Indonesian Chinese (Simplified) English Japanese Korean
rdev

rdev

Web administrator di Badan Pengembangan Wilayah Surabaya Madura

Website URL: http://www.bpws.go.id Email: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

GELIAT pembangunan pariwisata mulai terlihat di Ujung Timur Madura. Salah satunya Pantai Sembilan. Menikmati keelokan pesonanya saat Mentari tenggelam diujung cakrawala. Menandai bangkitnya perekonomian ditengah kearifan lokal disana.

Bulir pasir putih tersapu sepoi angin, sore itu. Pendaran warna biru dari lautan terhampar sejauh mata memandang. Cuaca begitu mendukung. Saking heningnya, debur ombak menjadi latar belakang syahdu di Pantai Sembilan.

Dibibir pantai, dua tiang bambu bercat kuning dibuat menopang ayunan bergoyang karena hembusan angin. Itu bagian dari lokasi yang digunakan sebagai spott foto. Dibuat dan dihias bernuansa Instagramable.

Deretan hunian (cootage) dengan arsitektur rumah panggung menghadap laut. Jika dilihat dari atas, gradasi warna laut dengan terang lampu-lampu dari hunian begitu termaram saat gelap malam menggelayut. Rasanya ingin berlama-lama tinggal.

Pantai Sembilan berada di Desa Bringsang. Salah satu dari delapan desa di Kecamatan Gili Genting. Luas wilayah kecamatan tersebut membentang dengan jarak 30,3 kilometer persegi, atau sekitar satu persen dari luas Kabupaten Sumenep, Madura.

Jumlah Desa di Kecamatan Gili Genting sebanyak 8 desa antara lain Jate, Lombang, Bonbaru, Banmaleng, Bringsang, Gedugan, Galis, dan Aeng Anyar. Selain wilayah daratan, Kecamatan Gili Genting juga mempunyai pulau dalam wilayah administratifnya.

Upaya membangkitkan gairah pariwisata ini tidak terlepas dari peran Sutlan. Ia adalah Kepala Desa Bringsan. Bukan perjuangan yang mudah. Butuh waktu tiga tahun lamanya, merangkak dari nol hingga saat ini mulai dikenal.

’’Saya bangun untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar,’’ terang Sultan.

Untuk menuju ke lokasi Pantai Sembilan, akses yang ditempuh melalui Pelabuhan Tanjung di Kecamatan Sronggi. Lalu wisatawan bisa naik boat menuju Pulau Gili Genting. Ongkosnya seharga Rp 10 ribu per orang.

Nah, sesampainya mendarat di bibir Pantai Sembilan mata kita akan disuguhui ciptaan Tuhan yang begitu indah. Rasanya, seakan tidak berada di wilayah kepulauan di Jatim.

Uniknya, bentuk hunian sebagai lokasi bermalam bergaya arsitektur Madura.’’Ini semua memakai bahan baku asli Madura dengan konsep yang dibuat oleh warga sekitar,’’ ujar dia.

Untuk menikmati malam dilokasi tersebut, Sutlan membangun hunian cootage sebanyak 22 unit. Ukuran kamar cukup besar. Satu kamarnya bisa menampung empat sampai 6 orang tamu.

Harga bermalamnya terjangkau. Mulai Rp 500 ribu per kamar.’’Fasilitas yang membedakan adalah kamar yang ber AC atau tidak. Yah, intinya tamu merasa senang,’’ kata Sutlan.

Ide menjadikan tanah kelahirannya sebagai destinasi wisata ini, ketika Sutlan melihat potensi Pantai Sembilan yang begitu elok. Namun, belum ada tangan-tangan pemerintah setempat melirik hal itu.

Sutlan lantas meyakinkan para sesepuh desa, Tokoh Masyrakat, dan anak muda disana untuk menata wilayah menjadi destinasi wisata.

’’Hingga akhirnya Saya dikirim ke Lombok oleh Pemkab Sumenep untuk studi banding. Hingga kini destinasi ini menjadi Badan Usaha Milik Desa,’’ terangnya.

Tantangan diakuinya lebih kepada kearifan lokal wilayah Desa Bringsang, yang sangat religius.’’Menyamakan pemahaman itu susah. Namun, kami membuat aturan baku untuk wilayah ini menjadi lokasi wisata,’’ terang alumnus Universitas Muhammadiyah Malang ini.

