Indonesian Chinese (Simplified) English Japanese Korean

Penutupan Pelatihan Industri – Teknik Pengembangan dan Pemanfaatan Tanaman Obat atas kerja sama BPWS dengan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur UPT Materia Medica Batu pada tanggal 08 Desember 2015 dihadiri oleh perwakilan dari BPWS yaitu Kepala Divisi Pengendalian Pembangunan Bapak Mohammad Anwar. Dalam sambutannya Moch. Anwar mengharapkan dengan adanya pelatihan ini para peserta  yang telah dilatih diharapkan bisa mengolah ramuan ramuan jamu Tradisional Madura sesuai dengan standar Internasional. Ibu Unik selaku Perwakilan dari UPT Materia Medica Batu dalam sambutannya juga menyampaikan bahwa pelatihan ini diharapkan akan menjadi modal kedepan bagi para peserta pelatihan untuk menjadi entrepreneur yang sukses.

Kepala SMK Farmasi Yannas Husada Bangkalan Bapak Ilham juga menyampaikan rasa terima kasih yang sedalam dalamnya kepada BPWS dan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur UPT Materia Medica Batu yang telah memberikan ilmu yang sangat bermanfaat bagi para siswa siswinya yang telah mendapatkan pelatihan  selama 10 hari, disamping itu Bapak Ilham juga mengingatkan kepada para siswa siswinya agar mempunyai rasa percaya diri yang tinggi untuk menjadi entrepreneur yang sukses. (Nin)

 

Salah satu tugas dan fungsi BPWS adalah melatih SDM yang ada di Madura, BPWS dalam hal ini bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur UPT Materia Medica Batu dengan melaksanakan Pelatihan Industri – Teknik Pengembangan dan Pemanfaatan Tanaman Obat dengan melatih 22 orang dari SMK Farmasi Yannas Husada Bangkalan.

Acara yang dibuka pada tanggal 22 November 2015 ini juga dihadiri oleh Kepala Divisi HKKM BPWS Tadjus Subkhi dan Kepala UPT Materia Medica Batu Husin Rayesh Mallaleng, acara ini akan berlangsung hingga tanggal 8 Desember mendatang, setiap peserta pelatihan diajarkan bagaimana pemanfaatan tanaman obat  untuk digunakan dalam pengobatan tradisional. Selanjutnya dalam pelatihan tersebut dilakukan pengenalan jenis tanaman obat, manfaat obat tradisional, pengolahan dan cara produksi obat tradisional yang baik.

Selain itu, peserta diberi pelatihan kewirausahaan, cara berorganisasi dan usaha kelompok masyarakat, proses pengolahan tanaman obat, termasuk praktek pengolahan tanaman obat keluarga untuk  anti oksidan serta praktek pengolahan untuk obat diabetes. Dengan dilaksanakannya latihan ini diharapkan para peserta yang dilatih nanti mampu mengelola tanamanan obat yang ada di sekitar lingkungan mereka untuk dapat diolah menjadi Jamu yang siap pakai dan bebas dari BKO (Bahaya Bahan Kimia Obat). Para peserta yang telah lulus dalam latihan ini akan diberikan sertifikat yang dapat digunakan sebagai dasar pengalaman untuk dapat diaplikasikan ke masyarakat. (Nin)

Pelaksanaan Pameran Konstruksi Indonesia 2015 yang diadakan di Jakarta Convention Center dari tanggal  4 - 6 November 2015, telah di ikuti oleh beberapa Kementerian, perusahaan - perusahaan yang bergerak di bidang infrastruktur dan hal ini juga di ikuti oleh Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS). Dimana stan BPWS ini sempat dikunjungi oleh Sekretaris BP SDM Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Amwazi Idris, dalam kesepakatan tersebut beliau  mendapatkan penjelasan dari Plt Kepala BPWS Herman Hidayat,  Amwazi Idris sangat mengapresiasi terkait tugas - tugas dan fungsi BPWS, beliau juga akan membantu dan mendukung khususnya dalam mengembangkan SDM yang ada di Madura, sehingga nantinya akan terjalin sinkronisasi antara tugas BP SDM Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dan BPWS. (Nin) 

