Indonesian Chinese (Simplified) English Japanese Korean
rdev

rdev

Web administrator di Badan Pengembangan Wilayah Surabaya Madura

Website URL: http://www.bpws.go.id Email: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

 

Produk Industri Kecil Menengah (IKM) Madura yang dilatih BPWS dan Inopak Institute bekerjasama GIZ Jerman dan Pemerintah Daerah se Kabupaten Madura, sukses masuk ke pasar retail modern. Ini terungkap dalam Pelatihan Teknik Pengemasan Modern di Pamekasan, Selasa (21/1) yang digelar BPWS, Inopak Institute dan Pemerintah Kabupaten Pamekasan. Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Pamekasan, Abdiyati Muradi dalam kegiatan itu mengatakan, khusus untuk Pamekasan, saat ini sudah 12 produk IKM yang dilatih BPWS dan Pemkab Pamekasan, sudah masuk ke pasar retail modern. “Seperti Alfamart, Indomart dan pasar modern lainnya. Produk lainnya akan segera menyusul. Ini perkembangan positif setelah dilatih BPWS. Dan jelas telah menyumbang pertumbuhan ekonomi kawasan,” ujarnya. Diantara yang sudah masuk antara lain, teri, rengginan, otok dan lain sebagainya. 

Sementara, Kasubdiv Pemberdayaan Masyarakat BPWS, Edi Slamet menambahkan, BPWS berharap, para peserta pelatihan memiliki kepercayaan diri, kualifikasi dan kualitas untuk masuk ke toko retail modern. Ini tujuannya agar, menjadi IKM sesungguhnya. “Apa itu? Industri Kecil Miliaran. Ini bukan mustahil, hanya tinggal beberapa langkah lagi. BPWS akan terus akan dorong,” tandas bapak tiga putri yang dikenal concern di bidang industri kecil ini. Di kesempatan yang sama, Sekretaris BPWS, Sidik Wiyoto menegaskan, BPWS telah membangun jaringan nasional dan interanasional untuk memberikan ruang kepada IKM Madura berkiprah di pasar retail lebih besar.  berkali kali membangun komitmen dengan “Kita (BPWS) sudah membangun komitmen dengan Asosiasi Pengusaha Retail Indonesia  yang memiliki jaringan toko retail modern sejumlah lebih dari 4000 gerai. Ini Kesempatan emas,” tadas mantan Kepala BPKP ini. Ditambahkan, BPWS berkomitmen terus mendorong peningkatan kualitas SDM Madura untuk semakin berkiprah di kancah internasional. “Kami terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh stakeholder di Madura untuk membangun kualitas dan potensi Madura. Ini benar benar potensi besar yang harus didorong bersama sama,” tegasnya.

Terpisah, Bupati Pamekasan, Badrut Tamam, mengakui bahwa pelatihan BPWS tersebut memberi dampak positif yang terasa. Bahkan, dikatakan selaras dengan program kerja jajarannya di pamekasan.  “Kami memiliki program untuk menciptakan 10.000 pengusaha start up. Sinergi dengan BPWS dalam pelatihan ini, jelas sangat dibutuhkan,” tandasnya. Sekadar informasi, peserta latih dari kegiatan ini adalah para pengusaha industri kecil menengah yang sudah memiliki produk namun penjualannya masih konvensional dan kurang maksimal. Mereka dilatih manajemen, teknik kemasan, membuka jaringan nasional dan internasional, memfasilitasi ke pasar retail modern dan bimbingan konseling. (coy)

 

Anugerah keterbukaan informasi Badan Publik  yang di gelar Komisi Informasi Pusat di Istana Wakil Presiden pada Kamis (21/11) menjadi ke lima kalinya BPWS mendapatkan Perhargaan Keterbukaan Informasi Publik yakni Pada Tahun 2015, 2016, 2017,2018 dan 2019

