Indonesian Chinese (Simplified) English Japanese Korean
rdev

rdev

Web administrator di Badan Pengembangan Wilayah Surabaya Madura

Website URL: http://www.bpws.go.id Email: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

SURABAYA – Kepala Sub Divisi Pemberdayaan Divisi Hubungan Kelembagaan dan Komunitas Masyarakat BPWS, Edy Slamet Budi menyatakan pelatihan terhadap pelaku industri kecil menengah (IKM) terus dilakukan.

’’Targetnya tahun ini mencapai 250 IKM se-Madura,’’ katanya dalam rapat evaluasi Pelaksanaan Program Pelatihan SDM wilayah Madura, Selasa (3/9).

Baru-baru ini, pihaknya sudah melakukan pelatihan terhadap pelaku IKM di Kabupaten Sumenep dan Pamekasan. Jumlahnya sekitar 180 peserta.

Masing-masing untuk Kabupaten Sumenep 120 peserta, dan Kabupaten Pamekasan sekitar 60 peserta. BPWS dikatakan Edy turut menggandeng Inopak Institute sebagai pihak ketiga.

Materi pelatihan tersebut meliputi ekonomi kreatif berbasis kompetensi.’’Terutama dalam proses teknik pengemasan yang bisa menarik minat pasar,’’ kata Edy.

Nantinya, output dari hasil pelatihan ini akan diseleksi yang terbaik untuk dipamerkan dalam Summit Meeting Sidepoll yang akan digelar di Surabaya pada Oktober mendatang. (edw)

BADAN Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS) kembali menggelar pelatihan bagi Industri Kecil Menengah (IKM) di Kabupaten Sumenep.
Pengembangan industri kecil menengah (IKM) menjadi salah satu perhatian Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS). Badan ini kembali melatih pelaku usaha sektor IKM.

Dalam pelatihan ini BPWS bekerja sama dengan INOPAK Institute melalui Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit GmbH (GIZ) yang merupakan lembaga konsultan kewirausahaan yang bergerak dalam pengembangan ekonomi kawasan. Dengan diperkuat para tenaga Ahli Pengolahan Pangan, Pengembangan Bisnis, Akses Internasional, Kemasan Modern, dll, alumni Universitas ternama di Jerman. Ini kali ketiga program dari Sub Divisi Pemberdayaan, Divisi Hubungan Kelembagaan dan Komunitas Masyarakat dilakukan.

”Kami sudah beberapa kali menggandeng GIZ Jerman melalui Inopak dan bersinergi dengan Pemkab Pamekasan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis kerakyatan di Pamekasan,” terang Kepala Divisi Hubungan Kelembagaan dan Komunitas Masyarakat (HKKM) BPWS Djoni Iskandar. “Pemberian pelatihan secara gratis terhadap ratusan IKM itu merupakan upaya BPWS untuk menggenjot perekonomian Madura, Kami membantu dalam pelatihan ini untuk meningkatkan nilai produk, membangun mindset agar IKM di Madura dapat berkembang pesat, menyasar market premium dan pasar internasional. Sehingga menggerakkan sektor ekonomi kerakyatan,” ungkapnya.

Ketua INOPAK Institute, Alfin NF Mufreni mengatakan, para peserta akan dilatih membuat kemasan yang memberi nilai jual di pasar modern, manajemen, akses non perbankan, dan pemasaran hingga segmen pasar internasional. “Mindset nya kami reset ulang agar para pelaku IKM ini bisa menyesuaikan dengan segmen pasar modern. Bisa menyulap produksinya menjadi produk yang memiliki daya saing besar. Dengan demikian, keuntungan akan meningkat, pasar akan terbuka luas dan sudah barang tentu mendorong dinamika perekonomian daerah, Beberapa konten pelatihan yang diajarkan di antaranya, teknik kemasan, layout dan desain kemasan, diksi (pemilihan kata) yang sesuai dengan pasar, kualitas produk, serta teknis pemasaran. Pihaknya memberikan pendampingan cara memasarkan produk tersebut hingga mencapai pasar internasional” ungkapnya.