Sehingga, para tamu wisatawan yang datang khususnya dari Mancanegara harus mentaati aturan lokasi tersebut.’’Ibaratnya destinasi Internasional cita rasa kearifan lokal,’’ ujar pria berusia 42 tahun ini.

Itu dibuktikan dengan kunjungan wisatawan asing yang tercatat sebanyak 150 orang setiap bulannya. Sementara, kunjungan wisatawan lokal dinilai masih signifikan peningkatannya.

Kedepan, Sutlan terus menyiapkan sumberdaya lokal di Pantai Sembilan khususnya anak-anak muda sebagai Tour Guide serta menata lokasi pantai untuk lebih memikat dari kunjungan para tamu.

’’Mau menu Seafood ada dengan harga murah, pemandangan sangat indah. Ayo silahkan berkunjung ke Pantai terindah yang ada di Sumenep, Madura,’’ ujarnya tersenyum sembari berpromosi. (edw)

Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) akan mensupport penuh kinerja Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS) dalam melaksanakan amanat pembangunan di wilayah Madura. Ini dikatakan langsung Kepala  BPIW, Hadi Sucahyo dalam rapat kordinasi dengan BPWS di ruang Mustazier, BPWS, Selasa (5/2).

Hadir dalam rapat tersebut, Plt. Sekretaris BPWS, Sidik Wiyoto, Plt. Deputi Pengendalian Hadi Roseno, Plt. Deputi Perencanaan Agus Wahyudi beserta Kepala Divisi dan Kepala Sub Divisi.

Hadi Sucahyo mendengarkan pemaparan rencana pengembangan wilayah Suramadu yang disampaikan Agus Wahyudi. Dari pemaparan tersebut, Hadi menegaskan akan memberikan dukungan penuh pada apa yang dilakukan BPWS.

“Yang sekarang yang sudah berjalan apa, akan kami support.  Yang belum dilakukan di titik temunya dimana, mana yang bisa kita (Kemen PUPR) angkat, tentu akan kita sinergikan dan kita ambil celah celahnya untuk kita dukung,”tandasnya.

Lebih lanjut, Hadi menyatakan, dalam pembangunan Madura ini semestinya harus ada payung hukum yang lebih kuat. Misalnya ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) sehingga mendoronng akselerasi pembangunan.

“Saya juga usulkan untuk memasukkan kawasan ini sebagai kawasan tematik pariwisata, seperti Bromo, Borobudur, Toba dan lain sebagainya. Atau menjadi kawasan ekonomi khusus. Kalau ada payung – payung hukum seperti itu, kami akan mudah masukkan (usulan pembangunan),”tandasnya.

Menanggapi hal itu, Sidik Wiyoto menyatakan, prinsipnya BPWS memerlukan dukungan dari seluruh stakeholder yang terlibat dalam pembangunan di Madura.

“Termasuk pula dalam pengembangan SDM di Madura. Sebab, itu menjadi salah satu perhatian dalam pembangunan di Madura,”ujarnya (coy)

Akselerasi pembangunan di Madura, khususnya Bangkalan, dipastikan akan semakin lancar. Ini setelah komitmen Pemkab Bangkalan untuk bahu membahu dengan BPWS dalam pembangunan di Bangkalan.

Ini dikatakan Wakil Bupati Bangkalan, Mohni, dalam tinjauan lapangan di  kawasan Tanean Suramadu bersama jajaran pejabat  BPWS, Jumat (1/3) kemarin. Sebelumnya, untuk informasi, Bupati Bangkalan, Lora Abdul Latif juga berkunjung ke BPWS dalam rangka menggali informasi pembangunan Madura. Ra Latif meminta pemaparan rencana pengembangan Kawasan Kaki Jembatan Sisi Madura (KKJSM) yang akan menjadi acuan dan penyelarasan dengan rencana pembangunan oleh Pemkab Bangkalan.

“Pembangunan ini demi rakyat. Tentu, kami (Pemkab Bangkalan) akan selalu siap bersinergi ,” ujar Wabup Mohni di kawasan Tanean Suramadu.

Plt. Deputi Perencanaan, Agus Wahyudi  dan Plt. Deputi Pengendalian, Hadi Roseno  bersama Plt. Sekretaris BPWS, Sidik Wiyoto berikut jajarannya, turut mendampingi tinjauan lapangan tersebut.