Acara tersebut dibuka oleh Ketua KI Pusat Gede Narayana yang dalam sambutannya mengharap kepada semua pimpinan BP selaku atasan PPID (Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi) sebagai pelaksana pelayanan informasi kepada publik dapat menjadikan keterbukaan informasi sebagai Budaya. “Jika pimpinan badan publik sudah menjadikan pelaksanaan keterbukaan informasi publik sebagai budaya maka otomatis mindset-nya selalu berupaya memberikan pelayanan informasi terbaik kepada publik. Ketua KI Pusat Gede Narayana memaparkan hal tersebut saat melaporkan hasil monev sekaligus penganugerahan BP kategori “Informatif” dan “Menuju Informatif”, yang disaksikan oleh Wakil Presiden HM Ma’ruf Amin di Gedung II Istana Wapres Jl. Medan Merdeka Selatan Jakarta, Kamis (21/11) pagi

Disampaikan juga bahwa berdasarkan hasil monev yang masih mayoritas masih masuk kategori “Tidak Informatif”, maka harus digarisbawahi pelaksanaan keterbukaan informasi di Indonesia masih jauh dari tujuan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik. Kondisi ini harus menjadi tugas bersama dalam mendorong pelaksanaan keterbukaan informasi sebagai budaya untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel

Partisipasi BP pada monev kali ini, terjadi peningkatan dari tahun 2018 yang hanya 62,83 persen menjadi 74,37 persen yang terdiri dari 92,94 persen partisipasi BP PTN, 55,96 persen BUMN, 42,11 LNS, 78,26 LN-LPNK, 85,29 persen Pemerintah Provinsi, 100 persen Kementerian, dan 100 persen partisipasi BP Partai Politik

Dalam  Penganugerahan Keterbukaan Informasi Publik Tahun ini dilakukan penilaian keterbukaan informasi Badan Publik berdasarkan kualifikasi sesuai rentangan nilai keterbukaan informasi publiknya. Dimulai dari kualifikasi tertinggi yaitu kelompok pertama Badan Publik Informatif, kedua Badan Publik Menuju Informatif, ketiga Badan Publik Cukup Informatif, keempat Badan Publik Kurang Informatif, dan kelima Badan Publik Tidak Informatif.

Dalam kesempatan ini BPWS meraih Penghargaan sebagai Badan Publik Menuju Informatif Sekretaris Bapel BPWS Sidik Wiyoto yang mewakili BPWS untuk menerima Penghargaan tersebut dari Komisi Informasi Pusat. Diharapkan Kedepan BPWS lebih baik untuk menuju Badan Publik yang Informatif. (Nin)

Komisi Informasi Pusat kembali menggelar seminar dan monitoring evaluasi keterbukaan informasi Badan Publik 2019, acara tersebut dihadiri oleh Ketua KI Pusat Gede Narayana bersama Ketua Bidang Kelembagaan KI Pusat Cecep Suryadi serta Plt Sekretaris KI Pusat Bambang Sigit Nugroho pada Rabu (20/11) bertempat di Ruang Anantakupa Lantai 7 Gedung Belakang Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jl. Medan Merdeka Barat No.9, Jakarta Pusat

Kegiatan tersebut untuk Mengawali penganugerahan hasil pelaksanaan monitoring dan evaluasi keterbukaan informasi Badan Publik tahun 2019. Seminar menghadirkan Wakil Ketua Komisi I DPR RI Muhammad Farhan dan Ketua Inovator 4.0 Indonesia Budiman Sudjatmiko dipandu moderator Komisioner KI Pusat Romanus Ndau Lendong, membahas topik tentang keterbukaan informasi publik di era digitalisasi dalam menghadapi persaingan global.

Usai seminar yang diikuti ratusan Badan Publik dan peserta dari KI Provinsi seluruh Indonesia, Ketua KI Pusat Gede Narayana bersama Ketua Bidang Kelembagaan KI Pusat Cecep Suryadi serta Plt Sekretaris KI Pusat Bambang Sigit Nugroho menyerahkan penganugerahan hasil monev kepada sejumlah Badan Publik yang masuk dalam kategori Cukup Informatif. Sedangkan Sejumlah Badan Publik yang mendapatkan penganugerahan Menuju Informatif dan Informatif akan diserahkan oleh Wakil Presiden pada penganugerahan di Istana Wapres, Kamis (21/11). (Nin)

Pulau Madura terkenal sekali dengan Kerapan Sapi, bahkan sudah menjadi icon Madura. Selain Kerapan Sapi yang sering sekali dipertandingkan di berbagai daerah di Madura ternyata ada juga kontes Sapi Sonok.