 

Pada Pelatihan sesi ke 3 yaitu PRAKTEK PENGEMASAN HASIL INOVASI DAN PENINGKATAN KUALITAS PRODUKSI yang telah dilaksanakan pada tanggal 19 Agustus 2019 di Hotel C1 – Sumenep ini para peserta mendapatkan pengetahuan tentang praktek menggunakan alat-alat modern yang ada di pasaran seperti stemper untuk masa berlaku produk (expired), hitgun, spinner (mesin peniris minyak), mesin vakum (menjadikan makanan kedab udara, mesin bandsiller lengkap dengan Nitrogen (mesin pengunci kemasan agar tidak bocor dan kemasan menjadi kembung.

Pada sesi terakhir pelatihan acara penutupan oleh Yth. Bapak Wakil Bupati Sumenep, Achmad Fauzi sekaligus gelar desain kemasan baru hasil inovasi kemasan modern kreasi INOPAK Institute bersama peserta pelatihan menggunakan kemasan Paper Metal, sehingga kualitas produksi IKM meningkat dan lebih menarik. “Hasil Produksi Industri Kecil Menengah (IKM) Sektor Makanan dan Minumandi Kabupaten Sumenep yang telah selesai melakukan pelatihan bersama BPWS dan INOPAK Institute kerjasama dengan Disperindag Kab. Sumenep bahwa produk dengan kemasan modern akan dipasarkan di took retail dan pusat oleh-oleh seluruh wilayah Kabupaten Sumenep”, ungkapnya.

Pemerintah kabupaten Sumenep dapat memberikan peluang dan dukungan yang dibutuhkan oleh para pengusaha Industri Kecil Menengah (IKM) Sektor Makanan dan Minumandi Kabupaten Sumenep untuk lebih berkembang dan mampu memenuhi persyaratan pasar, seperti Sertifikat P-IRT, B-POM, Uji Nutrisi, Halal MUI, dan Ijin Usaha, sehingga mereka telah siap naik kelas. (nin)

SURABAYA-Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS) menghibahkan Barang Milik Negara (BMN) ke Pemkab Bangkalan senilai Rp 25 miliar. Penandatanganan akta hibah ini diselenggarakan oleh BPWS, Selasa (20/8) di ruang rapat Muztasier.  Bupati Bangkalan, RKH Abd. Latif Amin Imron Ra Latif dan Plt. Sekretaris BPWS, Sidik Wiyoto melakukan penandatanganan dengan disaksikan masing masing jajarannya.

Dalam sambutannya, Sidik menyatakan, komitmen BWPS membangun Madura tidak diragukan lagi. Ia juga berterimakasih atas terbangunnya sinergitas BPWS dengan Pemkab Bangkalan yang terjalin harmonis.

“Bangkalan menempati posisi istimewa karena memang berada di bottle neck Madura. Posisi sentral ini memberi akses positif bagi berkembangnya Madura. Dan BPWS, memiliki komitmen bersama yang kuat, untuk memajukan Bangkalan dan Madura bersama seluruh stakeholder,”ujar mantan auditor senior yang suka berpantun ini.

Lebih lanjut dikatakan, atas usulan Gubernur Jatim, saat ini sedang dibahas Perpres tentang pembangunan Madura yang memasukkan 4 Bupati di Madura sebagai salah satu struktur Dewan Pengarah.

“Ini tentu akan menjadi energi baru yang positif. Kami berterimakasih kepada Bupati, bahwa kerjasama ini menunjukkan tidak ada lagi hambatan dalam pembangunan di Madura,”tandasnya".

Menanggapi hal tersebut, Bupati Abdul Latif menyatakan berterimakasih. Ke depan, ia berharap ada sinergitas yang semakin baik antar kedua institusi.

“Ini sebuah kerjasama yang ideal demi memajukan rakyat Madura. Kami berharap, sinergitas ini semakin berkembang positif dan semakin intens di depan hari,” tandasnya didampingi Wakil Bupati, Mohni dan segenap  jajarannya.

Untuk diketahui, rincian BMN yang dihibahkan ke Pemkab Bangkalan antara lain, PJU Telang – Morkepek, SPAM Konang, peningkatan jalan ruas Telang, peningkatan jalan ruasTelang – Morkepek,  peningkatan jalan ruas Modung dan SPAM Konang.

