Indonesian Chinese (Simplified) English Japanese Korean
rdev

rdev

Web administrator di Badan Pengembangan Wilayah Surabaya Madura

Website URL: http://www.bpws.go.id Email: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Beda lagi dengan Capung, adalah Faisal owner Oemah Roejak, yakni produk sambal rujak buah yang mampu menembus pasar Hongkong dan Malaysia dengan pengiriman rata rata 1000 pieces per bulan. Bersama Faisal, ada pemilik Abon Jennie, Winwin Tresnawulan, Bangkalan, produknya tak kalah mentereng karena berhasil menembus pasar Belanda. “Ya selain pasar lokal, kami juga menyasar pasar internasional. Alhamdulillah, sudah mampu tembus pasar Belanda,” ujarnya. Menanggapi keberhasilan peserta pelatihan tersebut, Plt. Sekretaris BPWS, Sidik Wiyoto menegaskan, Madura yang memiliki potensi besar dalam berbagai, baik bidang perikanan dan hasil bumi, sangat potensial untuk dikembangkan perekonomian kerakyatannya di sektor IKM. “Kami akan membantu dalam pelatihan untuk meningkatkan nilai produk, membangun mindset agar IKM di Madura dapat berkembang dan menggerakkan sektor ekonomi kerakyatan,” tandasnya. Sementara, Tenaga Ahli Utama Packaging INOPAK Institute, Newin Hasan Herman mengatakan, para peserta akan dilatih membuat kemasan yang memberi nilai jual di pasar modern, manajemen, akses non perbankan dan pemasaran hingga segmen pasar internasional. “Mindset nya akan kami reset ulang agar para pelaku UMKM bisa menyesuaikan dengan segmen pasar modern. Bisa menyulap produksinya menjadi produk yang memiliki daya saing besar. Dengan demikian, keuntungan akan meningkat, pasar akan terbuka luas dan sudah barang tentu mendorong dinamika perekonomian daerah,”ujar pakar Aerotika Pesawat yang sudah 15 tahun tinggal di jerman ini. (Coy)

Setidaknya, 480 IKM (Industri Kecil Menengah) di seluruh Madura, masing masing kabupaten 120 IKM, telah dipoles BPWS bersama dengan Pemerintah Kabupaten se Kabupaten Madura, dengan digawangi para ahli dari INOPAK Institute beserta Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit GmbH (GIZ) German. Hasilnya? Mayoritas produk yang sebelumnya biasa biasa saja, menjadi produk berkualtias luxury dan masuk pasar modern, seperti Alfamart, Alfamidi, Indomart, Hypermart dan retail modern lainnya. Bahkan, beberapa malah masuk pasar ekspor. Bagaimana bisa ? Bertahun tahun, Andi Sauman, owner produk KERIPIK IKAN CAPUNG merk HA-ROSA Pamekasan, mengalami stagnasi penjualan yang tidak berkembang. “Hanya segitu aja gak naik naik,” ujarnya. Hingga kemudian, ia mengikuti pelatihan di BPWS. Para ahli jebolan Jerman memoles teknik kemasan, disain, teknik pemasaran, jaringan pemasaran, hingga manajemen, izin, standarisasi internasional. “Dan luar biasanya, dari yang semula kemasan lusuh, kumuh dan disain alakadarnya, sehingga hanya laku murah dan terbatas. Sekarang membanggakan. Karena masuk ke pasar Modern. Di Alfamart dan sejenisnya sudah tersedia. Alhamdulillah,” tandasnnya. Dia hanyalah satu dari ratusan produk IKM yang sudah berubah 180 derajat setelah dipoles BPWS. Ratusan produk lain juga semakin berkibar menjelajah pasar Indonesia dengan mutu dan kualitas yang beradi diadu di level nasional. (coy)

Badan Pengembangan Wilayah Surabaya-Madura (BPWS) berkoordinasi dengan Komisi Informasi (KI) Pusat terkait hasil Monitoring dan Evaluasi Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2019. Tim BPWS  dipimpin oleh Ketua PPID Pandit Indrawan bersama Tim Sekretariat PPID BPWS diterima langsung oleh Ketua Bidang Penyelesaian Sengketa Informasi (PSI) KI Pusat Arif Adi Kuswardono bersama Tenaga Ahli dan Asisten Tenaga Ahli KI Pusat di ruang rapat lantai 9 Kantor Sekretariat KI Pusat Wisma BSG Jakarta, Jumat (07/02/2020).