Festival Sapi Sonok menjadi Event tahunan di Madura, Khususnya di Kabupaten Sampang. Minggu, 24 November 2019 festival Sapi Sonok kembali digelar tepatnya di Pantai Wisata Camplong Kabupaten Sampang Madura. Festival Sapi Sonok merupakan  ajang memamerkan kecantikan para sapi betina layaknya peragawati, sepasang sapi sonok pun tampak berlenggang mengikuti alunan musik group saronen, musik tradisional khas Madura. Festival sapi sonok tahun ini lebih menyedot perhatian peternak sapi ras Madura. Tidak kurang 27 pasang sapi sonok se-Madura unjuk kebolehan di arena sepanjang 30 meter. Setiap tampil, ada 3 pasang sapi sonok yang melenggang di atas arena.

Event tahunan ini dihadiri langsung oleh Bupati dan Wakil Bupati, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata, FORKOPIMDA, Seluruh SKPD Kabupaten Sampang, Ketua Paguyuban Sapi Sonok se-Madura, serta tokoh masyarakat wilayah Kabupaten Sampang.

Ajang festival Sapi Sonok tahun ini memang sengaja memilih tempat di Pantai Wisata Camplong dengan tujuan bahwa festifal sapi sonok ini merupakan bagian yang sangat menunjang Wisata Pantai dan Alam dalam mengembangkan Pariwisata Kabupaten Sampang.

Dalam sambutannya Bupati menjelaskan, “Dengan adanya festival tahunan sapi sonok, diharapkan banyak wisatawan yang datang ke Kabupaten Sampang serta mengangkat perekonomian  Masyarakat Kabupaten Sampang.”  

Event yang luar biasa ini sukses mengundang banyak wisatawan, bahkan pada pelaksanaannya ternyata sudah ditunggu oleh wisatawan dari luar Madura, ribuan bikers dari seluruh Indonesia ikut menyaksikan pertujukan seni khas Madura.

Gelaran Festival Sapi Sonok di Kabupaten Sampang ini sekaligus melestarikan Budaya Asli Madura dan diharap mampu menarik kunjungan wisata Lokal maupun dari luar Pulau Madura. (Nin)

Proses yang integral pada tindakan dan kegiatan yang dilakukan secara terus menerus oleh pimpinan dan seluruh pegawai Bapel BPWS untuk memberikan keyakinan yang memadai atas tercapainya tujuan organisasi Bapel BPWS melalui kegiatan yang efektif dan efisien, keandalan pelaporan keuangan, pengamanan aset negara, dan ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan” Harus benar-benar dilakukan dengan penuh tanggung jawab oleh semua level tingkatan karyawan Bapel BPWS, Ujar Plt. Sekretaris Bapel BPWS Sidik Wiyoto dalam acara pembukaan Pelaksanaan Kegiatan Penilaian Level Maturitas SPIP BPWS di Prigen tanggal 4-5 November 2019.

Dengan Narasumber dari BPKP Pusat Jakarta dan BPKP Perwakilan Provinsi Jawa Timur, kegiatan Penilaian Level Maturitas SPIP BPWS berjalan sesuai rencana, para Pejabat dan sebagian staff Badan Pelaksana Badan Pengembangan Wilayah Surabaya-Madura sebagai peserta begitu serius mengikuti rangkaian acara sesi demi sesi itu membuktikan adanya tanggung jawab dari masing-masing level karyawan Bapel BPWS.

Dalam sambutannya Suyarsih Fifi Herwati, Direktur Kerjasama Investasi dan Pembiayaan Pembangunan – BPKP Pusat Jakarta sebagai Narasumber menyampaikan sebagian dari 7 Perintah Presiden untuk Kabinet Indonesia Maju, bahwa,  “Jangan korupsi, ciptakan sistem yang menutup celah terjadinya korupsi dan kerja cepat, kerja keras, kerja produktif serta kerja berorientasi pada hasil nyata, semua harus serius dalam bekerja” ujarnya menutup paparannya.(MT)