusianya.

Ini dikatakan Sekretaris Jenderal  Kementerian Pekerjaan Umum & Perumahan Rakyat RI, Ir Taufik  Widjoyono M Sc dalam acara sinkronisasi dan percepatan pembangunan infrastruktur dan kawasan Kementerian PU-PR di kantor BPWS, Senin (11/5). Hadir dalam acara tersebut Bupati Sampang Kh fanan hasib dan perwakilan Pemerintah Kabupaten Bangkalan, Pamekasan dan Sumenep.

“Ini bagian dari kelanjutan direktif presiden beberapa waktu lalu. Meskipun Presidennya sudah ganti, tetapi program kebijakan ini tetap akan diteruskan,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan, untuk pengembangan dan percepatan Madura, pemerintah pusat akan melakukan penanganan khusus yang didisain sesuai dengan kondisi di lapangan. Nantinya ada rencana yang disinkronkan bersama antara daerah, BPWS dan pemerintah pusat. 

Apalagi saat ini Teluk Lamong sudah beroperasi, lalau perhitungan lalu lintas laut selat Madura, akan menjadi pertimbangan utama dalam menyusun perencanaan teknis.

“Itu meliputi penyelesaian wilayah barat, komitmen penyesuaian anggaran, termasuk pula yang kita bahas sekarang ini terkait Lintas Selatan Madura (LSM). Akan dibahas lebih detil sehingga bisa segera direalisasikan,” imbuhnya.

Menanggapi hal itu Bupati Sampang KH Fanan Hasib menyambut gembira. Menurutnya, setelah hambatan teknis yang mengakibatkan tertundanya pengerjaan Lintas Selatan Madura, pihaknya seolah mendapat angin segar dengan adanya penjelasan Sekjen Kemen PU-PR RI tersebut.

“Kita harapkan ini akan dibahas lebih detil lagi di berbagai level, baik pusat, daerah maupun BPWS. Saya mewakili rakyat, hanya berharap bisa segera direalisasikan,”  pungkasnya. (coy)

Sampang – Setelah melatih pelaku pariwisata di Kabupaten Sumenep dan Pamekasan, BPWS kembali mengadakan pelatihan untuk masyarakat Kabupaten Sampang menjadi pelaku pariwisata Pada Jum’at (13-14/06/2014). Pelatihan diselenggarakan di Hotel Camplong, merupakan rangkaian dari program pemberdayaan masyarakat dalam pengembangan pariwisata Madura. Pelatihan ini melibatkan 26 peserta yang berasal dari perwakilan kacong cebbing, organisasi pemuda, petugas objek wisata, pelaku usaha pariwisata, dan dinas pariwisata Kabupaten Sampang.