Dengan hibah ini, maka merujuk pada peraturan perundang undangan, kewajiban pemeliharaan beralih kepada penerima hibah, yakni Pemerintah Kabupaten Bangkalan.(coy)

SURABAYA – Momentum HUT RI Ke 74 menjadi langkah baru bagi Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS), meningkatkan kinerja dan profesionalitas untuk menuju SDM unggul.

Hal tersebut disampaikan oleh Deputi Perencanaan, Agus Wahyudi seusai menjadi Inspektur Upacara  yang digelar di halaman kantor BPWS, Sabtu (17/8/2019).

Sesuai dengan tema tahun ini untuk meningkatkan SDM Unggul, BPWS dikatakan Agus juga terus berbenah diri.’’Selain kinerja, kedisiplinan seluruh karyawan juga menjadi perhatian,’’ katanya saat memberikan sambutan di Ruang Mustazir.

Peningkatan kedisiplinan menjadi acuan dalam profesionalitas bekerja. Seperti taat dalam memenuhi jam kerja, menuntaskan tugas pekerjaan.

’’Kita harus terus meningkatkan kedisiplinan. Selain untuk profesionalitas, BPWS sebentar lagi akan dipimpin Kepala Bapel Definitif,’’ terang Agus. (edw)

JAKARTA – Perhatian produk industri kecil menengah (IKM) Madura tidak hanya didalam negeri. Pengembangan dan modernisasi kemasan kini mulai dilirik oleh Jerman.

Adalah  Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit GmbH atau GIZ, mulai memberikan perhatian. GIZ merupakan perusahaan internasional milik pemerintah federal Jerman yang beroperasi di berbagai bidang di lebih dari 130 negara.

GIZ umumnya bekerja sama dengan pemerintah negara, lembaga negara, dan sektor swasta. Untuk pelaksanaannya mereka menugaskan  Innopak Institutte, yakni para anak bangsa yang menjadi alumnus selama menempuh pendidikan di negeri panzer ini.

’’Memang ada beberapa point yang bisa dikerjasamakan,’’ kata Koordinator Program Migrasi Developmen GIZ, Makhdonal Anwar, kemarin.

Kerjasama dalam pengembangan produk IKM Madura selama ini dilakukan bersama Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS). Khususnya, dalam implementasi teknologi terapan masyarakat.

Pembahasan tersebut dibahas dalam Persiapan Seminar Teknologi Terapan dan Gelar Produk IKM Wilayah Madura Desain Kemasan Modern di kantor GIZ-CIM, Jakarta.  Pertemuan ini turut dihadiri oleh Sekretaris BPWS, Sidik Wiyoto; Kepala Satuan Kerja BPWS, Lukman Hakim; dan Kepala Subdiv Pemberdayaan Masyarakat Divisi Hubungan Kelembagaan dan Komunitas Masyarakat, Edi Slamet Budi S.

Teknologi baik dalam budidaya bahan dasar olahan maupun kemasan modern produk tersebut. Berbagai pelatihan telah dilakukan oleh BPWS bersama Innopak.’’Target kita adalah pelaku langsung IKM Madura, dan Pemerintah Pusat dalam penentuan kebijakan,’’ ujar Makhdonal.

Terpisah, menurut Sidik Wiyoto adanya kerjasama ini turut membantu dalam pengembangan dan percepatan di Madura.

Ia mengatakan,  dengan adanya sentuhan dari GIZ menjadi penunjang dalam proses pembangunan di Madura. Terlebih, rencana program Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam membangun Indonesia Islamic Science Park (IISP) tengah dipersiapkan.

’’Ini bisa terkoneksi dengan program Pemprov. Dimana pengembangan produk IKM bisa menjadi salah satu bagian dari memajukan Madura,’’ ujar Sidik.(edw)

Komisi V DPR RI melakukan kunjungan kerja spesifik di Kantor BPWS kemarin. Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS) menargetkan bisa membebaskan lahan seluas 1.200 hektare. Pembebasan lahan berada di Kawasan Kaki Jembatan Suramadu Sisi Madura (KKJSM) dan Kawasan Khusus Madura (KKM). Hingga saat ini, baru 45 hektare yang bisa dibebaskan.

