Indonesian Chinese (Simplified) English Japanese Korean

Salah satu tugas BPWS adalah Peningkatan Ketrampilan SDM, kali ini BPWS bekerja sama dengan UPT BLK Singosari melaksanakan Pelatihan Peningkatan Keterampilan SDM Wilayah Madura, yang pembukaannya dilaksanakan pada hari Jumat Pukul 09.00 WIB di UPT BLK Singosari. Acara ini dihadiri oleh Kepala Divisi Pengendalian Pembangunan BPWS Mohammad Anwar,  Kepala Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Kependudukan Jawa Timur Sukardo dan Kepala UPT BLK Singosari Hariyadi Budihardjo.

Sambutan diawali oleh Hariyadi Budihardjo selaku Kepala UPT BLK Singosari, dalam sambutannya Hariyadi Budihardjo menjelaskan bahwa peserta yang dilatih sebanyak 48 orang dan berasal dari Kabupaten Bangkalan sebanyak 30 Orang, Kabupaten Sampang sebanyak 6 Orang, Kabupaten Pemekasan sebanyak 6 Orang dan Kabupaten Sumenep sebanyak 6 orang. Mereka akan dilatih selama 240 jam, untuk mengikuti pelatihan Teknik Mesin Perkakas/Bubut , Pelatihan Teknik Multimedia  dan Pelatihan Teknik Instalasi Listrik. Para peserta yang telah dilatih ini nantinya akan mendapatkan Sertifikat dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi.

 

Kepala Divisi Pengendalian Pembangunan Mohammad Anwar, dalam sambutannya mengharapkan para peserta pelatihan diharapkan dapat memajukan masyarakat Madura dan Jawa Timur umumnya. (Nin)

Salah satu tugas BPWS adalah Peningkatan Ketrampilan SDM, kali ini BPWS bekerja sama dengan UPT BLK Tulung Agung melaksanakan Program Peningkatan Keterampilan SDM Berbasis Kompetensi, yang pembukaannya dilaksanakan pada hari Rabu Pukul 10.00 WIB di UPT BLK Tulung Agung. Acara ini dihadiri oleh Kepala Divisi Pengendalian Pembangunan BPWS Mohammad Anwar,  Kepala Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Kependudukan Jawa Timur Sukardo.

Sambutan diawali oleh Sukardo selaku Kepala Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Kependudukan Jawa Timur , dalam sambutannya Sukardo menjelaskan bahwa peserta yang dilatih sebanyak 48 orang dan berasal dari Kabupaten Bangkalan sebanyak 30 Orang, Kabupaten Sampang sebanyak 9 Orang dan Kabupaten Pemekasan sebanyak 9 Orang. Mereka akan dilatih selama 240 jam, untuk mengikuti pelatihan Teknik Las Otogen/Karbid , Pelatihan Otomotif Kejuruan Mobil (R4) Mesin Bensin  dan Pelatihan Teknologi Informasi Kejuruan Operator dan Teknisi Komputer. Para peserta yang telah dilatih ini nantinya akan mendapatkan Sertifikat dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi.

 

Kepala Divisi Pengendalian Pembangunan Mohammad Anwar, dalam sambutannya mengharapkan para peserta pelatihan diharapkan dapat memajukan masyarakat Madura dan Jawa Timur umumnya. (Nin)

Salah satu tugas BPWS adalah Peningkatan Ketrampilan SDM, kali ini BPWS bekerja sama dengan UPT PK Ponorogo melaksanakan Program Peningkatan Keterampilan SDM Berbasis Kompetensi, yang pembukaannya dilaksanakan pada hari Jumat Pukul 10.00 WIB di UPT PK Ponorogo. Acara ini dihadiri oleh Wakil Kepala BPWS Herman Hidayat, Sekretaris Daerah Kabupaten Ponorogo Agus Pramono,  Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kabupaten Ponorogo Sumani, Kepala UPT PK Ponorogo Affandi, serta Kepala Divisi Data dan Informasi BPWS Pandit Indrawan dan Kepala Divisi Pengendalian Pembangunan Anwar.