Pada kesempatan tersebut, Ketua Bidang Penyelesaian Sengketa Informasi (PSI) KI Pusat Arif Adi Kuswardono menyampaikan apresiatif terhadap BPWS yang diawal-awal tahun sudah bergerak cepat untuk berkoordinasi dalam rangka meningkatkan pelayan keterbukaan informasi publik di tahun 2020. Dalam kesempatan yang sama Tenaga Ahli dan Asisten Ahli KI Pusat  menjelaskan hasil monitoring dan Evaluasi PPID BPWS sesuai dengan hasil yang sudah diterima dan perlu ditingkatkan indikator penilaian yang belum terpenuhi.

Sementara itu Ketua PPID Memahami terkait Hasil Monev KIP 2019, guna meningkatkan pelayanan informasi di Tahun 2020 maka PPID BPWS harus berbenah, belajar dan berinovasi dengan mengacu pada catatan hasil monev  KIP 2019 perlu ditingkatkan/dipenuhi, Semoga kedepan BPWS menjadi Badan Publik yang Informatif “tuturnya.(Nis)

 

Produk Industri Kecil Menengah (IKM) Madura yang dilatih BPWS dan Inopak Institute bekerjasama GIZ Jerman dan Pemerintah Daerah se Kabupaten Madura, sukses masuk ke pasar retail modern. Ini terungkap dalam Pelatihan Teknik Pengemasan Modern di Pamekasan, Selasa (21/1) yang digelar BPWS, Inopak Institute dan Pemerintah Kabupaten Pamekasan. Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Pamekasan, Abdiyati Muradi dalam kegiatan itu mengatakan, khusus untuk Pamekasan, saat ini sudah 12 produk IKM yang dilatih BPWS dan Pemkab Pamekasan, sudah masuk ke pasar retail modern. “Seperti Alfamart, Indomart dan pasar modern lainnya. Produk lainnya akan segera menyusul. Ini perkembangan positif setelah dilatih BPWS. Dan jelas telah menyumbang pertumbuhan ekonomi kawasan,” ujarnya. Diantara yang sudah masuk antara lain, teri, rengginan, otok dan lain sebagainya. 

Sementara, Kasubdiv Pemberdayaan Masyarakat BPWS, Edi Slamet menambahkan, BPWS berharap, para peserta pelatihan memiliki kepercayaan diri, kualifikasi dan kualitas untuk masuk ke toko retail modern. Ini tujuannya agar, menjadi IKM sesungguhnya. “Apa itu? Industri Kecil Miliaran. Ini bukan mustahil, hanya tinggal beberapa langkah lagi. BPWS akan terus akan dorong,” tandas bapak tiga putri yang dikenal concern di bidang industri kecil ini. Di kesempatan yang sama, Sekretaris BPWS, Sidik Wiyoto menegaskan, BPWS telah membangun jaringan nasional dan interanasional untuk memberikan ruang kepada IKM Madura berkiprah di pasar retail lebih besar.  berkali kali membangun komitmen dengan “Kita (BPWS) sudah membangun komitmen dengan Asosiasi Pengusaha Retail Indonesia  yang memiliki jaringan toko retail modern sejumlah lebih dari 4000 gerai. Ini Kesempatan emas,” tadas mantan Kepala BPKP ini. Ditambahkan, BPWS berkomitmen terus mendorong peningkatan kualitas SDM Madura untuk semakin berkiprah di kancah internasional. “Kami terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh stakeholder di Madura untuk membangun kualitas dan potensi Madura. Ini benar benar potensi besar yang harus didorong bersama sama,” tegasnya.

Terpisah, Bupati Pamekasan, Badrut Tamam, mengakui bahwa pelatihan BPWS tersebut memberi dampak positif yang terasa. Bahkan, dikatakan selaras dengan program kerja jajarannya di pamekasan.  “Kami memiliki program untuk menciptakan 10.000 pengusaha start up. Sinergi dengan BPWS dalam pelatihan ini, jelas sangat dibutuhkan,” tandasnya. Sekadar informasi, peserta latih dari kegiatan ini adalah para pengusaha industri kecil menengah yang sudah memiliki produk namun penjualannya masih konvensional dan kurang maksimal. Mereka dilatih manajemen, teknik kemasan, membuka jaringan nasional dan internasional, memfasilitasi ke pasar retail modern dan bimbingan konseling. (coy)

 

Anugerah keterbukaan informasi Badan Publik  yang di gelar Komisi Informasi Pusat di Istana Wakil Presiden pada Kamis (21/11) menjadi ke lima kalinya BPWS mendapatkan Perhargaan Keterbukaan Informasi Publik yakni Pada Tahun 2015, 2016, 2017,2018 dan 2019