Program Dobel Sertifikat dengan Instruktur Jebolan Luar Negeri

Selain berbagai kegiatan pelatihan dengan menggandeng Unesa dan lembaga kompeten lainnya, BPWS juga menggandeng Balai Latihan Kerja (BLK) Propinsi Jatim dalam pemberdayaan SDM Madura. Hal itu merupakan pengejawantahan dari Memorandum of Understanding (MoU) antara BPWS dengan Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Kependudukan (Disnakertransduk) Propinsi Jatim.
“Kami (BPWS & Disnakertransduk) memiliki tujuan yang sama untuk meningkatkan kualitas dan kesejahteraan masyarakat Madura. Pelatihan ini menggandeng BLK Jatim untuk meningkatkan mutu dan daya saing SDM Madura ke depan,” ujar Wakil Kepala BPWS, Drs Herman Hidayat, SH., MM di acara pembukaan pelatihan di BLK Singosari Malang awal September silam.
Hal sama disampaikan Kepala Disnakertransduk Dr Edi Purwinarto M.Si. Menurutnya, langkah BPWS melatih SDM Madura perlu didukung penuh. Pemprop Jatim sendiri selama ini juga melakukan hal yang sama di Madura.
Langkah tersebut bagian dari upaya Pemprop Jatim untuk menurunkan angka pengangguran sekaligus meningkatkan daya saing sehingga, hanya perlu disinergikan dan bahu membahu demi kemajuan bangsa,” tandasnya.
Pelatihan yang dilaksanakan di BLK Singosari adalah merupakan salah satu program unggulan karena peserta mendapatkan dobel sertifikat yang diakui secara luas dan memiliki nilai tawar tinggi di dunia kerja. Sertifikat tersebut dari UPTPK Singosari dan LSP (Lembaga sertifikasi Propinsi) di bawah Badan Nasional Sertifikasi Propinsi.
“Sertifikat BLK ini istilahnya nduwe jeneng (punya nama/nilai tawar-Red) yang diakui di dunia kerja. Makanya, peserta nanti diharapkan bisa terserap sebagai tenaga kerja profesional atau buka usaha sendiri,” imbuh Edi.
Untuk diketahui bahwa, di BLK Pemprop Jatim ini banyak instruktur atau pelatih yang telah mengenyam pendidikan praktikal di luar negeri sesuai dengan kompetensi dan bidang masing-masing. Mulai Jepang, Jerman hingga Italia. Sehingga, kualitasnya diakui. Selain itu, peralatan praktik di BLK tersebut sangat lengkap sehingga dapat mendukung materi yang diberikan.
“Banyak pemuda-pemudi dari seluruh Jatim atau seluruh Indonesia dilatih di sini. Bahkan dari Timor Leste ada yang belajar di sini (BLK- Red). Banyak dari mereka rela merogoh kocek sendiri. Nah, yang dari Madura ini dibiayai Negara melalui BPWS, artinya gratis. Kesempatan ini tolong dimanfaatkan sebaik-baiknya,” pesan Edi Purwinarto mengakhiri sambutannya.
Pelatihan SDM Madura yang dilakukan BPWS ini meliputi pelatihan operator dan teknisi komputer sebanyak 32 orang. Masing-masing dari Sumenep dan Sampang. Lalu pelatihan otomotif R2, 16 orang dari Sumenep. Selain itu ada pelatihan teknisi instalasi listrik sebanyak 32 org dari dari Sumenep dan Pamekasan.
Dilanjutkan, pelatihan operator dan teknisi komputer sebanyak 44 orang dari Pamekasan dan Sampang. Juga pelatihan otomotif R2 sebanyak 32 orang dari Pamekasan dan Bangkalan.
“Khusus yang Bangkalan, pelatihannya berbasis Pesantren. Ini bagian dari upaya BPWS memberdayakan SDM pesantren,” ujar Kepala Divisi Pengendalian Pembangunan BPWS, Ir Muhammad Anwar MM.
Selain di UPT BLK Singosari, BPWS juga menggandeng BLK Propinsi Jatim yang ada di Tulungagung. Di kota itu, pelatihan digelar di bidang las listrik dengan peserta dari Sumenep sebanyak 16 orang. Selain itu, diadakan pelatihan budidaya tanamana tebu dengan peserta 16 orang dari kab. Sumenep dan Sampang. (coy)