Sambutan diawali oleh Affandi selaku Kepala UPT PK Ponorogo, dalam sambutannya Afandi menjelaskan bahwa peserta yang dilatih sebanyak 48 orang dan berasal dari Kabupaten Bangkalan sebanyak 33 Orang, Kabupaten Sampang sebanyak 9 Orang dan Kabupaten Pemekasan sebanyak 6 Orang. Mereka akan dilatih selama 24 hari, untuk mengikuti pelatihan otomotif kejuruan sepeda motor (R2) Karburator –A05, pelatihan bangunan kejuruan teknik bangunan –TB05 dan Pelatihan Teknik Listrik – kejuruan instalasi penerangan-IL02. Para peserta yang telah dilatih ini nantinya akan mendapatkan Sertifikat dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi.

Selanjutnya sambutan dari Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kabupaten PonorogoSumani, dalam sambutannya Sumani mengharapkan para peserta pelatihan yang sudah memiliki aura yang bagus ini dapat memajukan Bangsa Indonesia umumnya dan masyarakat Madura khususnya untuk sukses kedepannya.

Wakil Kepala BPWS Herman Hidayat dalam memberikan pengarahan kepada para peserta untuk dapat memahami 3 kriteria pemahaman  yaitu :  I Hear I Forget, I See I Remember, I Do I Understand. Jadi untuk bisa mengerti harus banyak melaksanakan latihan.

 

Selanjutnya , arahan dari Sekretaris Daerah Kabupaten Ponorogo Agus Pramono, memberikan pengarahan tentang kesuksesan hidup harus dimulai dengan mempertebal ibadah agar dapat menambah keimanan dan memperlancar rejeki dan agar selamat di dunia dan akhirat.  (Nin)

Program pelatihan Sumber daya Manusia (SDM) yang dilakukan  BPWS untuk pemuda pemudi di Madura akan terus ditingkatkan dari tahun ke tahun. Sebab, ini merupakan salah satu langkah yang mutlak diperlukan untuk meningkatkan daya saing agar mereka mampu ebrbciara lebih dalam persaingan global.  Apalagi nanti ektika Madura semakin maju dan bergerak dinamis.

Sejak 2011 hingga 2015, tak kurang dari 3.700 SDM Madura yang telah dilatih dalam berbagai bidang keterampilan. Baik otomotif, teknisi computer, IT, kerajinan, souvenir, obat herbal, kuliner, olahan pangan, teknologi asap cair dan lain sebagainya.

 “Ini bertujuan untuk mempersiapkan SDM menghadapi rencana besar pembangunan di Madura agar masyarakat Madura tidak menjadi penonton di rumah sendiri. Program ini akan terus dilakukan setiap tahun dengan skala yang terus ditingkatkan. Baik jumlah peserta maupun bidang yang akan dilatih,” Kepala Divisi Pengendalian pembangunan Ir. Anwar Madjid MSi.

Untuk diketahui, keberadaan  jembatan Suramadu diakui ataupun tidak memberi manfaat besar bagi perekonomian Madura. Namun demikian, jika tidak disertai dengan upaya meningkatkan daya saing Sumber daya Manusianya, mustahil eksistensi jembatan tersebut memberi manfaat kepada masyarakat Madura secara luas dan merata.

Ini dikatakan Plt Kepala BPWS  Irjen Pol (Purn) Drs Herman Hidayat SH MM Dikatakannya, perlu ada penyiapan kualitas sumber daya manusia yang dilakukan secara kontinyu, sistematis dan terarah.

“Sehingga, kelak Madura bisa benar-benar berubah ke arah yang jauh lebih baik namun tetap menjaga nilai-nilai kultur,’ ujarnya.

Ditambahkannya, pihaknya yakin, dalam sepuluh tahun ke depan jika pola pemberdayaan yang dilakukan bisa menyentuh pada simpul-simpul pokok dan esensial dari masyarakat yang membutuhkan, maka perekonomian Madura akan bangkit dan muncul menjadi kekuatan ekonomi besar di Indonesia.