Agus Wahyudi menjelaskan, Tanean Suramadu ini nantinya menjadi pusat informasi seluruh Madura. Selain itu, akan ada etelase Madura yang menjadikan kawasan tersebut sebagai sentra ekonomi berbasis kerakyatan.

“Nantinya, juga akan menjadi destinasi wisata karena secara berkesinambungan, kami atas kerja sama dengan Pemkab Bangkalan, akan membangun wisata kawasan pesisir. Nantinya, akan menggerakkan roda ekonomi di kawasan ini,” tandasnya.

Mendengar paparan tersebut, Mohni terlihat antusias. Ia bahkan menyatakan, akan mensupport upaya BPWS tersebut.

“Sekali lagi kami katakan, jika pembangunan ini memanusiakan rakyat kami, dan memberi manfaat positif, pasti kami akan dukung penuh. Sebaliknya, jika meminggirkan, tentu kami harus berfikir ulang,” pungkasnya. (coy)

 

AKSES Jembatan Surabaya-Madura (Suramadu) makin ramai. Banyak pengendara yang melintas. Baik kendaraan roda dua maupun roda empat. Terlebih pasca digratiskan oleh Presiden Jokowidodo, Oktober tahun kemarin. Lalu-lalang kendaraan tak pernah surut. Kondisi ini membuat kawan lama Saya selalu melek. 

 

Lebih tepatnya, kolega narasumber yang sudah lama kenal sewaktu masih didunia jurnalis. Adalah Ajun Komisaris Polisi (AKP) Sugimin. Kapolsek Sukolilo atau yang familier dikenal sebagai Polsek Labang. ’’Justru saat ini perlu ekstra dalam menjaga keamanannya,’’ terangnya ketika ditemui diruang kerjanya beberapa pekan kemarin.

 

Wilayah kerja Sugimin ini mulai akses pintu keluar Jembatan Suramadu hingga perbatasan dengan wilayah Kecamatan Kwanyar.Ada sisi lain dari penggratisan jembatan sepanjang enam kilometer tersebut. Persoalan tingkat kriminalitas 3C (Curat, Curas, Curanmor) mulai bertambah.

 

Polisi sebagai pengayom dan pelindung masyarakat, khususnya anak buah dari AKP Sugimin selalu bekerja ekstra. Mulai patrol hingga menerjunkan personil di beberapa titik rawan sudah dilakukan. Namun, hal ini tidak bisa dikerjakan sendiri oleh Polsek Labang maupun  Polres Bangkalan.’’Perlu sinergisitas bersama. Terutama dari masyarakat serta Stakeholder terkait,’’ terang polisi yang kenyang dengan pengalaman sebagai Kanit Reskrim Polsek Karang Pilang Surabaya itu.

 

Ia pun turut mengajak Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS) untuk turut berkolaborasi bahu-membahu dalam hal keamanan. Khususnya diwilayah yang menjadi kelanjutan proyek pembangunan BPWS. Upaya sosialisasi juga intens dilakukan pihak Kepolisian kepada tokoh masyarakat, kyai dan Kepala Desa. Sebab, kata dia jika hanya mengandalkan personil polisi, tidak akan cukup.

 

Jika kerjasama terbangun dengan baik, dan saling berkoordinasi antar semua pihak tentu saja akan mendorong kondisi wilayah sepanjang Kecamatan Labang senantiasa aman dan nyaman.’’Dan akan mendorong iklim usaha serta investasi yang baik tentunya,’’ kata AKP Sugimin.(edw)

 

 

PASCA dilantik, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa segera tancap gas. Keberlanjutan program pembangunan mulai dijalankan. Termasuk menjaring rekomendasi para kepala daerah se Madura dengan tujuan perumusan RPJMD.

"Dari rapat ini paling tidak saya ingin mendengar dari bupati se Madura relomendasinya.  Rekomendasi strategis yang sudah disampaikan nanti kita follow up bersama Sekda dan Beppeprov," kata Khofifah, saat ditemui kemarin.

Itu dilakukan pasangan dari Emil Dardak ini  Supaya masuk dan bisa terancang dalam RPJMD Pemprov Jatim lima tahun ke depan. Dalam rapat tetsebut para bupati, mulai Bangkalan,  Sampang,  Pamekasan dan Sumenep menyampaikan masing-masing program prioritasnya. Khusunya agar bisa diakomodir dalam program Pemprov lima tahun ke depan.