Acara tersebut dibuka oleh Ketua KI Pusat Gede Narayana yang dalam sambutannya mengharap kepada semua pimpinan BP selaku atasan PPID (Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi) sebagai pelaksana pelayanan informasi kepada publik dapat menjadikan keterbukaan informasi sebagai Budaya. “Jika pimpinan badan publik sudah menjadikan pelaksanaan keterbukaan informasi publik sebagai budaya maka otomatis mindset-nya selalu berupaya memberikan pelayanan informasi terbaik kepada publik. Ketua KI Pusat Gede Narayana memaparkan hal tersebut saat melaporkan hasil monev sekaligus penganugerahan BP kategori “Informatif” dan “Menuju Informatif”, yang disaksikan oleh Wakil Presiden HM Ma’ruf Amin di Gedung II Istana Wapres Jl. Medan Merdeka Selatan Jakarta, Kamis (21/11) pagi

Disampaikan juga bahwa berdasarkan hasil monev yang masih mayoritas masih masuk kategori “Tidak Informatif”, maka harus digarisbawahi pelaksanaan keterbukaan informasi di Indonesia masih jauh dari tujuan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik. Kondisi ini harus menjadi tugas bersama dalam mendorong pelaksanaan keterbukaan informasi sebagai budaya untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel

Partisipasi BP pada monev kali ini, terjadi peningkatan dari tahun 2018 yang hanya 62,83 persen menjadi 74,37 persen yang terdiri dari 92,94 persen partisipasi BP PTN, 55,96 persen BUMN, 42,11 LNS, 78,26 LN-LPNK, 85,29 persen Pemerintah Provinsi, 100 persen Kementerian, dan 100 persen partisipasi BP Partai Politik

Dalam  Penganugerahan Keterbukaan Informasi Publik Tahun ini dilakukan penilaian keterbukaan informasi Badan Publik berdasarkan kualifikasi sesuai rentangan nilai keterbukaan informasi publiknya. Dimulai dari kualifikasi tertinggi yaitu kelompok pertama Badan Publik Informatif, kedua Badan Publik Menuju Informatif, ketiga Badan Publik Cukup Informatif, keempat Badan Publik Kurang Informatif, dan kelima Badan Publik Tidak Informatif.

Dalam kesempatan ini BPWS meraih Penghargaan sebagai Badan Publik Menuju Informatif Sekretaris Bapel BPWS Sidik Wiyoto yang mewakili BPWS untuk menerima Penghargaan tersebut dari Komisi Informasi Pusat. Diharapkan Kedepan BPWS lebih baik untuk menuju Badan Publik yang Informatif. (Nin)

Komisi Informasi Pusat kembali menggelar seminar dan monitoring evaluasi keterbukaan informasi Badan Publik 2019, acara tersebut dihadiri oleh Ketua KI Pusat Gede Narayana bersama Ketua Bidang Kelembagaan KI Pusat Cecep Suryadi serta Plt Sekretaris KI Pusat Bambang Sigit Nugroho pada Rabu (20/11) bertempat di Ruang Anantakupa Lantai 7 Gedung Belakang Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jl. Medan Merdeka Barat No.9, Jakarta Pusat

Kegiatan tersebut untuk Mengawali penganugerahan hasil pelaksanaan monitoring dan evaluasi keterbukaan informasi Badan Publik tahun 2019. Seminar menghadirkan Wakil Ketua Komisi I DPR RI Muhammad Farhan dan Ketua Inovator 4.0 Indonesia Budiman Sudjatmiko dipandu moderator Komisioner KI Pusat Romanus Ndau Lendong, membahas topik tentang keterbukaan informasi publik di era digitalisasi dalam menghadapi persaingan global.

Usai seminar yang diikuti ratusan Badan Publik dan peserta dari KI Provinsi seluruh Indonesia, Ketua KI Pusat Gede Narayana bersama Ketua Bidang Kelembagaan KI Pusat Cecep Suryadi serta Plt Sekretaris KI Pusat Bambang Sigit Nugroho menyerahkan penganugerahan hasil monev kepada sejumlah Badan Publik yang masuk dalam kategori Cukup Informatif. Sedangkan Sejumlah Badan Publik yang mendapatkan penganugerahan Menuju Informatif dan Informatif akan diserahkan oleh Wakil Presiden pada penganugerahan di Istana Wapres, Kamis (21/11). (Nin)