“Siapa yang menyangsikan daya juang orang-orang m Madura? Mereka mampu hidup dalam kondisi  minim. Nah, jika ini dibarengi dengan kualitas sumber daya manusia yang mumpuni, maka bukan mustahil kekuatan besar akan muncul dari Madura,” ujarnya.

Untuk itu, lanjutnya, apa yang dilakukan BPWS tersebut patut didukung dan didorong untuk terus berlajut.

 

“Namun juga perlu dukungan dari pemerintah daerah setempat, baik Pemprop Jatim maupun kabupaten di Madura,” pungkas mantan Kapolda Sumetera barat ini. (coy)

Penutupan Pelatihan Industri – Teknik Pengembangan dan Pemanfaatan Tanaman Obat atas kerja sama BPWS dengan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur UPT Materia Medica Batu pada tanggal 08 Desember 2015 dihadiri oleh perwakilan dari BPWS yaitu Kepala Divisi Pengendalian Pembangunan Bapak Mohammad Anwar. Dalam sambutannya Moch. Anwar mengharapkan dengan adanya pelatihan ini para peserta  yang telah dilatih diharapkan bisa mengolah ramuan ramuan jamu Tradisional Madura sesuai dengan standar Internasional. Ibu Unik selaku Perwakilan dari UPT Materia Medica Batu dalam sambutannya juga menyampaikan bahwa pelatihan ini diharapkan akan menjadi modal kedepan bagi para peserta pelatihan untuk menjadi entrepreneur yang sukses.

Kepala SMK Farmasi Yannas Husada Bangkalan Bapak Ilham juga menyampaikan rasa terima kasih yang sedalam dalamnya kepada BPWS dan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur UPT Materia Medica Batu yang telah memberikan ilmu yang sangat bermanfaat bagi para siswa siswinya yang telah mendapatkan pelatihan  selama 10 hari, disamping itu Bapak Ilham juga mengingatkan kepada para siswa siswinya agar mempunyai rasa percaya diri yang tinggi untuk menjadi entrepreneur yang sukses. (Nin)

 

Salah satu tugas dan fungsi BPWS adalah melatih SDM yang ada di Madura, BPWS dalam hal ini bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur UPT Materia Medica Batu dengan melaksanakan Pelatihan Industri – Teknik Pengembangan dan Pemanfaatan Tanaman Obat dengan melatih 22 orang dari SMK Farmasi Yannas Husada Bangkalan.

Acara yang dibuka pada tanggal 22 November 2015 ini juga dihadiri oleh Kepala Divisi HKKM BPWS Tadjus Subkhi dan Kepala UPT Materia Medica Batu Husin Rayesh Mallaleng, acara ini akan berlangsung hingga tanggal 8 Desember mendatang, setiap peserta pelatihan diajarkan bagaimana pemanfaatan tanaman obat  untuk digunakan dalam pengobatan tradisional. Selanjutnya dalam pelatihan tersebut dilakukan pengenalan jenis tanaman obat, manfaat obat tradisional, pengolahan dan cara produksi obat tradisional yang baik.

Selain itu, peserta diberi pelatihan kewirausahaan, cara berorganisasi dan usaha kelompok masyarakat, proses pengolahan tanaman obat, termasuk praktek pengolahan tanaman obat keluarga untuk  anti oksidan serta praktek pengolahan untuk obat diabetes. Dengan dilaksanakannya latihan ini diharapkan para peserta yang dilatih nanti mampu mengelola tanamanan obat yang ada di sekitar lingkungan mereka untuk dapat diolah menjadi Jamu yang siap pakai dan bebas dari BKO (Bahaya Bahan Kimia Obat). Para peserta yang telah lulus dalam latihan ini akan diberikan sertifikat yang dapat digunakan sebagai dasar pengalaman untuk dapat diaplikasikan ke masyarakat. (Nin)