Lahan 600 hektare di KKJSM bakal dibangun beberapa infrastruktur. Antara lain, 116 hektare permukiman, 320 hektare kawasan industri, dan 52 hektare central business district (CBD). Kemudian, 52 hektare untuk fasilitas umum (fasum), rest area 40 hektare, dan wisata pesisir 20 hektare. Kemudian, gubernur Jatim juga akan membangun Indonesia Islamic Science Park (IISP) dan membutuhkan lahan sekitar 101 hektare.

Di KKJM BPWS baru dirampungkan beberapa infrastruktur. Yakni, peningkatan jalan, proyek jalan pendekat overpass II, dan pembangunan SPAM. Lalu, lanskap dan pagar rest area.

Sementara 600 hektare KKM di Kecamatan Klampis bakal dibangun Pelabuhan Tanjung Bulu Pandan. Perinciannya, 363 hektare kawasan industri dan pergudangan, 159 hektare permukiman, dan 78 hektare CBD. Kawasan pantai akan dibangun penunjang pelabuhan.

Selain itu, bakal dibangun jalan tol penghubung KKJSM dengan KKM. Jalan akan dibangun dari pertigaan Tangkel menuju Pelabuhan Tanjung Bulu Pandan. Pembebasan KKM dan jalan tol belum dilakukan. Untuk mewujudkan itu, semua dibutuhkan Rp 82,02 triliun.

Grand design dan capaian kerja BPWS itu terungkap dalam kunjungan Komisi V DPR RI kemarin (12/7). Anggota Komisi V DPR RI Hengky Kurniawan meminta BPWS konsisten mengembangkan kawasan Suramadu sisi Madura.

Menurut dia, yang perlu dilakukan adalah menyiapkan infrastruktur ekonomi. Masyarakat perlu berpenghasilan dan harus ada lapangan pekerjaan. ”Itulah yang harus diciptakan BPWS,” terangnya.

Artinya, jelas dia, harus ada cara untuk menarik investasi atau orang berbelanja di Madura. Mereka tertarik berbelanja di Madura kalau ada identitas budaya Madura. Misalnya, pembangunannya jangan modern. Harus ada unsur atau corak budaya Madura.

Ketua Komisi V DPR RI Fary Djemy Francis mendukung rencana pembangunan Pelabuhan Tanjung Bulu Pandan dan IISP. Dua program tersebut layak menjadi proyek strategis nasional. ”Pokoknya yang diusulkan Ibu Gubernur Jatim itu yang kami dorong,” singkatnya.

Sekretaris BPWS Sidik Wiyoto menyatakan, masukan anggota DPR RI sangat baik bagi BPWS. Namun yang jadi kendala BPWS, tidak memiliki pimpinan definitif hampir 7 tahun. Jika BPWS memiliki pimpinan definitif, lebih cepat dilakukan pembangunan.

Pihaknya memiliki masterplan pengembangan kawasan industri untuk menciptakan lapangan pekerjaan. Adanya industri harus berjalan selaras dengan pembangunan perumahan. Sebab, industri sulit berjalan jika tidak ada rumah. ”Jadi, harus saling mengisi,” terangnya.

Perencanaan pembangunan Madura bukan hanya animasi. Namun, ada perencanaan yang telah dibuat oleh pihak profesional. Selain terkendala pimpinan tak kunjung definitif, BPWS terkendala pembebasan lahan. ”Alhamdulillah akhir 2016 kami sudah mulai,” ucapnya.

BPWS sudah menyiapkan sekitar 150 kios untuk mengakomodasi pedagang kaki lima (PKL). Namun, kios tersebut belum bisa ditempati lantaran masih ada pembenahan. ”Insyaallah tahun depan sudah bisa dimanfatakan,” jelasnya.

Penyediaan air bersih telah dibangun SPAM dengan daya pompa 100 liter per detik. Pihaknya sudah melakukan analisis. Kebutuhan air kawasan industri sekian liter dan kawasan perumahan sekian liter.

Pria berkacamata itu sangat bersyukur karena gubernur Jawa Timur juga meminta ada kalobarasi program spektakuler. Yakni, rencana pembangunan Indonesia Inslamic Sciene Park (IISP)   di KKJSM sisi timur dan membutuhkan lahan 101 hektare. ”Ini gayung bersambut,” tutupnya. (coy)