Seperti Bangkalan misalnya, bupatinya mengusulkan agar di wilayahnya ada balai pelatihan kerja mini. Agar anak-anak Bangkalan yang baru lulus sekolah memiliki keahlian dan tidak terorientasi menjadi TKI dan TKW.

Begitu juga Sumenep, pada Khofifah, Bupati Sumenep Busyro Karim mengusulkan agar Sumenep dijadikan sebagai kawasan ekonomi khusus pariwisata.

Sedangkan untuk Sampang, salah satu yang menjadi rekomendasi adalah penanganan banjir di perkotaan dan pembangunan jalan lingkar selatan didorong penyelesaiannya agar bisa meningkatkan ekonomi Sampang khsuusnya di wilayah Srepang.

Tidak hanya itu,  dalam rakor tersebut Khofifah juga menegaskan tentang pencairan bosda Madin pada kepala daerah se Madura. Termasuk soal realisasi janji kampanye beasiswa S2 untuk guru madin serta pembiayaan SPP Gratis untuk SMA SMK negeri dan swasta di Jatim.

Hal ini menurut Khofifah penting sebagai bentuk penyampaian kepastian.  Dan agar masyarakat tak lagi bertanya-tanya.

"Bosda Madin tahun ini sudah ada.  Dan nilainya bahkan lebih besar dari tahun lalu. Maret nanti kita secara simbolis akan serahkan ke madrasah di Madura," tegas Khofifah.

Begitu juga untik beasiswa S2,  ia menegaskan saat ini pendataan kuota di perguruan tinggi di Jawa Timur sudah dilakukan. Guna menyediakan fasilitas pendidikan beasiswa S2 bagi guru madin.

Sedangkan untuk masalah sekolah gratis,  ia menegaskan SMA SMK di Jaawa Timur bakal dapat bantuan SPP gratis. Bahkan untuk siswa yang masuk tahun pertama juga bakal diberikan seragam gratis.(edw)

AWAL Tahun 2019, kerjasama antara Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS) dengan Pemerintah Kabupaten Sampang terus terjalin. 

Salah satunya, proses serah terima aset yang telah dikerjakan oleh BPWS di wilayah tersebut. Ada tujuh item aset yang telah dibangun selama tahun anggaran 2014 hingga 2017 kemarin. 

Diantaranya, Proyek Infrastruktur Jalan Kab. Sampang Ruas Jalan Torjun – Rogung – Pangarengan, penerangan jalan umum (PJU) serta system pengolahan air minum (SPAM) di kawasan/klaster Kecamatan Sreseh. 

Total, proyek pengerjaan dari APBN tersebut menelan anggaran sekitar Rp. 29, 9 miliar. ’’Dengan serah terima aset ini, semoga bisa dipergunakan dengan baik khususnya bermanfaat bagi masyarakat Kabupaten Sampang,’’ terang Plt. Sekretaris BPWS, Sidik Wiyoto. 

Prosesi serah terima aset ini dilakukan di kantor BPWS, kawasan Jalan Tambak Wedi Surabaya, Selasa (22/1). Selain jajaran Deputi hingga Sekretaris BPWS, kegiatan ini juga dihadiri oleh PJ Bupati Sampang, H. Jonathan Judianto beserta SKPD Pemkab Sampang. 

Menurut Sidik, penyerahan aset yang telah dibangun sejak empat tahun lalu ini adalah bukti dari upaya pemerintah hadir dalam pembangunan di salah satu wilayah Madura. 

Sementara, menurut PJ Bupati Sampang, H. Jonathan Judianto serah terima aset tersebut direspon positif. Ia mengatakan, jika ingin membangun Madura tentunya harus menggunakan tabiat penduduk Madura. 

Diantaranya, harus melakukan pendekatan dan menghormati Orang Tua, Guru, Kyai dan Tokoh Masyarakat.’’Istilah bahasa Maduranya Bupa’ Babuh Guruh Ratoh. Jangan menggunakan tabiat ala Jakartaan. Tentu akan sulit,’’ terang Jonathan. 

Dengan hasil pembangunan ini, eksistensi BPWS sebagai kepanjangan tangan dari Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus dikongkritkan. 

Bahkan, dalam waktu dekat penetapan struktur organisasi di tubuh BPWS akan segera dilakukan. Itu setelah sebelumnya pimpinan BPWS melakukan rapat dengar pendapat dengan Komisi V DPR-RI.(edw)